Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
ALMIRA MEMBAIK


__ADS_3

Tia segera masuk kekamar dan menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, mata nya menerawang menatap langit-langit. air mata mulai membanjiri pipinya. sekuat hati Tia berusaha melupakan perasaannya yang telah ditumbangkan oleh Alan. tapi tanpa berkata-kata Alan mencampakkannya begitu saja.


memang mereka belum pacaran tapi mereka sudah lumayan dekat, sering pergi bersama hingga tumbuh rasa itu dihati Tia.


Sebenarnya Siska sudah mengajak Tia untuk pindah kos dari sini karena kemungkinan bertemu Alan pasti terjadi. dan Siska sendiri pindah karena tidak tahan melihat Arif bersama Ane. sedangkan Tia lebih memilih untuk bertahan kos disana dan sengaja ingin bertemu dengan Alan. untuk menyampaikan kekecewaan nya. tapi entah kenapa justru sekarang hatinya terasah sakit kembali saat melihat Alan.


Merasa dipermainkan itu yang ada didalam benak Tia.


Tia berusaha menghibur dirinya sendiri dan menyakinkan kalau mereka memang tidak ditakdirkan bersama.


Sementara dijalan Alan juga terbayang dengan perkataan Tia. ada perasaan menyesal kenapa sebelum menikah dirinya tidak menjelaskan dulu pada Tia tapi malah langsung menghilang begitu saja, padahal dirinya yang memulai mendekati Tia dan memberi Tia harapan.


merasa bersalah itu yang dirasakan Alan saat ini.


Brak...


Alan menabrak pembatas jalan dan terjatuh


Terlihat beberapa orang datang mencoba memberi pertolongan pada Alan


"Mas, mas tidak apa-apa" tanya salah seorang yang menolong Alan


"Tidak pak, saya tidak apa-apa" ucap Alan mencoba berdiri


"Sebaiknya mas segera diperiksakan kerumah sakit"


"Tidak pak, tidak perlu, saya tidak apa-apa" Alan menolak


Melihat keadaan motornya seperti sudah tidak bisa dikendarai lagi, lalu Alan menelpon bengkel untuk mengambil motornya dan Alan segera memesan taxi online untuk mengantarkan dirinya pulang.


Alan menghubungi Arif dan meminta ijin untuk tidak kekantor hari ini karena mengalami kecelakaan.


sesampainya dirumah Bu indah kaget melihat putranya pulang dengan luka-luka ditangannya


"Alan kamu kenapa ini? apa kamu habis jatuh?" bu Indah panik


"Iya ma, tadi tidak sengaja menabrak pembatas jalan" jawab Alan


"Kok bisa itu gimana? pasti lagi gak konsentrasi. kenapa gak langsung ke rumah sakit buat mastiin tidak ada luka serius" ucap bu indah


"Gak usah ma, diobati dirumah saja. Alan gak papa kok ini cuma luka luar aja"

__ADS_1


"Kamu yakin gak papa?"


"Iya Alan gak papa ma"


"Astaghfirullah, mas Alan kenapa babak belur gini" Nia panik melihat suaminya luka


"Mas habis jatuh" jawab Alan


"Ayo duduk mas, biar Nia bersihkan lukanya" Nia mengambil kotak obatnya.


"Kenapa bisa sampai jatuh sih mas"


"Aww.. sakit... Aduh, sakit Nia" teriak Alan


"Tahan ya, ini luka nya lumayan dalam hari benar-benar bersih sebenarnya ini perlu dijahit mas, bagaimana kalau dijahit saja"


"Tidak, tidak, jangan dibersihkan saja. mas tidak mau dijahit." teriak Alan yang sebenarnya takut jarum suntik


"Alan mana mau dijahit, Alan itu paling takut sama jarum suntik" ucap bu Indah


"Hahaha... bener bang, jadi abang takut sama jarum suntik" Nia tertawa


"Suami lagi sakit malah diketawain" gerutu Alan


"Udah-udah berhenti ngeledek mas terus, aw.. aw.. sakit pelan- pelan" Alan menahan sakit


"Iya, iya. ini juga sudah pelan mas"


Setelah luka Alan dibersihkan, Alan memberi tau Nia kalau minggu depan dirinya adaa tugas kejakarta


"Maaf ya sayang, mas Minggu depan harus kejakarta untuk tugas mungkin sekitar satu minggu. dan selama itu, mas gak bisa menjaga kamu" ucap Alan sedih


"Kalau Nia tidak apa-apa mas, kan cuma satu minggu."


"Tapi kan kamu lagi hamil, jujur mas kawatir meninggalkan kamu"


"Kalau masalah Nia mas gak usah kawatir insyaallah tidak apa-apa. adik juga pintar gak rewel kok, Nia mual hanya disaat tertentu." ucap Nia


"Yang Nia pikiran sekarang justru keadaan mas Alan, mas lagi luka seperti ini. apa tidak bisa dibatalkan?" ucap Nia


"Tidak bisa sayang, tadi itu mas dari rumah bang Arif minta ijin untuk tidak kejakarta karena kamu sedang hamil muda, tapi tidak diijinkan"

__ADS_1


"Ya mas lucu, masak cuma karena istri hamil mas ijin gak ikut kegiatan. kalau ini kan lawan cerita nya. mas Alan sedang terluka pasti bang Arif mengerti"


"Tapi sebaiknya mas berangkat saja, soalnya kegiatan kali ini cukup penting. ada pelatihan dari mabes yang harus mas sendiri yang hadir." ucap Alan


"Ya sudah, tapi hati-hati ya. jangan sampai terluka lagi" Nia kawatir


"Iya sayang, mas akan lebih hati-hati" ucap Alan


***


Dirumah sakit


Saka seperti mendapatkan angin segar saat Dokter mengatakan kalau Almira sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan


"Alhamdulillah, terimakasih ya Alloh akirnya putriku sembuh." gumam Saka


Alan segera menuju ruang perawatan Almira melihat putri kecilnya yang sudah membaik tanpa ada alat-alat yang terpasang ditubuh nya.


Saka mendekati putri kecilnya, mencium kening


"Terimakasih putriku, ini ayah nak. maafkan ayah nak. ayah bersalah padamu. tolong maafkan ayah anakkuanakku, jangan benci ayah ya nak. ayah janji mulai sekarang ayah akan menjaga dan menyayangimu. kita berdoa ya sayang! semoga mama mu cepat pulih, biar bisa bermain kembali dengan Almira" ucap Saka meneteskan air mata


"Mas" Tika masuk


"Tika, kamu tau Almira sudah dipindahkan kesini"


"Iya mas, tadi perawat memberitahuku"


"Iya, alhamdulillah Almira sudah membaik. dan mungkin dua hari lagi bisa aku bawa pulang tapi yang jadi masalah mama tidak akan menyetujuinya dan mama pasti akan marah" ucap Saka


"Mas, masalah mama biar nanti aku yang bicara sama mama. semoga saja mama mau memberi yang Almira"


"Em.. apa.. apa.. kamu akan kembali pulang ke rumah?" Saka memberanikan diri bertanya


"Sampai mbak Nur kembali sembuh mas! cuma sampai mbak Nur sembuh. setelah mbak Nur sembuh aku akan kembali melanjutkan rencana perceraian kita" ucap Tika


"Baiklah jika itu keputusanmu, aku akan menerimanya. aku sadar ini tidak akan mudah bagimu. aku sangat bersalah padamu Tika. aku hanya bisa meminta maaf padamu dan terimakasih. kamu wanita yang sangat baik" Saka meneteskan air mata nya


****


Tika datang ke rumah mamanya Saka, dan menyampaikan tentang Almira

__ADS_1


"Okay mama akan menerima Almira disini dengan syarat kamu juga disini dan jangan pernah bercerai dari Saka" Ucap mama Saka


"Tante Tika akan disini sampai mbak Nur benar-benar sembuh. setelah mbak Nur sembuh. Tika harus pergi. Tika tidak mau menyakiti mbak Nur. Tika hanya berniat membantu Saka dan mbak Nur merawat Almira sampai mbak Nur sembuh"


__ADS_2