Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
RENCANA RIRI


__ADS_3

Masa - masa Alan berpetualangan mencari cinta kini sudah berakhir, hatinya sudah berlabuh pada Nia. satu - satu nya perempuan yang mampu membuatnya insyaf dan menanggalkan gelar playboy nya. hihihi..


Alan laki - laki yang terkenal cukup playboy karena sering berganti - ganti pacar ini bisa di taklukkan oleh seorang Nia. semenjak mengenal Nia hidupnya berubah. seolah sudah tidak lagi perduli dengan wanita - wanita diluar sana. Nia cukup membuat Alan candu ingin terus dan terus menemuinya. hal itu lah yang membuat Alan nemutuskan untuk segera menikah dengan Nia. tidak ingin membuat dosa.


Senakal - nakal nya Alan tapi masih dalam batas normal. tidak berani menyentuh wanita melebihi batas karena dirinya masih ingat akan dosa


Alan berkali - kali mendaratan ciuman dibibir Nia. keduanya hanyut dalam gairah cinta. Alan yang mulai membuka kancing baju Nia, satu demi satu melepaskan pakaian yang dikenakan tanpa disadari semua pakaian sudah berserakan dilantai.


Malam ini menjadi malam yang panjang untuk keduanya. suara ******* keduanya yang memecah sunyinya malam. dan suara tetesan hujan yang seolah ikut mendukung keduanya memadu kasih.


***


"Pagi sayang" ucap Alan mencium kening Nia


Nia yang baru membuka matanya langsung disambut senyum manis dan kecupan hangat dari Alan laki - laki yang kini resmi mebjadi suaminya.


Dengan manja Nia memeluk tubuh Alan.


"Masih nagantuk" Nia yang masih merasakan mata berat dan ingin kembali tidur.


"Bangun yuk. mandi kita sholat shubuh berjamaah"


"Tidur sebentar lagi ya! masih ngantuk" ucap Nia manja


"Gak boleh, ayo bangun keburu siang nanti. apa mau mas gendong biar mau bangun?"


"Tidak - tidak, aku bisa bangun sendiri?" Nia bergegas turun dan lari kecil ke kamar mandi. Alan terkekeh melihat istrinya.


Dret...dret...


pesan baru masuk dihape Nia


Mendengar ada pesan masuk dihape Nia, Alan yang merasa penasaran mencoba melihat hape Nia.


Alan terkejut melihat Riri yang mengirim pesan.


"(Jangan merasa senang sudah bisa menikah dengan Kak Alan. Kak Alan milik Riri.suatu saat pasti akan kembali sama Riri)"


Betapa terkejutnya Alan melihat Riri berkata seperti itu sama kakak Iparnya.

__ADS_1


Alan mengambil hape nya dan menghubungi Riri namun tak ada jawaban.


Alan merasa ada yang tidak benar.


"Ada apa mas?" tanya Nia yang melihat Alan terdiam memegang hape Nia


"Sini, Mas mau bicara?" Alan menyuruh Nia duduk disamping nya


Nia menurut dan duduk disampingnya.


"Sejak kapan Riri seperti ini" tanya Alan nemperlihatkan pesan dari Riri


"Sejak awal Mas memperkenalkan aku sama keluarga Mas" jawab Nia


"Kenapa tidak pernah bilang kalau Riri seperti ini?"


"Maaf mas, aku hanya tidak mau membuat konflik diantara kalian. aku pun tidak ambil pusing dengan semua yang dikatakan Riri kok. cuma sebenarnya ada yang membuat aku sedikit penasaran."


"Penasaran kenapa?"


"Kenapa aku merasa Riri ini cemburunya sama aku tidak seperti cemburunya adik ya? aku coba serapi aku merasa Riri ini seperti cemburunya seorang wanita yang kekasihnya direbut"


"Apa seperti itu yang kamu rasakan? maaf ya sayang. aku tidak mengira Riri akan seperti itu. nanti aku akan coba bicara sama Riri." ucap Alan


***


"Lho pengantin baru kok sudah disini, Mama kira kalian akan lama di Blora" ucap Bu Indah


"Iya Ma, Alan ada pekerjaan yang tidak bisa ditunda"


"Sabar ya Nia, tugas Polisi memang seperti itu. jam kerjanya kayak tidak ada liburnya heheh" ucap Bu Indah


"Iya tidak apa - apa Ma, Nia mengerti kok" jawab Nia


"Kak Alan" Riri berlari menghampiri Alan dan memeluk Alan manja


"Riri, Kakak mu capek, biar istirahat dulu jangan diganggu. Alan ajak Nia kekamar" ucap Bu Indah dan Riri memanyunkan mulutnya


"Ayo sayang kita ke kamar" Alan menggandeng Nia menuju kamar dan Riri terus menatap tajam hingga punggung mereka tidak terlihat lagi

__ADS_1


"Sayang, kamu istirahat dulu ya. aku mau bicara sebentar sama Mama" ucap Alan


Nia mengangguk dan Alan mencium kening Nia


Alan menemui Mama nya yang masak didapur


"Ma, Alan mau bicara sebentar diluar bisa?"


"Ada apa Lan, serius banget?" Bu indah penasaran


"Kita bicara diluar saja ya ma"


"Baiklah, Mama matikan kompor dulu ya. kamu ke taman aja dulu nanti mama susul"


Alan yang lebih dulu duduk di kursi taman, Rumah Alan memiliki pekarangan yang cukup luas hingga bisa dibuat taman yang cukup indah. ada kolam ikan, bunga, ayunan dan kursi satu set dengan mejanya yang biasa mereka gunakan untuk sekerdar menikmati teh atau kopi saat mereka santai.


"Lan, Ada apa kok sepertinya serius sekali" Ucap Bu Indah duduk dikursi berhadapan dengan Alan.


"Ma, sebenarnya ada yang ingin Alan tanyakan. Apa Riri tau kalau Riri bukan sadaura kandung Alan?" Alan yang sedikit ragu menanyakan soal ini


"Riri? kenapa tiba - tiba kamu tanya hal seperti itu? jangan koyol Alan. kita sudah sepakat tidak akan membahas soal ini kan? jadi bagaimana mungkin Riri bisa tau. sebenarnya ada apa ini Lan?"


"Tadi pagi Alan membuka hape Nia dan Alan menemukan pesan dari Riri yang dikirim untuk Nia"


"Pesan apa memang nya yang Riri kirim?" Bu Indah bingung


"Riri seolah ingin mengatakan kalau jangan terlalu senang bisa menikah dengan Alan dan seolah nantinya Alan pasti akan jadi milik Riri" ucap Alan


"Mungkin itu hanya ungkapan cemburu Riri karena kakak nya tiba - tiba menjadi milik wanita lain. sedangkan selama ini kan kamu selalu ada buat Riri" Bu Indah mencoba untuk tidak berpikir buruk


"Apa mama yakin, hal seperti itu wajar diungkapkan seorang adik kepada kakak iparnya, dan apa wajar kecemburuan yang seperti itu?" tanya Alan


"Menurut Mama wajar - wajar saja, apa istrimu mengeluhakan soal Riri?" tanya bu Indah


"Tidak ma, Nia malah tidak bilang apa - apa tapi Alan sendiri yang tau waktu membuka pesan dihape Nia" jawab Alan


"Alan mama tidak mau ya, kamu berpikir yang tidak - tidak tentang adik kamu. ingat dia adik kamu dan kamu harus selalu memperhatikan adik kamu. Mama harap kamu juga bisa memberi pengertian pada Nia agar bisa beraikap baik dengan Riri. jangan sampai Nia mempengaruhi hubungan kamu dan adik kamu" ucap Bu Indah yang menganggap Nia telah mempengaruhi Alan.


Riri yang dari tadi berada tidak jauh dari situ sengaja mendengarkan percakapan Alan dan mamanya tersenyum puas.

__ADS_1


Karena mama nya lebih mempercayainya ketimbang Nia. dan ini semakin memudahkan niatannya untuk menjauhkan Nia dari Alan.


^Happy reading^


__ADS_2