Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
RESTU UNTUK ALAN


__ADS_3

Ane yang merasa sedikit kesal hatinya setelah bertemu dengan Nina menceritakannya pada suaminya saat mereka sudah bersiap hendak tidur. namaun Arif yang sedang banyak pikiran dan menyandarkan kepalanya disandaran ranjang, sepertinya tidak begitu merespon


"Sayang kamu kenapa sih dijak bicara malah akunya dicuekin" gerutu Ane


"Eh..iya gimana?" ucap Arif terbata - bata


"Hufft..udah lah" ucap Ane kesel


"Maaf - maaf sayang, lagi kepikiran kerjaan. gimana - gimana coba diulang lagi ceritanya" ucap Arif senyum membujuk Ane


"Tadi pas Ane sama Mama belanja ketemu sama mb Nina, sikapnya itu lho gak banget rasanya. sepertinya terlalu terlihat seolah pengen menunjukan kalau dia care gitu sama Mama" ucap Ane


"Sayang, Nina kan sekarang sudah menikah dia sudah punya suami masak masih kamu cemburuin aja" ucap Arif


"Jangan bilang Abang gak sadar kalau mb Nina itu terlihat jelas banget masih suka sama Abang. apa Abang gak inget di pesta pernikahannya saja dia tidak malu menangis seperti itu waktu lihat Abang. untung tidak ada yang merekam. coba kalau pas itu direkam orang, Viral Abang" Nia menggerutu


Melihat istrinya menggerutu seperti itu Arif tersenyum meraih tangan istrinya.


"Sayang, hal - hal seperti itu tidak perlu membuat suasana hati Ane jadi rusak ya, kita tidak perlu menghiraukan hal yang seperti itu. yang jelas Ane tau hati Abang seperti apa" ucap Arif lembut


"Abang sebenarnya juga mau cerita, karena Abang rasa tidak perlu ada yang harus di sembunyikan dari kamu. Abang harap apa yang akan Abang ceritakan ini tidak membuat Ane pikiran" ucap Arif


"Ada apa Abang?" Ane kembali duduk dan melihat suaminya yang masih bersandar di ranjang.


"Sebenarnya kasus yang saat ini Abang selidiki berkaitan dengan Norma" ucap Arif


"Norma? Norma mantan kekasih Abang?" tanya Ane mengerutkan dahinya


"Iya, dia sepertinya ada kaitannya dengan pengedaran narkoba yang lagi marak dikalangan pelajar' ucap Arif


"Astagfirullloh" Ane terkejut


"Abang sendiri juga heran kenapa Norma bisa jadi seperi itu, setau Abang Norma itu orangnya baik tapi siapa sangaka waktu juga sudah merubah dia" ucap Arif


"Abang masih perduli ya sama Norma?" Ane cemburu

__ADS_1


"Kamu itu lucu sayang, Abang bukan nya perduli tapi sebagai orang yang pernah kenal Abang hanya merasa kasian. dia bisa terjerumus sejauh ini. dan kasus Narkoba itu hukumannya tidak lah ringan." ucap Arif menggenggam tangan Ane


****


Dirumah Nia


Alan yang masih dicerca pertanyaan - pertanyaan oleh pak Karsa dan Bu Iin berusaha menyakinkan Pak Karsa kalau dirinya benar serius dengan Nia


"Alhamdulillah saya sudah berpenghasilan, dan saya yakin saya bisa menjadi Imam yang nantinya bisa membimbing Ane untuk menjadi wanita sholehah" ucap Alan menyakinkan


"Nak Alan kerja dimana?" tanya Bu Iin


"Saya Alhamdulillah bekerja sebagai anggota Polri" jawab Alan


"Oo, nak Alan Polisi" ucap Bu Iin senyum


"Iya tante" Alan mengangguk


Melihat ketegasan Alan dan melihat kefahamannya soal agama, sudah memiliki pekerjaan juga akhirnya Pak Karsa dan Bu Iin pun memberi restu.


Bu Iin mengajak Nia bicara dikamar saat Alan sedang mengobrol bersama pak Karsa di ruang keluarga


"Ada apa Bu" ucap Nia


"Kamu yakin dengan Alan? kenapa Ibu merasa sepertinya mendadak sekali?" Bu iin menatap heran ke arah Nia


Nia yang tersenyum membuat Bu Iin semakin heran dengan sikap putrinya


"Nia yakin Bu, Alan orang yang baik. insyaalloh bisa menjadi imam buat Nia kedepannya" ucap Nia berusaha menyakinkan


"Kenapa Alan? seingat ibu pacar kamu bukan Alan. bukannya pacar kamu Saka?" tanya Bu Iin menyelidik


"Iya Bu, Nia baru saja memutuskan hubungan dengan Saka" jawab Nia


"Kenapa tiba - tiba seperti itu? apa karena Alan polisi kamu memutus Saka?" tanya Bu iin

__ADS_1


"Hahaha tentu saja bukan Bu, gak ada kaitanya Alan Polisi dengan putusnya hubungan Nia dan Saka" terang Nia


"Terus kenapa tiba - tiba kamu mutus Saka? tanya Bu Iin yang penasaran dengan pacar Nia yang bahkan belum sempat dikenalkan pada dirinya itu.


"Nia capek aja Bu, pacaran tanpa kepastian. itu sebabnya dengan Alan Nia gak mau pacaran tapi maunya langsung nikah." jawab Nia


"Apa Saka belum ada niatan serius, katanya kalain pacaran sudah lama"


"Ya itu masalahnya Bu, pacaran sudah lama. tapi tiap mau Nia ajak ketemu ayah dan ibu dia nya selalu banyak alasan untuk menghindar. Tiap Nia tanya kapan akan memikirkan hubungan yang lebih serius jawabnya selalu saja sabar. Nia perempuan di gantung terus seperti itu tentu saja Nia lebih memilih yang mau segera menghalalkan" ucap Nia


"Kali ini Ibu setuju dengan pemikiran kamu, lebih baik dengan laki - laki yang mau serius dari pada menjalin hubungan yang tidak jelas" ucap Bu Iin mendukung keputusan Nia.


Waktu semakin sore, Alan dan Nia pamit dengan Pak Karsa dan Bu Iin untuk kembali ke Semarang kerena besok keduanya sudah harus bekerja kembali.


Bu Iin menceritakan kembali pada Pak Karsa alasan Nia tiba - tiba ingin menikah dengan Alan.


"Ya sudah, kalau seperti itu ceritany. berarti anak kita sudah dewasa. sudah bisa mengambil sikap. dan Ayah rasa setelah berbincang - bincang dengan Alan. dia orang yang terlihat baik dan tanggung jawab itu yang terpenting. karena hakikatnya yang terpenting dalam memilih calon suami itu yang bisa bertanggung jawab. karena kedepannya seorang suami itu harus bertanggung jawab atas istri dan anak - anaknya sampai ke surga" ucap Pak Karsa duduk dengan Bu Iin di depan Tv dan keduanya merasa senang dengan pilihan sang anak.


"Iya yah, Ibu juga setuju. ibu merasa tenang Nia mendapatkan calon suami yang bertanggung jawab dan yang pasti seiman dan sudah memiliki pekerjaan jadi Ibu tenang dengan pilihan Nia." ucap Bu Iin


***


Keesokan harinya Nia dikejutkan kedangan Saka dirumah sakit


"Saka, kenapa ada disini" ucap Nia terkejut


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu, bisa keluar sebentar" ucap Saka yang melihat Nia sedang duduk mengobrol dengan beberapa teman Bidan karena tidak ada pasien


"Cie Nia, siapa nih..." Goda salah satu teman Bidannya


Tidak ingin jadi bahan godaan teman - temannya Nia segera melangkah keluar dan Saka mengekorinya.


"Ada apa? apa lagi yang mau dibicarakan?" ucap Nia diparkiran rumah sakit


"Nia maafkan semua keslahanku yang seolah tidak memberi ketegasan dengan hubungan kita, tapi percayalah aku sangat mencintai kamu dan serius sama kamu. bahkan aku sudah memberanikan diri untuk mengatakan hubungan kita sama Mamaku"

__ADS_1


Mendengar apa yang di ucapkan Saka tentu saja membuat Nia terkejut"


Mohon dukungan dari teman - teman dengan Like, coment dan Vote jika ada ya. terimakasih dukungan kalian sangat berarti bagi Author


__ADS_2