Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
DIPERMALUKAN


__ADS_3

Ting.. tong..


Suara bel pintu apartemen Dokter Sigit berbunyi


Tanpa melihat siapa yang datang, Dokter Sigit langsung membuka pintu apartemennya


Bug.. bug.. bug..


Alan menghajar Dokter Sigit tanpa ampun


Mendengar suara ribut didepan pintu, Nia segera berlari keluar.


"Mas Alan" ucap Nia tercengang membulatkan mata dan menutup mulut dengan tangannya


Melihat Nia yang keluar dari dalam apartemen Dokter Sigit sepagi ini membuat Alan semakin naik pitam, dan semakin memukul Dokter Sigit


"Sudah Alan, sudah, cukup Alan. sudah cukup" Arif berusaha menghentikan Alan


"Alan hentikan, ingat disini ada CCTV-nya" ucap Arif menghentikan Alan memukul Dokter Sigit, karena sebagai seorang anggota Polri, Alan tidak bisa asal memukul seseorang. ada kode etik kepolisian yang harus dijalaninya.


Alan berhenti memukul Dokter Sigit, kini tatapannya tertuju pada Nia.


Nia yang merasa gemetar hanya diam mematung.


"Alan sudah, yang penting kita sudah dapatkan bukti-bukinya" ucap Arif


Karena kasus perselingkuhan memang harus terbukti tangkap tangan. kerena itu saat kesini Alan sudah mengajak Arif dan Diki serata istri Dokter Sigit sebagai saksi atas perselingkuhan yang dilakukan istrinya.


"Jadi kamu yang namanya Dokter Sigit, laki-laki yang sudah meniduri istriku. jika kamu menginginkannya, ambillah! aku tidak butuh wanita laktat seperti ini" ucap Alan menunjuk Nia dengan jari telunjuknya

__ADS_1


Istri Dokter Sigit yang juga seorang dokter masih diam mematung seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Setelah cukup lama menatap Nia, Alan tidak berkata apapun pada Nia tapi langsung membalikkan badan dan melangkah pergi.


"Mas Alan tunggu, ampuni aku mas! aku bisa jelaskan semuanya. ini tidak seperti yang kamu pikirkan!" ucap Nia menyatukan kedua tangannya memohon dan menjatuhkan tubuhnya kelantai dan memegang kaki Alan.


"Tolong mas, beri aku kesempatan untuk menjelaskan. ini tidak seperti apa yang ada dalam pikiran kamu. aku tidak berbuat apa-apa mas, aku hanya, aku hanya_" Nia tidak mampu melanjutkan kata-katanya


Alan tersenyum dan perlahan melepaskan tangan Nia yang masih memegang kakinya.


Tidak ada kata yang keluar dari mulut Alan. hanya terlihat senyum yang menghiasi bibir Alan. walaupun hatinya remuk berkeping-keping tapi sebagai laki-laki, Alan tidak ingin memperlihatkan rasa sakit hatinya pada wanita yang sudah tega menghianati kepercayaannya.


Bagi Alan wanita seperti ini tidak layak untuk ditangisi.


"Mas Alan, aku mohon. tolong jangan seperti ini. aku mohon maafkan aku. aku akan jelaskan mas" ucap Nia kembali mengejar Alan tapi ucapan Nia tidak mampu menghentikan langkah Alan


Nia berdiri dan menghampiri Dokter Sigit.


"Sebaiknya kamu pulang" ucap dokter Sigit saat Nia hendak membantunya berdiri


"Mas, kamu lihat sendiri kan? suamiku sudah tidak mau lagi mendengarkan penjelasan dariku. aku yakin sebentar lagi aku pasti akan diceraikan. sekarang hanya kamu harapanku satu-satunya mas" ucap Nia yang belum menyadari wanita cantik didepannya ini adalah istri dokter Sigit.


Ya Dokter Anggun adalah seorang Dokter gigi yang memiliki postur tubuh tinggi, langsing dan kulit putih. usianya lima tahun lebih muda dari dokter Sigit bisa dikatakan kecantikan Dokter Anggun mungkin melebihi Nia.


Dokter Anggun sendiri menikah dengan Dokter Sigit yang seorang duda beranak satu, istri Dokter Sigit yang pertama meninggal dalam sebuah kecelakaan.


Dokter Sigit dan Dokter Anggun menikah baru sekitar tiga tahun yang lalu dan keduanya memang belum dikaruniai anak.


Melihat perselingkuhan yang dilakukan Dokter Sigit, rasanya sangat sulit diterimanya. karena selama ini Dokter Anggun sudah berusaha menjadi istri yang baik. bahkan merawat dan menyayangi anak Dokter Sigit seperti anaknya sendiri. mereka memang terpisah jarak karena pekerjaan mereka yang berbeda kota. hanya saja seminggu sekali dokter Sigit selalu pulang ke rumah. dan tidak menunjukkan sikap yang aneh. dirumah Dokter Sigit begitu mesra dengan istrinya, tidak menyangka jika ternyata berbuat seperti ini dengan rekan kerjanya.

__ADS_1


"Pulanglah aku tidak ingin mendapatkan masalah"ucap Dokter Sigit pada Nia


Dokter Sigit perlahan berdiri, sementara Dokter Anggun istri Dokter Sigit masih diam mematung bahkan tidak berusaha membantu dokter Sigit untuk berdiri.


"Ma maafkan aku, ini bukan salahku. wanita itu yang berusaha menggodaku. tapi percayalah kami belum sejauh itu" ucap Dokter Sigit menjatuhkan tubuhnya dikaki Dokter Anggun


Melihat apa yang dilakukan Dokter Sigit terhadap wanita yang ada di depannya membuat Nia tampak bingung.


"Mungkinkah" gumam Nia lirih masih melihat wanita cantik yang diam mematung dihadapannya.


Perlahan Dokter Anggun melangkahkan kakinya mendekat pada Nia yang masih berdiri Dihapannya. melihat Nia dari ujung kaki hingga ujung kepala.


"Jadi ini wanita yang membuat kamu menghianati aku? kenapa buruk sekali selera kamu pah? apa kamu tidak bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih cantik dariku" ucap Dokter Anggun menatap tajam Nia


"Kamu ingin tau kan siapa saya? saya istri Dokter Sigit, sekaligus anak dari pemilik rumah sakit tempat kamu bekerja saat ini" Dokter Anggun senyum sinis


"Dan kamu mas, Sepertinya kamu lupa, kamu bisa seperti ini karena siapa? jabatan yang saat ini kamu peroleh sebagai Direktur rumah sakit itu karena siapa? Papi mempercayakan rumah sakitnya dikelola sama kamu karena kamu suamiku. kurang apa aku sama kamu? bagaimana bisa kamu menghianati aku demi perempuan seperti ini" ucap dokter Anggun menunjuk Nia


"Tidak ma, tidak. aku tidak menghianati kamu. dia yang menggodaku, lihatlah sepagi ini dia datang kesini. siapa yang tau kalau dia berniat menggodaku" kilah Dokter Sigit


"Mas, apa maksud kamu aku yang menggodamu? bukankah kamu yang pertama kali merayuku?" ucap Nia dengan mata berkaca-kaca


"Apa maksudmu? tolong hentikan! bukankah aku sudah mengatakan kalau aku sudah mempunyai istri, jangan dekati aku. kenapa terus saja kamu mendekati aku? apa yang sebenarnya kamu inginkan Nia?" teriak Dokter Sigit


"Jahat kamu mas, aku sudah mengorbankan semua untuk kamu, tapi apa? apa yang kamu lakukan sekarang? tidak mas, aku tidak terima kamu perlakukan aku seperti ini" ucap Nia


"Sepertinya kamu wanita yang cukup tidak tau diri juga ya? ada aku istri sahnya Dokter Sigit saja kamu masih berani mengganggu mas Sigit. luar biasa kamu!" dokter Anggun bertepuk tangan didepan muka Nia


"Mas Sigit, sama halnya yang dikatakan suami wanita itu, sepertinya aku juga sudah tidak membutuhkan kamu. laki-laki seperti kamu tidak pantas untukku. silahkan dilanjutkan saja kemesraan kalian yang tertunda" dokter Anggun tersenyum dan melangkah keluar

__ADS_1


__ADS_2