
Nur dan ustadz Guntur tampak bahagia dengan pernikahan mereka. Saka yang melihatnya tampak merasakan bahagia walaupun ada perasaan seperti tidak rela tapi Saka juga bersyukur setidaknya dengan melihat Nur sekarang bahagia. sedikit mengurangi rasa bersalah setelah penderitaan yang pernah Nur terima karena ulahnya yang saat itu terlalu pengecut.
Setelah puas bermain dengan AAlmira Nur dan ustadz Guntur menjenguk Nia ketahan namun kedatangan mereka ditolak oleh Nia. saat ini Nia sedang tidak ingin bertemu dengan siapa pun.
Nur dan ustadz Guntur bertemu dengan Alan yang saat ini berada di kantor. Alan menceritakan kronologi kejadian pada Nur, dan itu semua membuat hati Nur iba. tidak menyangka dengan nasib sahabatnya.
"Itu jalan yang diinginkan Nia Nur, biarlah ini semua menjadi pembelajaran untuk dirinya" ucap Alan yang saat itu buru-buru akan menjemput Dokter Anggun
"Oya Nur maaf ya, sebenarnya masih ingan ngobrol dengan kalian tapi saat ini aku sedang ada janji dengan seseorang" ucap Alan pamit.
"Iya tidak mas, kami juga sudah mau pulang mas juga" jawab Nur
***
Alan menjemput Dokter Anggun di apartemennya dan dibawa untuk bertemu dengan kedua orang tua Alan dan Nana.
Bu Indah hampir tidak percaya ternyata benar Dokter Anggun adalah wanita yang sangat cantik dan terlihat serasi dengan putranya. selain Dokter Anggun sopan dokter Anggun juga wanita yang rendah hati, padahal dengan kekayaan yang dimiliki mungkin kalau orang lain pasti akan meremehkan keluarga Alan. tapi tidak dengan dokter Anggun, dia sangat menghormati keluarga Alan. dan yang membuat bu Indah lega. Dokter Anggun juga terlihat begitu dekat dengan Nana.
setidaknya jika Alan menikah dengan Dokter Anggun, Nana punya mama yang bisa menyayanginya.
Tak butuh waktu lama bagi keduanya untuk meresmikan pernikahan mereka, merasa sama-sama cocok, kedua keluarga sudah saling memberikan restunya membuat Alan dan Dokter Anggun ingin mempercepat pernikahan mereka.
Dihari menjelang pernikahan Tasya datang pada Alan dan memohon untuk tidak menikah dengan Namanya.
"Om, Tasya mohon. kalau om menikah dengan mama bagaimana dengan papa. papa membutuhkan mama. saat ini papa baru saja sadar dan papa selalu menanyakan mama. Tasya mohon om mengerti kalau papa dan Tasya sangat membutuhkan mama. kami tidak bisa kehilangan mama" Tasya terisak
"Maaf Tasya, hari pernikahan sudah ditentukan. dan antara papa kamu dan Anggun sudah tidak ada hubungan apa-apa. dan sekarang mama Anggun dan om Alan sudah saling mencintai. dan om tidak akan melarang jika Tasya mau bertemu dengan mama Anggun. kapanpun Tasya mau Tasya boleh bertemu dengan mama Anggun"
Tasya kembali kerumah sakit dengan perasaan kecewa, karena tidak berhasil membujuk Alan untuk membatalkan niatnya.
"Pa, bagaimana keadaan papa?" tanya Tasya yang baru saja kembali
"Papa sudah merasa jauh lebih baik" jawab Dokter Sigit
__ADS_1
"Pa, sebentar lagi mama Anggun akan menikah dengan Om Alan"
"Hembb... " Dokter Sigit menghela nafas berat.
"Papa tidak apa-apa kan?"
"Tidak sya, papa tidak apa-apa, dari awal semua salah papa. wajar jika mama kamu memilih menikah dengan orang lain. apa kamu tau bagaimana kabar Nia?"
"Tante Nia saat ini sedang menjalani hukuman dan meninggal jadwal sidang minggu depan sepertinya pa"
"Sebenarnya kalau papa pikir-pikir papa juga kejam. kalau papa tidak kejam dengan tante Nia, tante Nia juga tidak akan melakukan ini sama papa?"
"Sudah papa istirahat jangan pernah membahas nama itu lagi. biarkan tante Nia menerima hukuman yang seharusnya dia terima" ucap Tasya berlalu
Dokter Sigit melihat putrinya pergi dengan kesal.
Berjuang anatara hidup dan mati selama beberapa hari ini membuatnya tersadar kalau dirinya sangat kejam selama ini. karena satu kesalahan diawal, kini banyak kesalahan dan penderitaan yang harus ditanggung olehnya dan beberapa orang terdekat, termasuk Tasya. dari kecil Tasya yang sudah tidak merasakan sosok kehadiran seorang ibu bisa kembali merasakan kehadiran seorang ibu setelah bertemu dengan Dokter Anggun, namun karena membiarkan hawa na*su menguasinya hancurlah semua kebahagiaan yang dirinya dan Tasya rasakan. Sirna tak berbekas. hanya kesedihan yang saat ini didapatkan.
Dan hari ini semua berkas hasil pemeriksaan penyidikan tentang Nia siap disidangkan.
Dipersidangan tampak Pak Karsa, bu Iin, Ane, Wawa dan juga Alan berada di sana untuk mengikuti jalannya persidangan.
Didepan majelis hakim, Nia mengakui semua kejahatan yang telah dilakukan tanpa ada sanggahan.
Percobaan pembunuhan (Pasal 53 junto 338 KUHP), sehingga maksimumnya adalah 10 tahun penjara. Apabila kejahatan yang bersangkutan diancam pidana mati atau penjara seumur hidup, maka menurut Pasal 53 ayat (3) maksimum pidana yang dapat dijatuhkan hanya 15 tahun penjara.
Dengan pasal diatas Hakim menjatuhi Nia dengan hukuman 10 tahun penjara.
Mendengar putusan yang dibacakan Hakim, bu Iin langsung histeris dan jatuh dipelukan pak Karsa
"Nia yah, Nia. tolong Nia yah" tangis bu Iin
"Sabar bu, istighfar" pak Karsa mencoba menenangkan bu Iin yang sudah sangat frustasi.
__ADS_1
Nia berjalan didampingi polisi untuk diantarkan menuju Lapas.
Mulai hari ini sampai sepuluh tahun kedepan Nia akan tinggal diLapas.
Nia berjalan gontai memandang Ayah dan ibunya kemudian pandangannya beralih pada Alan yang tampak berdiri tak memperlihatkan ekspresi apapun, apa yang ada dihatinya. hanya Alan yang tau.
Nia juga melihat Ane dan Wawa saling menangis dan berpelukan.
***
Satu bulan kemudian
Alan dan Dokter Anggun mengurus segala sesuatu untuk melakukan proses Sidang nikah kantor. Alan berharap ini sidang nikah kantor ini yang terakhir baginya,setelah sebelumnya dirinya sudah pernah gagal.
Alan dan Dokter Anggun mengikuti segala rangkaian proses sidang nikah kantor
Seminggu setelah Acara nikah kantor keduanya menggelar resepi pernikahan yang dihadiri banyak rekan kerja mereka
Arif dan Ane hadir dalam acara pernikahan Alan dan Dokter Anggun, keduanya tampak cantik dan ganteng dengan menggunakan setelan batik yang serasi.
"Hai brow selamat ya" ucap Arif menyalami Alan dan tersenyum pada Dokter Anggun
"Selamat ya Alan, Dokter Anggun. bahagia selalu" ucap Ane
"Sayang, ini Bang Arif atasan sekaligus abang aku. kalau ini kak Ane sudah seperti kakak bagiku" ucap Alan memperkenalkan
"Senang bertemu dengan kalian" ucap Dokter Anggun
Ane dan Dokter Anggun tampak mulai akrab dan mereka mengobrolkan banyak hal tentang kehidupan mereka.
^Happy Reading^
Jangan lupa, like coment dan vote y🙏🥰😘
__ADS_1