Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERTEMUAN SAKA DAN NUR


__ADS_3

Setelah sampai dirumah, Saka yang baru saja merebahkan tubuhnya dikasur dikagetkan dengan telpon masuk dari rumah sakit tempat dimana Nur dirawat. perawat mengabarkan kalau Nur sudah jauh lebih baik dan bisa diajak berbicara secara dua arah. harusnya ini kabar yang menggembirakan bukan? mendengar kabar Nur sudah membaik ada perasaan lega dihatinya tapi tidak bisa dipungkiri hatinya kini juga mulai gelisah dan takut. takut Tika akan benar- benar-benar meninggalkan nya. Saka mencintai Tika dan tidak ingin kehilangan Tika tapi disisi lain, Saka tidak akan mampu menahan Tika untuk tetap bersamanya. kesalahan yang pernah dilakukan dimasa lalunya membuat dirinya harus membayar dimasa sekarang. masa dimana seharusnya dia bisa berbahagia dengan Tika. satu-satunya wanita yang kini ada dihatinya.


"Ada mas? apa ada sesuatu? kenapa terlihat begitu bingung?" tanya Tika melihat Saka yang bengong


"Em.. begini sayang, tadi pihak rumah sakit menelpon, memberi kabar soal keadaan Nur" Ucap Saka tampak ragu


"Lalu? kenapa mas Saka jadi seperti ini? apa terjadi sesuatu pada mbak Nur?" Tanya Tika penasaran


Saka menggeleng- gelengkan kepalanya


"Terus kenapa mas Saka bingung seperti ini?" Nur menatap Saka lekat


"Justru sebaliknya, perawat yang barusan menelpon mengatakan kalau keadaan Nur sudah semakin membaik dan sekarang sudah bisa diajak komunikasi dua arah" jawab Saka


"Alhamdulillah, bagus dong berarti mbak Nur sebentar lagi benar-benar sembuh dan bisa segera pulang" ucap Tika senang


Tapi tiba-tiba Tika terdiam untuk beberapa saat.


"Kenapa" ucap Saka


Tika menggelengkan kepalanya


"Berarti sebentar lagi tugas Tika disini juga selesai" ucap Tika berusaha senyum walaupun hatinya merasa seperti terhimpit benda yang sangat berat. sesak dan sakit. mungkin itu lah yang menggambarkan perasaan Tika saat ini.


"Sayang, apa benar-benar harus seperti ini? apa tidak ada cara lain? apa kamu pikir, dengan aku memaksakan diri untuk bersama Nur bisa membuat dia bahagia sedangkan aku tidak mencintainya?" ucap Saka terlihat sedih


"Mas, kamu harus membahagiakan mbak Nur. kalian ada anak yang membutuhkan kasih sayang kalian berdua. besok pagi temui mbak Nur ya" ucap Tika

__ADS_1


Malam ini Tika kembali tidak bisa memejamkan matanya, air mata yang sedari tadi ditahan agar tidak tumpah dihadapan Saka kini tak mampu lagi dibendung nya. ditengah kesedihanya Tika mengambil air wudhu dan mengerjakan sholat istiqaroh untuk meminta petunjuk pada Alloh. Ditengah kebimbangannya Tika meminta petunjuk dan menumpahkan kesediaanya dihadapan Alloh.


"Ya Alloh, berikanlah hamba petunjuk, hamba mencintai suami hamba tapi hamba tidak ingin menjadi penghalang untuk suami hamba menebus Dosa-dosanya dimasa lalu. hamba tau sesungguhnya engkau membenci perceraian. tapi apa yang harus hamba lakukan? hamba juga tidak akan sanggup jika harus berbagi hati." ucap Tika dalam do'anya lirih namun Saka yang sebenarnya juga tidak bisa tidur mendengar doa istrinya. Saka tau bukan hanya dirinya yang bimbang. akibat kesalahan dimasa lalunya kini istrinya harus ikut menanggung kesedihan karenanya.


"Maafkan aku Tika, maafkan aku" ucap Saka lirih meneteskan air matanya hingga membasahi bantalnya.


keesokan harinya Saka kerumah sakit seorang diri. sedangkan Tika dirumah menjaga Almira


Sengaja Saka tidak mengajak Almira agar Almira tidak kebingungan nantinya melihat reaksi Nur.


"Nur" ucap Saka masuk kedalam ruang perawatan Nur


Nur yang sedang tertidur sayup-sayup mendengar seseorang memanggil namanya.


Seperti tidak asing dengan suara tersebut Nur perlahan membalikkan tubuhnya. Menatap lekat wajah yang saat ini sedang berdiri di depan pintu. wajah yang selama ini menyakiti hatinya namun selalu dirindukannya.


Untuk seper sekian detik mereka hanya sama-sama menatap dan saling pandang. tak mampu berkata-kata hanya tetesan air mata yang menggambarkan seperti apa isi hati mereka saat ini.


"Nur" kembali Saka memanggil dan perlahan melangkahkan kakinya mendekati Nur yang masih berada diranjang rumah sakit


Perlahan Nur bangun dan duduk seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Seperti seorang yang sudah tertidur begitu lama itulah yang Nur rasakan saat ini. dan seperti mimpi saat dia bangun melihat orang yang dicintainya berdiri dihadapannya.


"Mungkin aku sedang bermimpi" batin Nur namun matanya terus menatap Saka. dekat dan semakin dekat.


"Kenapa semakin dekat dan seperti nyata" gumam Nur lirih

__ADS_1


"Nur, ini aku Saka" ucap Saka lagi


"Dan kenapa aku bisa mendengar suaranya sekarang?" gumam Nur lagi


"Ini aku Nur Saka. aku ada didepan kamu. dan kamu tidak sedang bermimpi" ucap Saka menyakinkan Nur


"Saka" Ucap Nur kembali menatap Saka lekat, cairan bening dimatanya tidak mampu dibendung lagi dan lagi air mata itu mengalir antara percaya dan tidak percaya Saka ada dihadapannya.


"Benarkah kamu Saka? Saka yang aku cintai?" ucap Nur tangannya diangkat keatas berusaha meraba pipi Saka


"Benerkan kamu Saka? kamu ada disini? bersamaku?" ucap Nur dengan air mata yang terus menetes seolah enggan untuk berhenti.


"Iya, aku Saka" ucap Saka dengan mata berkaca-kaca. sekarang dirinya benar-benar menyadari niat awalnya hanya untuk bermain-main dengan Nur ternyata di sambutnya dengan cinta yang begitu besar. hingga membuat Nur seperti ini.


Tampak jelas dimata Nur rasa cinta yang dimiliki untuk Saka. meskipun cinta itu hanya Nur sendiri yang merasakan karena sejatinya dari awal Saka tidak benar-benar mencintai Nur. Nur hanya dijadikan obyek pemuas nafsunya lantara saat itu Nia engan menuruti keinginan Saka. Nia yang saat itu berpegang teguh dengan prinsipnya "no *** before marriage"


Membuat Saka berpikir untuk mencoba mendekati Nur, gayung bersambut ternyata Nur menerimanya walaupun hanya dijadikan yang kedua. dan Nur juga mau diajak berbuat lebih saat itu. berbeda halnya dengan Nia. walaupun bertahun-tahun pacaran dengan Nia ciuman yang sebagian orang dianggap hal biasa pun, Nia tidak mau. selama pacaran dengan Nia hal lebih yang mereka lakukan hanyalah berpegang tangan dan boncengan dengan moge nya Saka.


Itu yang membuat saat itu, Saka tidak ingin kehilangan wanita seperti Nia. sedangkan dengan Nur Saka melakukannya tanpa cinta. hanya untuk memuaskan hasratnya semata.


Dari kisah ini kita bisa belajar, untuk menjaga marwah kita sebagai wanita. jangan gampang terlena dengan bujuk rayu laki-laki, karena sejatinya laki-laki yang benar-benar mencintaimu akan menjaga kehormatanmu. dan laki-laki yang menginginkan kehormatanmu sebelum menghalalkanmu sejatinya dia tidak benar-benar mencintaimu. apapun alasannya yang pasti cinta itu tidak akan merusak.


Nur masih terdiam dengan air mata di pipinya seraya tersenyum.


"Saka" ucap Nur


^Happy Reading sayanx^

__ADS_1


Jangan lupa Like, coment dan Vote ya. kasih rating bintang lima dan subscribe juga ya sayanx. terimakasih 🙏😘🥰


__ADS_2