
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, kamu baru pulang Rif?" tanya bu Imah
"Iya ma, dari kantor mampir ngecek kegudang tadi"
"Ya sudah, kamu bersih-bersih dan makan dulu, nanti kalau sudah temui mama dikamar ya. ada yang mau mama bicarakan"
"Iya ma" Arif ke kamar dan bertanya-tanya sebenarnya apa yang ingin dibicarakan mamanya
Klek
Arif membuka pintu kamar
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Jawab Ane pelan karena Amar baru saja tertidur
"Amar baru tidur dek?"
"Iya bang, baru saja tidur." jawab Ane
Arif mengambil baju ganti dan membersihkan diri dikamar mandi.
"Abang sudah makan malam belum?"
"Belum sayang, mau makan dirumah bareng istri tercinta saja" Arif menggoda Ane
"Bisa saja kalau merayu, ya udah Ane siapkan dulu ya"
"Boleh dong merayu istri sendiri. yang penting kan bukan istri orang"
"Awas aja berani ngrayu cewek lain!" Ane menyiapkan makan
"Ampun sayang" ucap Arif senyum
Di sela-sela makan malam, Ane menceritakan kedatangan Irma kerumah tadi sore
"Irma kesini? untuk apa?" Arif heran
"Ane juga tidak tau bang, tadi cuma ketemu sama Ane sebentar terus mama nyuruh Ane ke kamar"
"Aneh, untuk apa dia kerumah?" gumam Arif
"Bang, kenapa ya Ane merasa kalau mbak irma itu kok sepertinya tidak terlalu suka sama Ane. padahal kami kan sebelumnya belum pernah bertemu tapi Ane merasa dari caranya bicara dan memandang kayak gak suka gitu" ucap Ane
Selesai makan, Arif menemui mamanya dikamar
"Ma" Arif mengetuk pintu
"Masuk Rif" ucap bu Imah
Arif masuk dan duduk disamping ranjang sambil memijat kaki bu Imah
"Arif, mama memintamu kesini untuk membicarakan soal Irma rekan kamu di perusahaan" Ucap Bu Imah
"Ada apa dengan Irma ma? oya tadi Ane juga bilang dia tadi sore katanya kesini untuk apa ma?"
__ADS_1
"Itu lah yang mau mama bicarakan. mama harap kamu tidak akan terpengaruh dengan rayuan wanita manapun. begini Arif sepertinya mama melihat ada gelagat tidak wajar dan niat tidak baik dari Irma"
"Maksudnya mama apa ini?" Arif mengerutkan keningnya
"Irma sepertinya menaruh hati sama kamu, bahkan terang-terangan mendekati mama. mama bukan orang tua yang tidak mengerti apa-apa. mama tau kalau wanita itu menyimpan niat yang tidak akan baik."
"InsyaAlloh Arif tidak akan tergoda ma" Arif senyum
"Mama percaya sama kamu, tapi kamu harus membuat jarak sama Irma. orang seperti itu biasanya nekat. kamu harus menjaga jarak, perempuan kalau tidak ditanggapi pasti lama-lama akan mundur sendiri. tapi kalau wanita dikasih harapan dia akan semakin berani"
"Iya ma, Arif akan menjaga jarak. terimakasih ya ma selalu mengingatkan Arif"
"Ane seorang istri dan menantu yang baik, mama tidak mau kamu sampai menyakiti hati seorang istri sebaik Ane. Dosa besar jika seorang suami yang membuat istrinya menangis. perlakuan istrimu dengan baik jangan sampai melukai hatinya" bu Imah menasehati
Ane adalah wanita yang sangat beruntung, memiliki mertua yang baik dan penyayang seperti bu Imah. menyayangi Ane layaknya anak kandung sendiri bukan sekedar menantu.
***
Dirumah pak Edi
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, cucu kesayangan nenek datang" ucap Bu Vina memeluk Amar
"Nenek kangen sayang" bu Vina menghujani Amar dengan ciuman
"Gantian dong ma, papa juga kangen" ucap pak Edi tidak mau kalah ingin memeluk cucunya
Ane dan Arif tertawa bersamaan
"Sekarang sudah tidak kangen sama Ane, kangen nya cuma sama Amar" goda Ane
"Maaf ya pa, ma. belakang Arif sibuk banget jadi baru sekarang bisa pulang" ucap Arif mencium punggung tangan pak Edi dan Bu Vina
"Iya tidak apa-apa. papa mengerti pasti sekarang kamu sibuk sekali. apalagi sekarang papa dengar dari Ane, kamu juga mengurus perusahaan keluarga kamu. pasti sangat sibuk Sekarang" ucap pak Edi
"Iya pa, mau nolak juga tidak bisa pa, Arif anak tunggal, mau tidak mau harus mau" ucap Arif
"Hebat kamu Rif, papa bangga sama kamu" ucap pak Edi menepuk punggung Arif
"Ayo kita makan dulu, nenek sudah menyiapkan makanan kesukaan Amar" bu Vina menggendong Amar
"Lihat mama mu senang banget kalau Amar datang hehehe" Pak Edi tertawa
"Iya pa, mungkin mama kangen. kadang Arif juga merasa bersalah kalau terlalu terlalu sibuk. jadi tidak bisa sering-sering pulang" ucap Arif sambil berjalan menuju meja makan
Dimeja makan semua tampak gembira, mereka asyik menikmati makanan yang tersakiti sesekali mengobrol santai.
Dret... dret...
Panggilan masuk dihape Arif
"Pa, ma, Arif ijin mengangkat telpon dulu ya" ucap Arif
"Iya silakan nakal Arif" jawab pak Edi
Arif keruang tamu dan mengangkat telpon dari Irma
__ADS_1
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam pak Arif"
"Maaf ada apa ya bu?" tanya Arif
"Begini pak, bisa kita ketemu? ada hal yang harus kita bicarakan"
"Soal apa ya bu? ini hari minggu jd perusahaan libur. kalau memang harus membicarakan pekerjaan saya rasa besok saja. dan bu Irma bisa langsung menghubungi sekertaris saya saja." ucap Arif
"Tidak bisa pak, sayang harus bicara secara langsung dengan bapak"
"Tapi saya tidak ada dr semarang. saya sedang berada diluar kota"
"Saya bisa menunggunya sampai nanti malam".
"Maaf saya tidak bisa" ucap Arif mematikan telpon nya dan kembali kemeja makan.
Setelah makan Ane dan Arif bersantai ditaman depan rumah Ane
"Tadi siapa yang telpon bang?" tanya Arif
"Bu Irma, entah kenapa dia ngotot banget mau ketemu hari ini. padahal aku sudah bilang kalau aku sedang diluar kota"
"Entah kenapa, Ane merasa takut dengan bu Irma"
"Takut? takut kenapa?" Arif mengerutkan keningnya tak mengerti
"Takut kalau dia merayu suami Ane. jujur saya Ane takut abang tertarik. bu Irma cantik dan sepertinya menyukai abang" ucap Ane
"Sayang, jangan berpikir macam-macam, mau ada seribu wanita seperti Irma tidak akan membuatku goyang. InsyaAlloh abang akan selalu menyayangi kamu.dan InsyaAlloh kita akan bersama sehidup dan sesurga"
***
Dirumah Irma
"Ada apa sayang, kenapa marah-marah?" tanya bu Desi mamanya Irma
"Tidak apa-apa ma" jawab Irma
"Jangan bohong mama tau seperti apa anak mama. kalau sudah seperti ini pasti sedang ada yang membuatnya marah" bu Desi mengusap rambut Irma lembut.
"Ma, sebenarnya.. sebenarnya"
"Sebenarnya apa?" bu Desi melihat Irma penasaran
"Sebenarnya Pak Arif yang Irma ceritakan itu, sebenarnya dia...dia sudah punya istri dan anak"
"Ya sudah, berarti dia bukan jodoh kamu. InsyaAlloh nanti Alloh akan memberimu jodoh yang lebih baik" nasehat bu Desi
"Tapi aku mencintainya ma, aku tidak mau yang lain" ucap Irma dengan nada tinggi
"Apa maksud kamu? sadar kamu Irma. jangan seperti perempuan yang tidak punya harga diri" bu Desi meninggikan suaranya
"Aku cuma mau Arif ma" ucap Irma
^Happy Reading^
__ADS_1
Terimakasih para readers yang selalu memberikan dukungan nya berupa Like, coment dan Vote🥰😘