
"Ane ...bisa kami masuk dulu" ucap Viko
"Iya silahkan Bang" jawab Ane dengan hati bergemuruh
"Ya Alloh ada apa ini??" batin Ane
"Ada teman - teman nya nak Arif ternyata, masuk nak tante bikinin minum"ucap Bu Vina
"Maaf Tante tidak usah kalau boleh Ane dan Tante duduk dulu, ada yang mau saya sampaikan"ucap viko
Mendengar kata - kata itu walaupun belum tau ada apa tapi hati Ane rasa nya sudah bisa merasakan ad yang salah dengan suaminya
"Gimana nak ada apa?? tanya Bu Vina
Sejenak Viko dan Alan saling memandang
"Sebelum nya saya mau minta maaf tapi saya harap ibuk dan Ane bisa tetap tenang dengan apa yang akan saya sampaikan" ucap Viko
"Ada apa Bang?? bang Arif kenapa, ada apa Bang?? katakan dimana Bang Arif?? Bang Arif baik - baik saja kan Bang???" Ane histeris tangis nye pecah walaupun belum tau sebenarnya ada apa dengan suami nya
"Dek tenang ya" ucap viko
"Tenang dulu sayang, kita dengarkan dulu apa yang mau disanpaikan nak Viko" ucap Bu Vina seraya memeluk Ane
"Jadi semalam saat kami sedang menjalankan tugas untuk membekuk gembong narkoba terjadi insiden baku tembak, dan Arif terkena tembakan" jelas Viko
"Bang Arif...." Suara Ane lirih dan tiba - tiba matanya terasa gelap
"Nak...nak..." Bu Vina menepuk - nepuk pipi Ane
Ane yang jatuh pingsan di bopong Alan ke kamar.
Melihat keadaan Ane, Alan merasa sangat bersalah.
"Harusnya aku yang terbaring di rumah sakit
bukan Bang Arif" batin Alan
"Bang...Bang Arif ..." ucap Ane lirih
"Ne...bangun Ane..." ucap Bu Vina
Ane mulai membuka mata, diam dan meneteskan air mata..
Ane melihat Viko dan Alan
__ADS_1
"Dimana suami Ane?? bagaimana keadaanya??" Ane muali membuka suara
"Arif saat ini sedang menjalani operasi pengeluaran pluru di rumah sakit bhayangkara" Ucap Viko
Mendengar suaminya sedang menjalani operasi air mata nya terus mengalir seakan tak mau di bendung.
"Dek...Arif orang yang sangat kuat. percaya lah Arif pasti sembuh" viko mengutakan Ane
"Ane mau ketemu Bang Arif" suara Ane lemas
"Iya kita antar Ane sekarang ya, kita temui Arif" ajak Viko
"Ane dan Tante berangkat bareng kalian ya. biar Om berangkat langsung dari kantor" ucap Bu Vina
"Iya tante" ucap Viko
Sepanjang perjalanan Ane hanya terdiam, wajahnya tampak pucet, pikirannya kosong entah kemana
Setelah beberapa jam perjalanan mereka sampai di sebuah rumah sakit
hati Ane bergemuruh, tulang nya terasa lunglai
Sebagai calon Bidan, rumah sakit merupakan tempat yang sudah biasa Ane masuki.
tapi kali ini seakan kaki nya lemah untuk melangkah.
Tanpa Ekspresi Ane hanya berjalan melangkah menuju pintu operasi
Bu Imah langsung memeluk Ane, Ane menangis sesenggukan di pelukan bu Imah
"Ane kita berdoa ya semoga semua baik - baik saja" ucap Bu Imah
Ane yang hanya menangis dan mengangguk di pelukan bu Imah
"Ma..." ucap Ane lirih
"Iya sayang" jawab Bu Imah
"Bang Arif akan baik - baik saja kan?? Ane gak akan di tinggal kan ma??? Ane menangis di pelukan bu Imah
"Iya sayang, kita berdoa ya semoga semua baik - baik saja, Arif anak yang kuat mama yakin Arif bisa melewati nya." ucap Bu Imah menguatkan Ane
"Bagaimana kedaan Arif Bu" Nina yang baru mendengar kabar tentang Arif langsung ke rumah sakit.
"Masih di dalam nak, kita doa kan semua baik- baik saja ya" ucap Bu Imah
__ADS_1
"Arif...kenapa kamu jadi seperti ini" gumam Nina yang juga menangis menahan kesedihan melihat orang yang sangat dia cintai bertarung antara hidup dan mati.
Ane yang sempat memandang ke arah Nina tapi segera mengabaikan nya.
Setelah beberapa waktu lampu di depan ruang operasi sudah di matikan tanda operasi sudah selesai dan tak lama Dokter pun keluar dari ruang operasi.
"Dok bagaiman keadaan anak saya" tanya Bu Imah
"Operasinya berjalan lancar, peluru yang bersarang di paru - paru pasien sudah di keluarkan. hanya saja pasien kondisinya masih kritis dan untuk sementara pasien akan di masukan ruang ICU untuk observasi lebih lanjut" penjelasan Dokter
Mendengar penjelalan Dokter Ane hanya terdiam dia tau keadaan suaminya lagi tidak baik - baik saja. Ane hanya mampu berdoa semoga suaminya bisa melewati semua ini.
dan semoga dirinya pun kuat menghadapi cobaan ini.
****
Sudah satu mingu pasca operasi tapi belum terlihat tanda - tanda Arif akan sadar.
iya, Arif koma itu lah yang dikatakan Dokter dan Dokter pun tidak tau kapan Arif akan sadar
"Mbak Ane...makan dulu, dari pagi mbak belum makan" ucap Alan yang selama seminggu ini hampit tidak pernah meninggalkan rumah sakit.
Perasaan bersalah dengan apa yang menimpa pasangan pengantin baru ini selalu menyelimuti.
"Ane makan ya Nak, itu Alan sudah membawakan ayam bakar kesukaan Ane." ucap Bu Imah
Setelah di bujuk Ane baru mau makan, hampir satu minggu ini Ane sering melewatkan makan nya.
"Nak mama dan papa pulang Purwodadi dulu ya, papa besok harus kerja" ucap Bu Vina
"Iya ma"
"Bu imah maaf ya, kami harus pulang dulu karena papa nya gak bisa ijin terlalu lama, tolong jaga Ane ya bu" ucap Bu Vina
"Iya bu vina, terimakasih ya sudah menunggu Arif. dan ibu gak usah kwatir kami sudah menganggap Ane sebagi Anak kami sendiri" ucap Bu Imah.
"Bang Arif sudah satu minggu Abang tidak sadarkan diri, apa abang tidak kangen sama Ane?? Apa Abang tidak ingin bicara sama Ane?"ucap Ane memegangi tangan Arif mencium tangan nya tapi tidak ada respon dari Arif
"Mbak maaf kan saya" ucap Alan lirih
Ane melihat ke arah Alan, tidak mengerti maksud Alan berkata sepertu itu
"Seharusnya saya yang berbaring di sini, Bang Arif seperti ini karena menolong saya" ucap Alan yang tak kuasa menahan air mata nya.
"Alan ini bukan salah kamu, ini sudah jadi takdir. aku yakin bang Arif akan lebih merasa bersalah kalau membiarkan kamu terluka. Bang Arif memang orang yang sangat baik hatinya selalu tulus" ucap Ane
__ADS_1
"Mbak Ane benar, Bang Arif memang orang yang sangat baik. Alloh pasti akan selalu melindungi bang Arif. ucap Alan
"Abang cepat sadar ya, Ane, mama ,papa dan semua rekan - rekan Abang sudah menunggu"ucap Ane yang masih memegangi tangan suaminya.