
Malam ini Fatimah tidak bisa memejamkan matanya sedikitpun, pikirannya berkelana memikirkan cara untuk menggagalkan rencana ustadz Guntur. selain karena Fatimah juga memendam rasa untuk ustadz Guntur. Fatimah juga tidak rela laki-laki sholih seperti ustadz Guntur akan menikahi seorang wanita yang memiliki masa lalu seperti Nur. Fatimah sebenarnya tidak akan masalah jika ustadz Guntur tidak memilihnya, Fatimah akan rela melihat ustadz menikah asalkan dengan wanita sholihah bukan wanita yang punya anak diluar nikah.
Sayup-sayup terdengar suara adzan berkumandang di masjid. para santri dan santriwati bersiap untuk melakukan sholat subuh berjamaah.
Hari ini Fatimah sudah bertekad, setelah sholat subuh akan menemui Abah untuk menceritakan masalah Nur.
"Assalamu'alaikum" ucap Nur menyapa Fatimah yang baru saja selesai mengambil air wudhu
"Walaikumsalam" jawab Fatimah singkat dan langsung pergi
"Fatimah kenapa ya? tidak seperti biasanya" batin Nur segera mengmbil air wudhu
Setelah sholat subuh Fatimah tampak ingin segera pergi dan menghindari Nur
"Fatimah, kamu buru-buru mau kemana? kita ngaji dulu yuk" ajak Nur
"Aku sedang ada urusan, Assalamu'alaikum" jawab Fatimah segera pergi
Nur tidak berpikir aneh-aneh, dirinya segera mengambil Alquran dan melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran dengan khusyuk
Ustadz Guntur yang kebetulan masih berada di masjid mendengarkan Nur mengaji serasa ada kedamaia di hatinya begitu sejuk.
Sementara Fatimah saat ini sedang berada diruang kerja Abah
"Ada hal penting apa, sehingga membuatmu ingin bertemu dengan Abah diwaktu yang masih pagi ini" tanya Abah penasaran
"Sebelumnya saya mau minta maaf Abah, mungkin berita yang akan saya sampaikan ini akan menjadi berita yang kurang enak didengar untuk Abah dan ustadz Guntur" ucap Fatimah ragu-ragu
"Apa ada hubungannya dengan ustadz Guntur?" tanya Abah
"I-iya Abah, yang mau saya sampaikan ini ada hubungannya dengan rencana ustadz Guntur mau mengkhitbah Nur minggu depan" jawab Fatimah
"Baik, akan Abah dengarkan. apa yang mau kamu sampaikan, sampai-sampai membuat kamu menemui Abah dijam seperti ini Abah yakin kalau tidak penting tidak mungkin kamu kesini dijam seperti ini" ucap Abah
"Iya Abah, sebenarnya.. sebenarnya.. " Fatimah ragu untuk melanjutkan perkataannya.
"Apa yang sebenarnya mau kamu sampaikan? kenapa kamu seperti ragu untuk menyampaikan nya?" tanya Abah
"Begini Abah, sebenarnya saya.. sebenarnya saya mengetahui fakta soal Nur Abah" ucap Fatimah memberanikan diri.
"Fakta? fakta apa yang kamu maksud?"
__ADS_1
"Intinya Nur bukan wanita yang pantas untuk menjadi istri ustadz Guntur Abah"
"Kalau bicara coba yang jelas nduk, jangan muter-muter seperti ini! Abah sudah tua tidak mengerti arah pembicaraan yang kamu maksud" ucap Abah
"Nur itu bukan wanita baik-baik Abah, Fatimah takut kalau ustadz nanti terlanjur menikahinya. wanita seperti Nur tidak pantas menikah dengan seorang ustadz seperti ustadz Guntur, karena Nur sebenarnya.. sebenarnya sudah, sudah punya anak diluar nikah bah" ucap Fatimah segera mengatupkan mulutnya
"Astaghfirullah, apa maksud kamu Nur punya anak diluar nikah?" tanya Abah
"I-Iya bah, Nur sudah melahirkan seorang anak diluar nikah" jawab Fatimah
"Dari mana kamu tau semua itu?" tanya Abah
"Sebenarnya kemarin Fatimah tidak sengaja mendengar Nur yang sedang telpon dan mengatakan kalau dirinya sudah memiliki anak diluar nikah"
"Apa itu semua benar? apa benar yang kamu sampaikan ini bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya? takutnya kalau salah malah jadi fitnah"
"Tapi saya yakin Abah, saya hanya tidak mau kalau ustadz Guntur menikah dengan Nur, nanti masa lalu Nur akan menjadi masalah dikemudian hari"
"Ya sudah nduk, terimakasih sudah mengkhawatirkan ustadz Guntur, masalah ini biar nanti Abah bicarakan sendiri secara langsung sama ustadz Guntur. kamu bisa kembali ke tempatmu saja dulu"
"Injih Abah, kalau begitu saya pamit bah, Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam"
"Apa benar Nur wanita seperti itu? selama Nur disini sepertinya dia anak yang baik dan sopan." batin Abah
Karena penasaran dan takut berprasangka, Abah menyuruh santri untuk memangil ustadz Guntur keruangan Abah.
"Assalamu'alaikum ustadz Guntur" ucap seorang santri
"Walaikumsalam"
"Ustadz, tadi pak kyai menyuruh saya untuk menyampaikan pesan pada ustadz Guntur, kalau pak kiayi ingin berbicara kepada ustadz Guntur diruang kerjanya sekarang"
"Abah menyuruh saya untuk keruangan Abah sekarang? ada apa ya?" tanya ustadz Guntur
"Waduh, maaf ustadz. kalau soal itu saya tidak tau. tadi pak kiayi tidak bilang apa-apa. Hanya meminta ustadz Guntur segera menemui beliau sekarang"
"Baiklah terimakasih. saya akan kesana sekarang" ucap ustadz Guntur berjalan menuju ruang kerja Abahnya.
"Assalamu'alaikum Abah"
__ADS_1
"Walaikumsalam turun, duduk nak" Abah mempersilahkan ustadz Guntur untuk duduk.
Dari gelagat Abah, ustadz Guntur tau pasti ada sesuatu hal yang penting yang ingin disampaikan Abahnya
"Tadi ada santri yang mengatakan kalau Abah menyuruh Guntur kemari, apa itu benar bah?" ucap ustadz Guntur
"Iya Guntur itu benar, Abah memang menyuruh santri untuk memanggilmu kesini"
"Apa ada hal yang penting bah?" tanya Guntur
"Huft... " Abah menghembuskan nafas
"Iya Guntur, ada yang harus Abah tanyakan sana kamu sebelum niatan kamu untuk menikah dengan Nur terjadi"
Mendengar apa yang dikatakan Abahnya, Guntur kali ini tidak bisa menyembunyikan kecemasannya. tentu saja dirinya cemas takut Abah akan menentang keinginannya menikah dengan Nur.
"Memangnya apa yang ingin Abah tanyakan?"
"Apa kamu yakin akan menikah dengan Nur?" Abah menatap mata Guntur
"Iya tentu saja Guntur yakin Bah".
" Apa kamu sudah mengetahui semua tentang Nur?" tanya Abah.
"Iya Guntur tau bah" Jawab Guntur
"Apa kamu juga tau kalau Nur sudah memiliki seorang anak diluar nikah?"
"Dari mana Abah mengetahui soal itu?" ustadz Guntur tercengang
"Astaghfirullah, jadi benar Nur memiliki anak diluar nikah" Abah memegangi dadanya
"Iya bah, itu memang benar. tapi semua itu hanya bagian dari masa lalu Nur. sekarang Nur sudah bertaubat Abah. Nur sekarang sudah menjadi wanita yang InsyaAlloh sholihah dan bisa menjadi istri yang baik buat Guntur bah"
Guntur berusaha menyakinkan Abahnya untuk tidak lagi mengungkit masa lalu Nur. tapi sebagai seorang ayah. tentu saja Abah merasa keberatan dengan mass lalu Nur.
"Guntur, seandainya dari awal kamu menceritakan masalah ini sama Abah. tentu Abah akan menasehati kamu sejak lama nak. kamu itu anak seorang kiayi, pemilik pondok pesantren dan kamu juga seorang ustadz, jika orang tau masa lalu Nur, Abah hanya takut ini tidak akan baik untuk kita semua tur, karena itu Abah meminta kamu pikirkan sekali lagi, niatan kamu untuk mengkhitbah Nur dan menjadikan Nur sebagai istri kamu!"
"Guntur sudah yakin bah, Guntur akan menikahi Nur, dan Guntur tidak akan mempermasalahkan masa lalunya." ucap Guntur
"Guntur, jangan menikah hanya karena keinginan kamu. tapi Abah berharap kamu menikah karena Alloh! pikiran kita semua, bukan hanya dirimu sendiri. karena menikah itu bukan hanya sekedar kamu dan dia. menikah itu menyatukan dua keluarga'ucap Abah
__ADS_1
"InsyaAlloh bah, Guntur percaya Nur sudah berubah jauh lebih baik. tidak seperti masa Lalunya"
^Happy Reading^