
Alan dan semua tim sudah berkumpul dimako, tanpa diduga secara mendadak semua anggota diminta kumpul untuk dilakukan pemeriksaan Urine, untuk melihat apakah anggotanya ada yang menggunakan Narkoba atau tidak. ada beberapa anggota yang terlihat sangat panik dengan diadakannya tes urine secara dadakan ini.
Bisa dilihat yang terlihat panik pasti ada sesuatu. karena kalau orang tidak melakukan kesalahan pasti akan biasanya saja saat ada pemeriksaan. dan benar saja saat tiba giliran Anggota yang panik tersebut ternyata positif menggunakan narkoba.
tentu saja, disini tugas anggota provos yang akan menindaklanjuti anggota yang terlibat dengan narkoba untuk dilakukan penyelidikan. apakah hanya menggunakan atau ada indikasi lain untuk dilakukan penyelidikan guna menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan untuk anggota polisi yang melanggar.
Jadi walaupun polisi jika melakukan kesalahan pastinya juga akan diproses secara hukum ya. bukan berarti kalau polisi kebal hukum. Polisi yang melanggar kode etik tentu saja akan mendapatkan hukuman.
***
Selesai bekerja Ane menyempatkan diri untuk melihat keadaan Almira
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam" Tika membukakan pintu sambil menggendong Almira
"Haii... Almira sayang, apa kabar" ucap Ane mencium Almira
Untuk sesaat Ane melihat Tika yang tampak tak terurus dengan rambut acak-acakan diikat asal. wajah tanpa polesan dan sepertinya juga belum mandi.
"Tika, kamu belum mandi? kenapa berantakan gini?" tanya Ane
"Iya mbak, boro-boro mandi mbak, mau buang air kecil aja susah. Almira akhir-akhir ini agak rewel. gak bisa tinggal sama sekali" Jawab Tika
"Biar aku ajak dulu ya, sebaiknya kamu segera mandi dulu" ucap Ane merasa kasian sama Tika
__ADS_1
"Almira sayang, sini sama tante Ane dulu ya. biar tante Tika mandi dulu" ucap Ane mencoba menggendong Nia.
Tika merasa lega saat Almira berada digendongan Ane, Tika segera membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket semua setelah dari pagi tidak bisa mandi.
selesai mandi Tika menghampiri Ane diruang tamu.
"Mamanya Sak dimana? kok dari tadi aku belum melihatnya. apa mama Saka tidak membantumu menjaga Almira sampai kamu tidak sempat mandi?" tanya Ane merasa penasaran
"Mama ada dikamarnya mbak, mama mana mau mbak mengajak Almira.huft.. " Tika menghembuskan nafasnya
Disini Ane mengerti sekarang kenapa Tika tampak kepayahan
"Kamu yang sabar ya, maaf aku hanya bisa sesekali saja kemarinya. bukan aku tidak mau membantu kamu merawat Almira tapi kamu tau kan, aku juga bekerja sampai rumah langsung mengajak Amar. jadi jarang ada waktu" Ane memegang tangan Tika menguatkan
"Iya mbak tidak apa-apa, Tika mengerti kok. Tika seperti ini mungkin karena Tika belum mempunyai pengalaman mengurus bayi saja mbak"
Karena sebagian seorang ibu Ane tau tidaklah mudah merawat seorang bayi, apalagi sendiri. berat. sangat berat. mungkin itu yang dirasakan Tika.
****
Dirumah sakit
"Nur, sudah waktunya kamu bangun dari mimpi buruk ini. hadapilah kenyataan Nur, jangan seperti ini. apa kamu tidak kasian melihat Almira? dia membutuhkan kamu sebagai ibunya. kamu seharusnya yang merawat Almira. kamu yang seharusnya ada disisi Almira! bukan malah wanita lain. apa kamu lupa, bagaimana perjuangan kamu untuk melahirkan Almira walaupun seorang diri dan jauh dari semua orang? apa kamu lupa bagaimana kamu mempertahankan Almira? sekarang kamu menyerah begitu saja? hanya karena saka tidak mencintai dan tidak menginginkan kamu, lantas kamu mau lari dari tanggung jawab kamu sebagai seorang ibu? lalu apa bedanya kamu dengan Saka?" ucap Ane berusaha memancing emosi Nur
Tanpa kata Nur meneteskan air matanya
__ADS_1
"Kamu mendengarkan aku kan? kamu bisa mendengar kan? Kalau kamu bisa mendengarkan aku, tolong sadar! rawat anak kamu. jangan lari dari tanggung jawab kamu sebagai seorang ibu." ucap Ane lagi.
Hatinya merasa perih melihat Nur yang masih juga tidak bereaksi. hanya mampu meneteskan air matanya.
"Nur" ucap Bu Elsa dari kejauhan
"Tante" ucap Ane melihat bu Elsa dan segera menghampiri bu Elsa
"Ane senang tante disini" ucap Ane senyum
"Sebenarnya tante juga tidak ingin melihat anak itu lagi, tapi mau tante pungkiri seperti apa dia tetap saja anak tante. jujur saja melihatnya seperti ini, sebagai seorang ibu hati tante hancur. sakit. tante tidak menyangka anak yang dari kecil tante rawat dengan penuh kasih sayang. lihatlah sekarang seperti apa? hanya karena dia terlalu bodoh mencintai laki-laki yang salah. sekarang karena dia juga papanya meninggal" ucap Bu Elsa memandang dari kejauhan
"Tante, Ane tau tante kecewa sama Nur, tapi seperti apapun kesalahan Nur dia tetaplah anak tante. dan yang namanya manusia tidak luput dari yang namanya kesalahan dan dosa. tapi bukankan seburuk apapun manusia tetap saja masih berhak untuk mendapatkan maaf setelah dia bertaubat" ucap Ane berusaha membuka pikiran Bu Elsa
"Iya Ne, tante tau apa yang kamu katakan memang benar. tapi hati tante sakit setiap tante mengingat kepergian suami tante. dan mengingat betapa bodohnya dia melakukan semua itu. kenapa dia tidak memikirkan akibatnya" Bu Elsa kecewa
"Tante maafkan lah Nur, dia sudah menerima hukumannya. sekarang lihat kondisi Nur tante, bahkan dia tidak bisa mengingat anaknya. siapa tau, kalau dia melihat tante disini dan mendengar tante memaafkannya bisa memulihkan pikiran Nur" ucap Ane
Dengan ragu bu Elsa berjalan mendekat dan duduk disamping Nur
"Mau sampai kapan kamu seperti ini? mau sampai kapan kamu menjadi orang yang bodoh seperti ini? karena kebodohan kamu sekarang Papa sudah tidak ada disini. papa sudah meninggal kita karena kebodohan kamu. sadarlah Nur, kamu juga seorang ibu pasti kamu tau apa yang mama rasakan. mama memang kecewa sama kamu tapi seperti apapun kamu tetap anak mama" tangis Bu Elsa pecah
Ane memegang bahu Bu Elsa menguatkan
"Lihatlah apa kamu tidak kasihan dengan teman-teman kamu. walaupun kamu sudah mengecewakan mereka tapi tetap saja mereka masih memperdulikan kamu. ditengah kesibukan mereka, tetap saja mereka menyempatkan waktu untuk bisa mengunjungi kamu. mau sampai kapan kamu menyusahkan teman-teman kamu? sadarlah jika kamu tidak ingin menyusahkan mereka " ucap Bu Elsa terisak
__ADS_1
"Ane, terimakasih kamu sudah banyak membantu Nur, walaupun Nur bukan teman yang baik. tante tau Nur itu merebut Saka dari Nia. mungkin ini balasan Nur karena menyakiti teman-teman yang menyayangi nya.