Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 206


__ADS_3

"Kenapa harus wanita itu? diantara sekian banyak wanita kenapa harus dia?"


"Salahnya dimana? kalau aku dekat dengan Anggun? aku rasa aku sah-sah saja mau dekat dengan siapapun, kenapa kamu harus menanyakan hal seperti ini?"


"Aku tau, kamu hanya ingin balas dendam denganku kan mas? karena itu kamu mendekati mantan istri mas Sigit?


"Balas dendam? apa maksud kamu? aku dekat dengan Anggun tidak ada hubungannya dengan kamu" jawab Alan


"Kalau tidak untuk balas dendam, kenapa harus mantan istri mas Sigit? kenapa tidak wanita lain?" ucap Nia meninggikan suaranya


"Apa urusannya dengan kamu? mau aku dekat dengan siapapun itu hak aku, bukan urusan kamu lagi. ingat ya kita ini sudah bukan siapa-siapa lagi. jadi aku peringatkan jangan mencampuri hidupku lagi" terang Alan


"Iya, aku faham tapi karena kamu. mas Sigit jadi marah sama aku. karena ini terlihat konyol Alan. kenapa Suami kamu harus marah sama kamu? apa hubungannya? tidak masuk akal?"


"Karena kamu mendekati mantan istrinya Alan"


"Mereka juga sudah bercerai kan? apa hak suami kamu memutuskan siapa yang boleh mendekati Anggun. aku dan Anggun sama-sama lajang, kami bebas mau dekat dengan siapapun, itu hak kami. jadi sebaiknya kamu dan suami kamu itu, fokus pada keluarga kalian sendiri. tidak usah memikirkan kami. kami ini orang bermoral,jadi kami tau mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan"ucap Alan membuat Nia merasa malu karena dosa yang telah dilakukannya


"Alan, aku tau aku berdosa. dan aku sudah mendapatkan balasan dari setiap dosa-dosaku. hidupku sekarang jauh dari kata bahagia. aku menderita Alan, dan mungkin aku pantas mendapatkan penderitaan ini. aku sudah menyakiti kamu. ternyata tidak ada laki-laki sebaik kamu. sekarang aku sadar, aku adalah wanita paling bodoh di dunia ini, wanita yang menyia-nyiakan laki-laki sebaik kamu. seandainya aku bisa memutar kembali waktu. aku tidak akan pernah melepas laki-laki sebaik kamu. aku akan mensyukuri anugrah yang Alloh berikan. tapi aku tau, hal itu tidak mungkin terjadi. nasi sudah menjadi bubur. aku hanya bisa menerima nasibku yang sekarang jauh dari kata bahagia" ucap Nia menyeka air matanya yang jatuh membasahi pipinya


"Kenapa tidak bahagia? bukankah kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan?"


"Awalnya aku kira seperti itu, aku kira dengan menikah dengan mas Sigit aku akan bahagia. nyatanya tidak seperti itu, setelah menikah hidupku layaknya di neraka hanya ada penderitaan. setiap hari mertua dan anak tiruku tidak henti-hentinya membuatku dalam masalah. dan sekarang saat mereka mengetahui hubungan kamu dan mantan istri suamiku, mereka semakin membenciku. mereka menganggap kita bekerjasama untuk mendapatkan kekayaannya mantan istri" ucap Nia

__ADS_1


"Hah.. sungguh tidak masuk akal pemikiran kalian. apa selama ini aku pernah memandu seseorang berdasarkan hartanya?" ucap Alan


"Iya aku tau, tapi itu pemikiran mereka dan karena itu mereka sangat membenciku. setiap hari aku diperlakukan seperti pembantu disana. karena itu aku mohon Alan. aku tau memintamu kembali denganku sangat tidak mungkin. karena itu setidaknya tolong aku, tolong jauhi mantan istri mas Sigit, agar mereka tidak semakin membenciku. aku mohon Alan."


"Konyol, sungguh permintaan yang sangat konyol. dan apa kamu tidak malu menemui aku untuk suatu permintaan yang tidak masuk akal seperti itu. setelah apa yang sudah kamu lakukan padaku, kamu meminta sesuatu demi kebahagiaan kamu? sepertinya kamu benar-benar tidak waras Nia"


"Aku tau, mungkin benar aku sudah gila. tapi hanya itu yang bisa aku lakukan untuk mempertahankan rumah tanggaku. aku sudah gagal membina rumah tangga dengan mu, dan aku tidak ingin hal itu terjadi lagi dirumah tangga yang sekarang. aku mohon Lan, jangan dengan mantan istri mas Sigit!"


"Sudahlah kamu pulang saja, dan maaf aku bukan superhero yang bisa membantumu." ucap Alan berlalu


"Alan. Nana apa kabar" ucap Nia menghentikan langkah Alan


"Aku kira kamu sudah melupakan Nana, kamu tidak perlu khawatir! Nana sangat baik dan jauh lebih baik saat jauh dari kamu" ucap Alan menyunggingkan sebelah bibirnya


"Lupakan ide gila kamu itu, jangan sampai Nana harus menderita karena melihat kamu. ibu yang tidak punya hati dan tidak bermoral" ucap Alan berlalu


Nia menatap punggung Alan, entah apa yang ada di benaknya. tapi sesungguhnya Nia sangat merindukan laki-laki itu. laki-laki yang dulu pernah menyayanginya dengan tulus, memperlakukannya bak seorang ratu. tapi Nia tau mengharapkan Alan kembali juga sudah tidak mungkin lagi baginya setelah apa yang dia lakukan selama ini. dan yang bisa Nia lakukan saat ini hanya berjuang mempertahankan rumah tangganya dengan Dokter Sigit. karena itu Nia rela merendahkan harga dirinya di depan Alan agar Alan mau menjauhi Dokter Anggun.


Nia berpikir Dokter Sigit marah melihat hubungan Alan dan Dokter Anggun karena takut dikira bertukar pasangan. padahal yang ada dipikirkan Dokter Sigit tidak seperti itu, Dokter Sigit marah melihat hubungan Alan dan Dokter Anggun karena cemburu bukan karena pemikiran orang.


"Itu tadi mantan istri kamu kenapa kesini Lan? tanya Arif


"Dia meminta Alan untuk menjauhi Anggun bang" jawab Alan

__ADS_1


"Meminta kamu menjauhi Anggun? memang apa hubungannya dengan Nia. kalian kan sudah bercerai?"


"Nia bilang hubungannya dengan suaminya jadi panas karena suaminya mengira aku dan Nia bekerjasama untuk mendapatkan harta Anggun" jawab Alan


"Hahahaha... kenapa malam kayak cerita sinetron gini, bekerjasama untuk menguasai harta. ada-ada saja pemikiran mereka" Arif geleng-geleng kepala


***


Nia yang naik taxi menuju kediaman rumah Alan. berharap bisa melihat Nana walaupun dari jauh. karena naluri sebagai seorang ibu membuatnya ingin bertemu dengan anaknya. apalagi setelah dirinya keguguran. Nia sangat merindukan Nana anak satu-satunya yang Nia miliki.


"Pak berhenti didepan rumah itu" ucap Nia menunjuk rumah dengan cat warna hijau dengan halaman rumah yang cukup luasluas


Nia membuka kaca mobil. melihat rumah itu dengan nanar, seandainya dirinya tidak mengikuti hawa na*su yang menyesatkan. mungkin saat ini dirinya masih merasakan kebahagiaan dirumah itu, dimana semua orang sangat menghargai tidak seperti dirumah suaminya yang baru. itulah yang ada dibenak Nia.


"Nenek, Nana mau kasih makan ikan" teriak Nana berlari ke kolam ikan yang ada dihalaman rumah.


"Iya hati-hati" teriak Bu Indah


"Nana, itu kamu nak. itu benar-benar kamu" gumam Nia dari dalam mobil melihat Nana yang sedang memberi makan ikan.


"Kamu sudah besar sayang, cantik. mama kangen sama Nana. apakah kamu sudah melupakan mama anakku? maafkan mama ya nak! mama adalah mama yang buruk, mama tidak bisa lagi menemani Nana dalam setiap tumbuh kembang Nana, karena kesalahan yang sudah mama lakukan. mama harap suatu saat ini Nana bisa memaafkan mama."Gumam Nia dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Kesalahan yang harus dibayar dengan kehilangan semua orang yang disayanginya dan terpuruk dalam penderitaan. itulah Nia saat ini.

__ADS_1


^ Happy Reading ^


__ADS_2