
"Terus aku harus bagaimana kalau aku tidak bahagia dengan pernikahanku Ne? aku tidak mungkin kan menghabiskan waktu ku untuk orang yang sudah tidak lagi sejalan dengan ku? "
"Kamu salah Nia, tidak seharusnya kamu berkata seperti itu, itu sama halnya kamu mempermainkan pernikahan. coba kamu pikir, apa yang harus dilakukan jika Kamu diposisi Alan? Alan itu seorang polisi? dia terikat tidak bisa seenaknya sendiri. Nia pikiran kan lagi sebelum kamu mengambil keputusan. setidaknya pikiran anak kamu. jangan turuti egomu"
Ane berusaha menasehati Nia. tapi Nia yang sepertinya sudah tidak mau lagi mempertahankan pernikahannya memilih untuk pergi dan sepertinya marah dengan nasehat dari Ane sahabat nya. karena mereka tidak
Ane pulang dengan keadaan gusar, disisi lain sahabatnya yang satu sedang bahagia tapi disisi lain sahabatnya satunya sedang diambang kehancuran.
Sebagai seorang istri Polisi memang harus memiliki jiwa yang besar untuk bisa mengerti pekerjaan suami sebagai seorang istri Polisi juga harus bisa mendukung setiap tugas suami. diluar sana suami harus mengahadapi berbagai macam penjahat. jika suami pulang dengan keadaan selamat dan baik-baik saja, seharusnya sebagai seorang istri kita bisa menyambutnya dengan hangat, membuatnya merasa rumah adalah tujuannya pulang untuk bisa mendapatkan kenyamanan setelah bergelut dengan pekerjaan yang setiap saat mengancam jiwanya.
***
Dirumah sakit
Nia yang merasa kesal karena merasa Ane kali ini tidak ada di pihaknya tentu saja merasa kecewa.
"Kamu kenapa?" tanya Sinta yang melihat Nia murung dimeja kerjanya
"Gak papa, lagi kesel aja sama teman. kenapa sih gak ada yang bisa memahami perasaan aku"
"Emang ada apa?"
"Salah ya, kalau aku ingin mendapatkan kebahagiaan? aku capek harus selalu mengerti keadaan suamiku yang selalu saja sibuk sendiri"
"Ya wajarlah, kita ini kan sebagai seorang wanita juga butuh kasih sayang, butuh diperhatikan. kalau aku punya laki kayak gitu, udah aku tinggalin dari dulu. kita cantik, bisa cari uang sendiri, banyak laki-laki yang masih mau sama kita" ucap Sinta
Setelah berbicara dengan Sinta, kini Nia memikirkan omongan Sinta yang dirasakan benar.
"Hai Nia" ucap Dokter Sigit menepuk pundak Nia
"Eh.. Dokter Sigit"
"Jangan kebanyakan bengong! kesambet setan lewat lho" goda dokter Sigit
"Setannya Dokter Sigit mungkin" balas Nia
"Hahaha" Dokter Sigit tertawa
"Kamu mau kemana ini?" tanya dokter Sigit
"Mau cari kopi dok"
"Kamu masuk malam apa siang kok jam segini udah disini?"
"Masuk malam dok, cuma lagi jenuh dirumah jadi berangkat lebih cepet"
"Masih ada banyak waktu berarti dong?" tanya dokter Sigit melihat jam ditangannya
__ADS_1
"Sepertinya gitu" jawab Nia
"Temani aku makan saja yuk, kebetulan aku belum makan dari siang"
"Dokter bukannya ini masih jaga harusnya? masuk siang kan tadi?"
"Iya aku masuk siang, tapi gak papa udah ada dokter Luluk didalam. gimana mau ya temani aku makan?"
"Boleh deh Dok"
Nia kini sudah berada di dalam mobil dokter Sigit. keduanya bercanda tanpa ada kecanggungan.
Nia terlihat bisa tertawa lepas dengan dokter Sigit. berbeda saat dengan Alan suaminya. setiap bertemu pasti selalu ribuan.
Disebuah restoran Dokter Sigit memarkirkan mobilnya dan menyuruh Nia untuk tetap didalam dulu. dokter Sigit segera turun dan membuka kan pintu untuk Nia.
"Terimakasih Dok" ucap Nia merasa sangat diperhatikan pasalnya jika bersama Alan hal itu tidak pernah dilakukan.
Alan memang tipe laki-laki yang bukan romantis, sehingga sering kali membuat Nia merasa tidak diperhatikan.
Sedangkan Dokter Sigit, memperlakukannya dengan sangat baik.
Dokter Sigit ini sebenarnya juga sudah mempunyai keluarga tapi tinggal diluar kota.
dan disini dokter Sigit tinggal sendiri di apartemen.
"Nia mau pesan apa" dokter Sigit menyodorkan daftar menu
"Okay aku yang pilihin ini berarti ya?"
"Iya dok"
Dokter Sigit memanggil pelayanan dan memesan beberapa makanan.
"Oya, tadi kamu bilang lagi jenuh dirumah. memang ada masalah apa? ribut sama suami kamu?"
"Ribut ma, tiap hari dok" jawab Nia
Dokter Sigit mengerutkan dahinya
"Kenapa seperti itu?"
"Ya gimana ya dok? suamiku itu hampir tiap hari gak pernah dirumah. selalu saja alasan pekerjaan" gerutu Nia
"Suami kamu polisi kan? sepertinya wajar kan kalau polisi itu sibuk?"
"Iya Dok, tapi untuk apa dia nikah kalau tidak bisa membagi waktu. aku kan juga butuh diperhatikan"
__ADS_1
"Jadi itu masalahnya, kalau aku saja yang memperhatikan mau?" dokter Sigit mengedipkan matanya
"Igh.. dokter apaam sih? bercanda nya gak lucu!"
"Gak bercanda, beneran aku gak lagi bercanda" dokter Sigit menatap mata Nia lekat
"Dokter kan punya istri?"
"Masalahnya dimana? apa kamu pernah lihat istriku disini?" tanya dokter Sigit
"Tidak dok" Nia menggeleng
"Itulah alasanku, mungkin kisah kita ini hampir sama."
"Maksudnya?" Nia menatap dokter Sigit
"Ya, kita sama. Sama-sama kesepian dan membutuhkan kasih sayang. istriku orangnya sangat acuh dan dingin. itu karena dulu kami menikah karena perjodohan. tidak ada cinta diantara kami. tapi dari awal aku melihat kamu, ada rasa yang tidak biasa" ucap dokter Sigit
"Ta-tapi dok" Nia terlihat gugup
"Jangan buru-buru menolak, kamu pikirkan saja dulu."
Tak lama kemudian pelayanan datang dengan berbagai macam menu yang sudah dipilih oleh dokter Sigit
Nia menatap semua menu yang tersaji dan tersenyum.
"Dok.. ini kan?" Nia menunjuk makanan
"Iya makanan kesukaan kamu kan?" dokter Sigit senyum
"Bagaimana dokter bisa tau semua makanan favorit saya dok?" Nia membulatkan matanya seolah tak percaya
"Tau lah, kan tadi aku sudah bilang. aku memperhatikan kamu sejak awal aku melihatmu"
Nia merasa tersanjung, sebagai seorang wanita yang tidak pernah diperhatikan suaminya hati kecilnya meronta-ronta.
Alan bukan tidak memperhatikannya Namun kesibukan dan sikap cuek Alan lah yang membuatnya seolah tidak pernah memperhatikan. tapi jauh dilubuk hatinya. Alan sangat menyayangi Nia.
****
Alan yang saat ini sedang bermain dengan anaknya dirumah terkejut karena ternyata mamanya mengetahui kalau rumah tangganya dengan Nia sedang tidak baik.
"Lan, jangan berlarut-larut seperti ini tidak baik. yang namanya rumah tangga itu harus saling mengerti dan memahami. jangan mencari benarnya sendiri"
"Ma, apa sangat terlihat ya, kalau rumah tangga Alan sedang tidak baik?"
"Kita kan tinggal satu atap. jadi mama tau kalau kamu sering ribut dengan Nia. mama sebenarnya tidak ingin ikut campur. tapi melihat kalian yang terus seperti ini membuat mama mau gak mau sepertinya harus turun tangan. karena mama tidak mau rumah tangga anak mama harus hancur. lihatlah perjuangannya kalian dulu untuk bisa bersatu. jangan menyia-nyiakan semua itu "
__ADS_1
^Happy Reading^
Jangan Lupa Like, coment dan vote ya😘😍