
"Nana, itu kamu nak. itu benar-benar kamu" gumam Nia dari dalam mobil melihat Nana yang sedang memberi makan ikan.
"Kamu sudah besar sayang, cantik. mama kangen sama Nana. apakah kamu sudah melupakan mama anakku? maafkan mama ya nak! mama adalah mama yang buruk, mama tidak bisa lagi menemani Nana dalam setiap tumbuh kembang Nana, karena kesalahan yang sudah mama lakukan. mama harap suatu saat ini Nana bisa memaafkan mama."Gumam Nia dengan air mata yang mengalir di pipinya.
Kesalahan yang harus dibayar dengan kehilangan semua orang yang disayanginya dan terpuruk dalam penderitaan. itulah Nia saat ini.
Setelah Nana masuk kembali ke dalam rumah, Nia memutuskan untuk pergi ke rumah sahabatnya Ane.
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" jawab Bu Imah
"Bu Imah apa kabar? apa Nia ada dirumah?" tanya Nia setelah sekian lama tidak pernah main ke rumah Ane
"Alhamdulillah ibuk sehat, kamu sendiri bagaimana?" tanya bu Imah
"Nia baik bu" jawab Nia
"Oya, Ane sepertinya sedang main sama Amar ditaman" ucap Bu Imah
"Kalau begitu, Nia susul Ane ditaman dulu ya bu"
"Iya Nia, coba kesana saja. tadi pamitnya sama ibu mau ngajak Amar mainan ditaman" jawab Bu Imah
Nia berjalan ke taman yang ada di kompleks perusahaan. tempat yang dulu juga sering Nia dan teman-temannya datangi setiap tidak ada kegiatan kuliah.
"Ane" panggil Nia melambaikan tangannya melihat Ane dan Amar ditaman
"Nia" ucap Ane
Nia berjalan mendekat dan memeluk Ane
__ADS_1
"Aku kangen banget sama kamu Ane" ucap Nia dan Ane hanya tersenyum
"Hai.. Amar, lagi main apa?" tanya Nia melambaikan tangan pada Amar
"Lagi main bola sama bunda" jawab Amar
"Amar main sendiri dulu ya, mama mau ngobrol sama tante Nia. Amar mainnya jangan jauh-jauh ya tetep dalam pantauan Bunda" ucap Ane pada Amar
"Siap Bunda cantik" jawab Amar
"Amar pintar sekali ya" ucap Nia
"Alhamdulillah, oya ini ada apa? kenapa tiba-tiba kesini?" Tanya Ane
"Apa aku tidak boleh datang kesini?" tanya Nia
"Bukan tidak boleh, tapi tidak mungkin jika tidak ada apa-apa kamu datang kesini" Jawab Ane
"Aku kangen sama kamu, kan kita udah lama gak ketemu. tapi emang iya sih, aku kesini karena mau minta tolong sama kamu hehehe.. " ucap Nia tersenyum memperlihatkan gigi putihnya
"Ane, kamu masih marah ya sama aku? tolong maafkan kesalahanku sama kamu ya, dulu aku khilaf. tapi sekarang aku ingin memperbaiki hubungan pertemanan kita lagi. dan aku sangat berharap kita bisa kembali seperti dulu. kamu sahabat terbaikku Ne" ucap Nia menyakinkan
"Iya, aku sudah tidak mempermasalahkan semua tuduhan yang dulu pernah kamu ucapkan padaku" jawab Ane
"Terimakasih ya Ne. kamu memang teman terbaikku" ucap Nia
"Jadi katakan ada apa?" tanya Ane
"Ne tolong aku, sepertinya cuma kamu yang bisa menolong ku. kamu kan dekat dengan mas Alan dan selama ini mas Alan selalu mendengarkan saran dari kamu dan bang Arif kan?" ucap Nia
"Iya memang ada apa? kamu mau aku ngomong apa sama Alan?" tanya Ane mulai membaca pikiran Nia
__ADS_1
"Begini Nia, kamu sudah tau kan kalau mas Alan saat ini dekat dengan mantan istri suamiku?"
"Iya aku tau, terus kenapa? aku rasa itu sah-sah saja" jawab Ane
"Ane, masalahnya mas Sigit dan keluarganya sangat marah, mendengar kedekatan mantan istri mas Sigit dengan mas Alan" ucap Nia
"Kenapa mereka marah? bukankah seharusnya itu semua sudah tidak ada hubungannya dengan keluarga suami kamu?"
"Mereka marah karena mereka menuduh aku dan mas Alan sengaja bekerjasama untuk mendapatkan harta mantan istri mas Sigit. karena terlalu lucu kalau saat ini mas Alan dekat dengan dokter Anggun. dan ini membuat aku dan mas Sigit sangat tidak nyaman"
"Lalu kamu mau bagaimana?" tanya Ane
"Aku mau minta tolong sama kamu untuk menasehati mas Alan agar jangan berhubungan dengan Dokter Anggun. mas Alan bisa berhubungan dengan siapapun asal jangan mantan istri mas Sigit."
"Maaf permintaan kamu terlalu berlebihan Nia, aku tidak bisa melakukannya. itu bukan ranahku untuk mencampuri urusan pribadi Alan. mereka pasangan lajang dan tidak berdosa bagi mereka untuk menjalin hubungan" jawab Ane
"Tolong Ane, aku mohon. rumah tanggaku akan hancur jika Alan masih berhubungan dengan Dokter Anggun. mas Sigit sangat marah" ucap Nia
"Kalau suami kamu marah melihat hubungan Mantan istrinya dengan Alan, seharusnya kamu perlu mempertanyakan. apakah suami kamu masih mencintai mantan istrinya? karena normalnya yang namanya mantan jika memang sudah tidak memiliki perasaan pasti tidak akan mencampuri urusan mantannya. kecuali_" ucap Ane tidak melanjutkan perkataannya
"Kecuali apa? kecuali suamiku masih mencintai mantan istrinya maksud kamu?" timpal Nia dan Ane mengangkat kedua pundaknya
"Mas Sigit sudah tidak mencintai mantan istrinya Ne, mas Sigit hanya merasa risih dengan anggapan kami bertukar pasangan dan seperti yang aku bilang tadi keluarga mas Sigit sekarang menyudutkan aku, mengira aku dan Alan bekerjasama demi mendapatkan harta Dokter Anggun" jelas Nia walaupun dalam hatinya membenarkan perkataan Ane kalau suaminya memang masih mencintai mantan istrinya. bahkan secara terang-terangan Dokter Sigit sudah mengatakan padanya kalau masih mencintai Dokter Anggun. namun Nia sudah bertekat walaupun sakit hati, dirinya akan mempertahankan rumah tangganya dengan dokter Sigit
"Nia kamu itu polos atau bagaimana? terlalu jelas kalau suami kamu itu masih belum rela mantan istrinya dekat dengan laki-laki lain. harusnya kamu menanyakan itu pada suami kamu bukan malah menyuruh Alan untuk tidak berhubungan dengan dokter Anggun" ucap Ane
"Aku hanya ingin mempertahankan rumah tanggaku. aku tidak ingin rumah tanggaku hancur lagi. aku tau mas Sigit masih mencintai mantan istrinya. tapi aku tidak ingin berpisah dengan mas Sigit, aku tidak ingin melihat orang tuaku kecewa jika sampai pernikahanku gagal lagi. dan hubungan mas Alan dengan mantan istri suamiku membuat suasana rumah semakin panas."
"Nia, kamu itu bodoh atau gimana? dengan kamu menyuruh Alan untuk meninggalkan Dokter Anggun, itu sama halnya kamu memberi kesempatan pada suami kamu untuk kembali mendekati mantan istrinya" ucap Ane
"Iya aku tau itu Ne, tapi aku yakin mantan istrinya tidak akan pernah mau rujuk kembali dengan Mas Sigit. itu sebabnya kenapa aku berharap mas Alan tidak menjalin hubungan dengan Dokter Anggun, setidaknya mas Sigit dan keluarganya tidak ada alasan lagi untuk memusuhi dan menuduh aku bekerjasama dengan Mas Alan."
__ADS_1
"Jujur aku tidak faham dengan jalan pikiran kamu Nia. terlalu rumit hidup yang kamu jalani" ucap Nia
^ Happy Reading ^