Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 276


__ADS_3

"Assalamualaikum, Almira." ucap Nur dari sebrang telpon.


"Walaikumsalam, Ma." jawab Almira.


"Almira, ada yang mau Mama bicarakan. Kamu lagi sibuk tidak,nak?" Tanya Nur.


"Ini baru selesai ngajar, Ma. Ada apa ma?" tanya Almira.


"Begini nak, kamu tau tante Ane kan? kemarin sepulang menjenguk kamu, tante Ane bilang sama Mama, ingin menjodohkan kamu dengan Amar anaknya, Kamu masih ingat Amar tidak?" tanya Nur.


"Amar? Pernah dengar tapi Almira lupa Ma, sudah sangat lama sepertinya," jawab Almira.


"Wajar sih, Nak. Saat itu kalian ketemu juga masih anak-anak, tapy sekarang Amar sudah jadi seorang Dokter, ganteng dan InsyaAlloh sholih." ucap Nur.


"Almira, ikut kata Mama saja." ucap Almira.


"Alhamdulillah kalau seperti itu, minggu depan kamu ikut Mama, ya. tante Ane sudah mengatur waktu agar kamu dan Amar bisa bertemu," ucap Nur.


"Minta datang ke rumah saja, Ma, bersama dengan tante Ane dan Om Arif. Almira tidak mau pacaran, jika memang mau kenal lebih dalam dengan Almira, kita bisa ta'aruf," ucap Almira.


"Ta'aruf? ya sudah nanti Mama coba bicarakan sama mereka ya," ucap Nur.


Setelah memastikan kalau Almira menyetujui rencana perjodohan yang akan mereka lakukan, Nur berdiskusi dengan ustadz Guntur, Ustadz Guntur pun merasa senang jika memang Almira akan di pinang oleh Amar, ustadz Guntur yang juga tau Amar anak yang baik dan dari keluarga baik-baik.


"Jadi menurut mas Guntur, mereka ketemunya di rumah saja?" tanya Nur yang belum paham tentang ta'aruf.


"Iya Nur, Aturannya seperti itu. Amar dan keluarganya datang ke sini untuk menyampaikan niat mereka ber ta'aruf dengan putri kita, nanti dalam proses ta'aruf ini mereka bisa saling bertukar proposal tentang diri mereka dan mereka boleh bertanya apa saja tentang satu sama lain tapi melalui pelantara yang bisa mereka percayai dalam hal ini, bisa melalui kita orang tuanya." jelas Ustadz Guntur.


"Tadi, Almira juga sebenarnya mengatakan hal yang sama mas, maunya ta'aruf." ucap Nur.


"Ya, karena memang seperti itu aturan yang benar Nur, tidak ada pacaran dalam islam. Ta'aruf pun ada aturannya. mereka tidak boleh bertemu sendiri tanpa ada yang mendampingi dan dalam proses ta'aruf ini nanti jika salah satu merasa tidak cocok, bisa di batalkan. tapi jika cocok lanjut mengkhitbah, jarak antara mengkhitbah dan hari pernikahan juga kalau bisa jangan terlalu lama," ucap ustadz Guntur.


"Begitu ya, Mas. Ya sudah nanti, Nur akan sampaikan pada Ane." jawab Nur.


Nur menyampaikan apa yang dikatakan ustadz Guntur pada Ane dan Ane pun menyampaikan hal tersebut pada Amar dan Arif.


"Jadi bagaimana, Mar?" Tanya Ane.

__ADS_1


"Amar tidak masalah, Bun. kapan kita akan kesana?" tanya Amar.


"Minggu depan bagaimana, kalian bisa kan?" tanya Ane pada Amar dan Arif.


"Abang sih bisa saja, kamu sendiri bagaiman, Mar?" tanya Arif.


"InsyaAlloh, Amar akan kosongkan jadwal , Yah." ucap Amar.


****


Satu minggu kamudian.


Arif, Ane dan Amar menuju rumah Saka karena saat ini Almira tinggal bersama dengan Saka.


Nur dan ustadz Guntur pun datang ke rumah Saka untuk menyaksikan putrinya yang akan ber ta'aruf dengan anak sahabatnya.


"Almira, kamu sudah siap Nak? Tante Ane sudah datang," tanya Nur dan Tika menghampiri Almira di kamar.


"Iya Ma, Almira sudah siap," jawab Almira merapikan niqab nya dan berjalan keluar.


"Amar, ini Almira. Anak tante Nur," ucap Nur memperkenalkan Almira.


"Itu kan laki-laki yang menabrak aku waktu itu?" batin Almira.


Sedangkan Amar sendiri tidak menyadari kalau Almira adalah wanita yang pernah ditabrak sebelumnya.


Amar sebenarnya sedikit tercengang melihat wanita yang akan di jodohkan dengan dirinya ternyata wanita bercadar.


Tidak pernah terbesit di benak Amar akan menikah dengan wanita bercadar. Tapi Amar yang tujuannya ingin membahagiakan bundanya segera menepis perasaan itu.


Arif menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke rumah Saka dan menyampaikan niat baiknya putranya yang ingin ta'aruf dengan Almira.


Ustadz Guntur, menerangkan langkah-langkah ta'aruf itu sendiri seperti apa.


"Maaf sebelumnya, bagaimana jika kami langsung menikah saja?" tanya Amar.


"Amar, kamu serius nak? kalian harus saling mengenal satu sama lain dulu," ucap Ane.

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan Bunda kamu, Amar." ucap Ustadz Guntur.


"Amar percaya dengan pilihan Bunda, jadi Amar yakin InsyaAlloh, Almira adalah jodoh terbaik buat Amar," jawab Amar.


"Tapi Mas Amar belum pernah melihat Almira seperti apa, jika ternyata Almira lebih jelek dari apa yang Mas Amar bayangkan bagaimana? Almira tidak mau ada penyesalan setelah nanti kita menikah," ucap Almira.


"InsyaAlloh, saya tidak akan menyesalinya. Karena saya yakin dengan pilihan Bunda," jawab Amar.


Setelah berdiskusi, kedua belah pihak akhirnya sepakat. Keduanya akan melangsungkan pernikahan dua minggu lagi.


Waktu yang begitu mepet untuk menyiapkan pernikahan, tapi karena Amar menghendaki seperti itu, Ane dan Arif hanya bisa menurutinya. Karena Amar pun tidak menghendaki adanya pesta. Beruntung Almira wanita yang tidak banyak menuntut, Bahkan saat Amar dengan tegas menyatakan tidak akan mengadakan pesta, Almira pun menyetujui permintaan Amar.


***


Hari ini tiba waktunya di mana Amar dan Almira melangsungkan pernikahan, tidak banyak yang mengetahui pernikahan mereka. Karena pernikahan pun hanya di gelar secara sederhana dan di hadiri keluarga dekat mereka saja,


Acara berjalan cukup lancar, hingga para saksi mengatakan "SAH" kini, Amar sudah resmi menjadi suami dari Almira.


Ane dan teman-temannya tampak bahagia menyaksikan pernikahan Amar dan Almira.


Semua teman Ane dan Nur hadir terkecuali Nia. Nia memang sengaja tidak di undang dalam pernikahan yang hanya di hadiri oleh keluarga inti saja.


Setelah para saksi menggatakan "SAH" Almira keluar dari kamar dan duduk bersanding dengan Amar, Almira mencium tangan Amar dan tersenyum malu di balik niqabnya.


"Alhamdulillah ya Bang, sekarang Amar sudah menemukan pendamping hidupnya, semoga mereka bisa menjadi pasangan yang sakinah mawaddah dan warohmah." ucap Ane


Arif pun tersenyum dan mengaminkan,"


Ane, Nur, Yeni dan Wawa saling berpelukan bahagia.


Amar juga tampak tersenyum melihat Almira, meskipun saat ini dirinya masih menerka-nerka secantik apa istrinya.


Arif pun tersenyum Bahagia, melihat istrinya yang sedang bergurau dengan teman-temannya.


Persahabatan yang mereka jalin bukan hanya sehari dua hari tapi bertahun-tahun bahkan saat mereka sudah memiliki keluarga persahabatan mereka nyatanya tak lekang oleh waktu. meskipun saat ini persahabatan mereka kurang lengkap tanpa adanya Nia. Tapi bukan berarti mereka melupakan Nia.


THE END

__ADS_1


Terima kasih, pembaca setia Author yang sudah mengikuti cerita thor dari awal sampai akhir serta mendukung author. Mohon maaf jika dalam penulisan bayak sekali typo dan kesalahan lainnya. Author tidak bisa berhenti beryukur atas dukungan yang sudah kalian berikan.🙏🙏


Alhamdulillah karya perdana thor "Polisi Idaman Bidan" sudah tamat, silahkan mengikuti cerita-cerita thor yang lainnya. dengan klik QURROTAAYUN. Terima kasih😘💕


__ADS_2