
"Maksud pak Cahyo, istri saya kerumah bapak?"
tanya Arif
"Iya Pak, kemarin istri bapak kerumah dan menasehati anak kami. namun seperti anak kami masih cukup keras kepala untuk bisa menerima kenyataan kalau pak Arif dan istri saling mencintai. jujur saja melihat istri bapak saya teringat dengan istri saya saat masih muda. dia juga dulu sama seperti istri bapak, selalu mendukung saya hingga saya bisa sesukses sekarang. semua karena ada istri yang hebat dibelakang saya. dan saya melihat itu ada didiri istri pak Arif"
*Flashback*
"Kalau kamu mikirin nasib ribuan karyawan, seharusnya kamu juga tidak egois?"ucap Irma
"Aku egois? apa maksud mbak Irma?"tanya Ane
"Tinggalkan Arif. biarkan dia bersamaku. aku lebih mampu dan lebih pantas untuk menjadi istri seorang seperti Arif. karena aku bisa membantunya mengurus perusahaan. wanita seperti aku yang dibutuhkan Arif bukan kamu"
"Kamu salah mbak, mencintai seseorang tidak seperti kamu. yang kamu lakukan bukan karena cinta tapi obsesi untuk memiliki apa yang mbak Irma inginkan. cinta tidak dengan cara licik seperti itu. apalagi sampai mencampur adukan masalah pribadi dengan masalah pekerjaan. ini bukan hanya tentang bang Arif. kalau hanya tentang bang Arif, saya tidak masalah jika harus menutup perusahaan karena tidak sanggup beroperasional tapi ini masalah ribuan karyawan yang menghidupi keluarganya. mungkin bagi mbak Irma uang tidak jadi masalah karena mbak Irma tercukupi dari kecil mendapatkan semua fasilitas, tapi bayangkan bagaimana nasib para karyawan kalau sampai perusahaan berhenti beroperasional hanya karena masalah pribadi mbak Irma?" ucap Ane dengan mata berkaca-kaca
"Saya tidak perduli dengan apa yang kamu katakan. tapi saya tidak akan mengubah keputusan saya"
"Terserah mbak Irma. tapi saya pun tidak akan pernah meninggalkan suami saya. tapi saya harap mbak Irma bisa memikirkan kembali nasib para pekerja. dan saat kasus Ini mulai diselidiki mbak Irma bahkan akan malu karena tidak profesional dalam bekerja. uang denda mungkin bukan masalah buat mbak Irma, tapi harga diri dan nama baik mbak Irma harusnya jadi bahan pertimbangan. apa mbak Irma tidak malu, sebagai pewaris tunggal PT. Sinar Jaya grup rela berbuat curang untuk merebut hati rekan kerjanya yang sudah beristri "
"Kamu pikir saya perduli dengan pemberitaan seperti itu, saya tidak pernah perduli dengan pemberitaan seperti itu. bagi saya yang terpenting apa yang saya inginkan jadi milik saya. apapun caranya" tegas Irma
"Tapi papa perduli" sahut pak Cahyo yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan Ane dan putrinya
"Apa benar yang dikatakan istri pak Arif ini, kalau kamu memutuskan kontrak kerja sama secara sepihak?" pak Cahyo menatap putrinya
__ADS_1
"Pa, papa sebaiknya masuk saja. Irma akanurus semuanya"
"Jadi benar yang dikatakan istri pak Arif ini? begini mbak kamu pulang saja dulu. biar saya bicara sama putri saya" ucap pak Cahyo
"Iya Om, terimakasih. saya pamit Assalamu'alaikum" ucap Ane mencium punggung pak Cahyo
"Walaikumsalam" jawab pak Cahyo tersenyum
"Lihatlah begitu anggun dan sopan, pantas saja kalau pak Arif begitu menyayangi istrinya. seharusnya kamu lihat itu. jangan mengganggu kebahagiaan orang lain apalagi kamu menggunakan cara kotor seperti itu. semisal pun Arif mau menikah dengan kamu, hidupmu juga tidak akan bahagia. karena kamu sudah menyakiti hati istri dan anaknya" ucap pak cahyo
"Irma tidak mau tau pa, jika Irma tidak bisa menikah dengan Arif. Irma tidak akan pernah menikah dengan siapa pun!"
Selepas Ane pergi, Pak Cahyo memeberi pengertian pada Irma untuk melupakan Arif. pak Cahyo juga meminta Irma untuk tidak usah lagi bekerja di kantornya, namun ancaman Irma membuat pak Cahyo kepikiran karena biar bagaimanapun Irma anak semata wayangnya.
*Flashback off*
"Anda benar, saya memang sangat beruntung mempunyai istri seperti Ane. dia wanita yang baik dan sangat menyayangi orang tua saya"
"Iya, iya saya bisa lihat semua itu dari cara dia bicara" pak Cahyo manggut-manggut
"Jadi bagaimana pak Arif, apa pak Arif akan menggugat perusahaan kami?" tanya pak Cahyo
"Saya sebenarnya juga tidak ingin menempuh jalur hukum tapi saya memikirkan ribuan karyawan. dampak dari pemutusan kontrak ini sangat besar untuk kelangsungan perusahaan kami pak Cahyo. pesanan dari PT sinar Jaya grup yang begitu banyak dan sudah kami kerjakan sekitar 60% tiba-tiba kontrak dibatalkan sepihak. bagaimana kami tidak klimpungan pak? jalan satu-satunya yang bisa saya tempuh hanya jalur hukum" Arif menjelaskan
"Sebagai seorang pengusaha tentu saja saya faham itu pak, tapi jujur sebagai seorang ayah. hati saya juga teriris melihat putri semata wayang saya frustasi seperti itu" pak Cahyo menarik nafas dalam
__ADS_1
"Maaf Pak Cahyo saya juga tidak bisa membantu apa-apa masalah bu Irma. apapun yang terjadi saya tidak mungkin untuk meninggalkan istri saya karena saya sangat mencintai istri saya"
"Saya faham akan hal itu, saya pun tidak menyuruh pak Arif untuk meninggalkan istri bapak. tapi apa tidak mungkin kalau pak Arif menikahi putri saya"
"Apa maksud bapak" Arif tercengang
"Pak Arif bisa menjadikan anak saya sebagai istri kedua pak Arif. dan semua yang saya miliki akan menjadi milik kalian. saya sudah tua dan yang saya inginkan hanya kebahagiaan anak saya" ucap pak Cahyo ragu
"Astaghfirullah pak Cahyo bagaimana bisa bapak berpikir saya akan melakukan semua itu? selain pengusaha saya ini juga seorang anggota Polisi, didalam institusi kami ada aturan yang melarang anggota Polri untuk mempunyai istri lebih dari satu. terlepas dari aturan kedinasan, saya juga tidak akan mungkin menikah lagi. saya sangat mencintai istri saya dan saya tidak mau membuat istri saya sedih. saya harap pak Cahyo bisa mengerti keadaan saya. saya lebih baik kehilangan perusahaan dari pada kehilangan istri yang sangat saya cintai" ucap Arif
"Saya faham pak Arif, tolong maafkan saya. atas kelancang saya. saya hanya seorang ayah yang tidak tega melihat anaknya menangis tapi saya juga tidak bisa membenarkan perbuatan putri saya"
"Saya mengerti apa yang pak Cahyo rasakan. tapi tidak semua yang diinginkan anak itu selalu benar pak. pak Cahyo tidak salah saya mengerti apa yang pak Cahyo rasakan. tapi saya juga sangat menyesal tidak bisa membantu bapak apa-apa. saya akan setia dengan istri saya" tegas Arif
"Masalah perusahaan, saya tidak perlu dilakukan tuntutan pak Arif, perusahaan kami akan kembali melanjutkan kerja sama tersebut"
"Benarkah apa yang Pak Cahyo sampaikan? kalau kita masih akan melanjutkan kerja sesuai kontrak yang sudah kami sepakati?"
"Iya Pak Arif"
"Lalu bagaimana dengan pembatalan kontrak bu Imah?"
"ini perusahaan saya, saya lebih berhak menentukan" ucap pak Cahyo
^Happy Reading^
__ADS_1
Terimakasih atas dukungan nya berupa Like, coment dan Vote๐๐ฅฐ๐