Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 266


__ADS_3

Siang ini Alan mengajak Dimas yang merupakan rekan kerjanya dikantor untuk makan siang, Dimas ini seorang Bintara baru yang saat ini masih berpangkat Briptu. Usianya 23 tahun, postur tubuhnya tinggi, dan ganteng yang jelas tidak kalah dari Amar


Dan sebelumnya Alan sudah mencoba mencari tau tentang latar belakang Dimas termasuk soal kisah percintaannya. Dan ternyata Dimas adalah laki-laki yang dididik dengan sangat ketat olah orang tuanya dengan ajaran agama yang sangat baik, sehingga Dimas tidak seperti umumnya laki-laki yang menganggap pacaran itu hal yang wajar.


"Dim, ayo makan siang sama aku" ajak Alan


"Sekarang ndan?" tanya Dimas


"Iyalah, kan sudah waktunya makan siang"


"Siap ndan" jawab Dimas


Didalam mobil Alan berusaha mengajak Dimas untuk mengobrol lebih banyak tentang dirinya dan keluarganya.


"Kamu sudah punya pacar Dim?" tanya Alan didalam mobil


"Siap, belum komandan."


"Laki-laki seusia kamu, kenapa belum punya pacar? kamu kan ganteng. Pasti banyak yang suka dong?" pancing Alan


"Gimana ya ndan, saya itu tidak boleh pacaran sama Ayah, kalau ada yang sekiranya cocok. Ayah bilang langsung ta'aruf saja. Dan sampai saat ini saya belum menemukan wanita itu" jawab Dimas


"Luar biasa didikan keluarga kamu Dim, aku punya anak gadis Dim. Mau tidak aku kenalkan? kebetulan dia baru lulus kuliah tahun ini dan sekarang sudah bekerja" ucap Alan


"Hehehe.. kalau memang jodoh Dimas juga tidak menolak.Tapi Dimas juga tidak bisa berjanji apa-apa komandan, biar Alloh Yang menentukan" jawab Dimas


"Iya Dimas, saya juga tidak memaksa. Hanya kenalan saja dulu, siapa tau anak saya masuk dalam kriteria kamu" ucap Alan


"Ini kita makan siang sama istri saya saja ya, kebetulan istri saya barusan menghubungi katanya mau makan siang bersama"


"Apa tidak apa-apa ada saya ndan? takutnya mengganggu acara makan siang komandan dan istrinya" ucap Dimas


"Tidak apa-apa, kami ini bukan anak muda lagi. Kamu Ini dim, dim" ucap Alan tertawa ringan


***


Dirumah sakit


"Na, ikut mama makan siang yuk" ajak Anggun


"Tapi ini Nana masih ada pekerjaan ma, bagaimana kalau Mama duluan saja" ucap Nana

__ADS_1


"Udah ditinggal saja dl, Mama males kalau makan sendiri" ucap Anggun


"Tapi ini gimana ma?" ucap Nana melihatkan setumpuk berkas


"Dilanjutkan nanti saja lagi, sekarang waktunya makan siang. Jangan melewatkan jam makan. Tidak baik" ucap Anggun masih berusaha membujuk Nana


"Ya deh mah" Jawab Nana dan kembali merapikan berkas-berkas yang ada diatas mejanya.


"Lho kita mau makan dimana mah? Nana kira kita mau makan dikantin?" tanya Nana melihat Anggun mengajaknya berjalan keluar


"Gak sayang, ini tadi papa kirim pesan ngajak kita makan diluar, katanya papa keberuntungan ada disekitar sini" jawab Anggun


"Sama papa juga mah? tumben Papa makan siang bareng kita" ucap Nana mengekori Anggun


"Kan mama sudah bilang, papa kebetulan ada pekerjaan di sekitar sini, jadi sekalian saja Na" Jawab Anggun tersenyum


Disebuah rumah makan yang letaknya tidak jauh dari rumah sakit Anggun, Alan dan Dimas sudah datang lebih dulu dan sudah memasankan beberapa makanan


"Itu Papa Na" ucap Anggun menunjuk kearah Alan dan Dimas


"Eh.. iya itu Papa mah, papa sama siapa itu mah


?" tanya Nana


"Assalamu'alaikum" ucap Anggun mencium tangan Alan dan hendak berjabat tangan dengan Dimas, namun Dimas menyatukan tangannya didepan dada seraya menganggukkan kepalanya dan tersenyum


Begintu juga saat melihat Nana, Dimas melakukan hal yang sama. Dimas memang sangat membatasi dirinya untuk tidak bersentuhan dengan perempuan yang bukan mahram nya.


"Oow.. maaf" ucap Anggun yang paham


"Tidak apa-apa Bu, Dimas yang seharusnya minta maaf" ucap Dimas sopan


"Dim, ini istri saya. Namanya Anggun. Kalau ini putri kami, namanya Nana" ucap Alan memperkenalkan


"Saya Dimas Bu Anggun, mbak Nana" ucap Dimas sopan


"Oow.. nak Dimas ini satu unit sama mas Alan?" tanya Anggun


"Iya Bu, kami satu Unit dan pak Alan atasan saya" jawab Dimas


"Seneng lihat polisi yang masih muda gini, jadi ingat mas Alan waktu masih muda" canda Anggun

__ADS_1


"Lha emang sekarang udah tua mah?" sahut Alan


"Siapa bilang sudah tua? bukan sudah tua mas, tapi sekarang sudah berumur" ucap Anggun tertawa


"Mama sama papa ini pasangan yang selalu romantis dan membuat semua orang yang melihatnya pasti iri" ucap Nana


"Anak papa iri? kalau iri cepat nikah dong! usia juga udah cukup buat nikah. Tapi masih jomblo aja tu Dim, anak bapak" ujar Alan melirik Dimas


"Papa apaan sih? memang salah jadi jomblo pah?" gerutu Nana


"Bukan salah, tapi kan tadi kamu sendiri yang bilang iri dengan kemesraan mama dan papa, makanya papa suruh cepat nikah kalau memang iri dengan kemesraan kita. Ya gak mah?" ucap Alan melihat Anggun


"Benar tu Na, apa yang papa katakan. Mama sangat berharap kalau Nana bisa segera bertemu dengan jodohnya" ucap Anggun dan Alan mengaminkan


"Eh..dari tadi kita kok bahas anak kita aja pah, kalau Dimas bagaimana? udah punya calon belum?" tanya Anggun pura-pura belum tau


"Belum Bu, belum bertemu dengan jodohnya" jawab Dimas tersenyum


"Wah, cowok seganteng nak Dimas ini pasti yang suka banyak, tapi mungkin nak Dimas nya yang standarnya tinggi" goda Anggun


"Dimas tidak pernah mematok Bu, hanya saja memang Alloh belum mengirimkan jodoh buat Dimas saja" ucap Dimas


"Dimas ini ada di Semarang baru tiga bulan ya Dim?" tanya Alan melihat Dimas


"Iya Pak baru tiga bulan" jawab Dimas


"Dulunya tugas dimana?" tanya Anggun


"Dulu, Dimas tugas di Cirebon Bu. Baru tiga bulan ini kembali tugas di Semarang" jawab Dimas


"Nana kembali ke Semarang juga baru lho Dim, sebelumnya kuliah di Surabaya"


"Oow.. iya, ambil fakultas apa dek?" tanya Dimas pada Nana


"Akutansi" Jawab Nana singkat


"Dimas kalau lagi senggang main-main saja kerumah, biar Nana juga ada taman ngobrol. Karena adiknya Nana saat ini masih kuliah di Surabaya, jadi Nana sering kesepian dirumah" timpal Alan yang berusaha untuk mendekatkan Nana dan Dimas


"Iya Pak" jawab Dimas menganggukkan kepalanya


"Nana kan jarang dirumah pah, setiap hari dari pagi sampai malam kerja. Mana ada waktu untuk main-main" sahut Nana

__ADS_1


"Kamu itu tidak perlu bekerja sekeras itu Na, masalah pekerjaan kan staf mama juga sudah banyak dikantor, kamu manfaatkan waktu muda kamu untuk mengenal orang lain. Nana ini orang nya sangat tertutup Dim" timpal Anggun melihat Nana dan Dimas Seraya tersenyum


__ADS_2