Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
BERBESAR HATI


__ADS_3

Setelah Saka berangkat berlayar kini Tika sendiri mengurus Almira, sesekali Ane dan Nia juga menyempatkan menengok Almira. meskipun kedatangan keduanya sering disambut tidak baik oleh bu Risma.


"Maaf ya mbak, mama memang seperti itu" ucap Tika merasa tidak enak dengan sikap bu Risma pada Ane dan Nia


"Tidak apa-apa. oya bagaimana apa kamu kewalahan mengurus Almira seorang diri? melihat mamanya Saka seperti itu, aku yakin dia tidak akan membantumu" tanya Nia


"Tidak kok, alhamdulillah Almira anak yang pintar. dan tidak pernah menyusahkan. hanya sesekali saja kadang menangis, ya wajar lah seorang bayi" jawab Tika


"Terimakasih ya, kamu sudah mau merawat anak Nur dengan baik." ucap Ane


"Jangan katakan itu mbak, aku tidak pantas menerima ucapan terimakasih dari kalian. karena aku Mbak Nur jadi seperti ini. mbak Nur syok karena mengetahui Saka sudah menikah denganku. Andai saat itu aku tau, Saka dan mbak Nur ada cerita seperti ini. aku tidak akan mau menikah dengan Saka. dan Mbak Nur tidak akan seperti sekarang ini " Ucap Tika meneteskan air matanya


"Jangan salahkan dirimu sendiri untuk suatu kesalahan yang bukan karenamu. ini semua takdir, takdir yang harus dijalani Nur. jadi berhenti menyalahkan diri kamu sendiri. justru aku disini merasa kasian sama kamu. kamu yang sebenarnya disini sangat dirugikan tapi kamu mau berbesar hati merawat Almira dengan baik." ucap Ane


"Aku menyayangi Almira mbak, dia anak yang manis. aku juga sudah bilang Saka kalau nanti mbak Nur sembuh, aku akan mengembalikan Saka pada mbak Nur" ucap Tika sedih


"Kami tau, kamu mencintai Saka. kalau masalah itu jujur saja kami tidak bisa memberi saran apa-apa. kamu lebih tau apa yang terbaik buat kalian. apapun keputusan kamu, kami tau kamu tidak bersalah. dan sebenarnya kamu juga berhak untuk bahagia." ucap Nia


"Apa yang dikatakan Nia benar, masalah itu kami akan mendukung semua keputusanmu. kami tau tentu saja ini bukan keputusan yang mudah buat kamu. sesama seorang wanita yang sudah menikah tentu saja kami tau apa yang kamu rasakan. karena kamu tidak salah, dari awal kamu tidak tau kalau suami kamu punya masa lalu seperti itu. jujur saja aku salut sama kebesaran hati kamu Tika" ucap Ane


"Terimakasih ya mbak, kalian mengerti apa yang baku rasakan" ucap Tika senyum

__ADS_1


Ane dan Nia bukan tidak berpihak pada Nur sahabatnya. tapi Ane dan Nia berusaha memahami posisi Tika, karena Tika memang tidak bersalah dalam hal ini. semua ini bermula dari kesalahan Nur Saka hingga harus ada banyak hati yang tersakiti. tapi ibarat nasi sudah menjadi bubur, disesali juga tidak ada gunanya. saat ini yang terpenting kebahagiaan Almira dan kesembuhan Nur. dalam hal ini tentu saja kami seharusnya berterimakasih pada Tika yang sudah berbesar hati mau merawat Almira walaupun Almira adalah anak dari perempuan yang mencintai suaminya. Tidaklah mudah pastinya ada di posisi Tika.


***


Dirumah sakit jiwa


Tika, dengan hati-hati mendatangi Nur dengan mengajak Almira kesana. berharap dengan kedatangan Almira bisa membuat Nur kembali sembuh seperti sedia kala.


"Mbak Nur, aku tau mungkin mbak Nur tidak menghendaki kedatangaku kesini, tapi aku kesini karena ingin mengantarkan Almira bertemu dengan mbak Nur. mbak.. Almira sangat merindukan mbak Nur. aku tau mbak Nur pasti juga sama kan? merindukan Almira. perasaan seorang ibu terhadap anaknya itu kuat. Tika berharap mbak Nur segera membaik. kasian Almira mbak. Almira membutuhkan Mbak Nur disisinya. mbak.. jika nanti mbak Nur sudah sehat, aku bersedia menyerahkan mas Saka untuk mbak Nur. aku tau mbak Nur sangat mencintai mas Saka. aku pun sama mbak, sebagai seorang istri aku juga mencintai mas Saka. tapi aku sadar, mbak Nur dan Almira lebih membutuhkan mas Saka. aku rela pergi demi kalian mbak"ucap Tika meneteskan air mata nya.


Ini bukan hal yang gampang untuk Tika, dirinya harus menyerahkan suami yang dicintainya. tapi Tika mencoba iklas karena tidak ingin berada di tengah-tengah mereka. Tika tau Saka juga mencintai dirinya tapi Saka harus belajar bertanggung jawab atas semua kesalahan yang dulu pernah dilakukannya.


"Oeekkk... oeeekkk.. " Almira menangis seolah mengerti mamanya merespon


Namun Nur hanya meneteskan air matanya tak merespon apa-apa dengan tangisan Almira. tapi setidaknya dibawah alam sadarnya Nur sudah bisa merasakan kehadiran putrinya.


"Mbak, lihatlah Almira anak mbak Nur menangis. Almira sangat merindukan mu mbak, Almira ingin dipeluk sama mbak Nur" Tika meneteskan air matanya kembali


****


Setelah dari rumah sakit, Tika juga mengajak Almira bertemu dengan neneknya bu Elsa

__ADS_1


Tapi seperti dugaan nya, Bu Elsa juga belum bisa menerima Almira. bu Elsa menganggap Nur dan Almira lah penyebab kematian suaminya.


"Jangan pernah kamu bawa anak pembawa mala petaka ini kemari. melihatnya hanya akan membuat hati saya semakin sakit. melihat anak ini membuat saya teringat bagaimana saya harus kehilangan suami saya" ucap Bu Elsa tanpa mau melihat kearah Almira


"Tante, biar bagaimana Almira ini cucu tante. dan mbak Nur anak kandung tante sendiri. kenapa tante bisa setega itu. apa tante tidak kasian melihat cucu tante dan anak tante?" ucap Tika


"Siapa kamu? kenapa kamu harus mengajari tante caranya menjadi seorang ibu dan nenek? apa kamu tau penderitaan yang tante rasakan karena mereka? tante menyesal mengijinkan mereka kembali. lebih baik dulu biarkan saja mereka pergi yang jauh. harusnya mereka tidak pernah kembali. tante menyesal, karena mereka tante harus kehilangan suami tante. hua.. hua... tante menyesal mengijinkan mereka kembali" tangis bu Elsa pecah


"Tante, tante.. Tika mohon tante jangan seperti ini." Tika menghibur bu Elsa


"Ooeekkkk.. Oeeekkk" Almira menangis


"Cup.. cup.. sayang, tenang ya sayang. tenang ya" Tika mencoba menenangkan Almira


"Tante lihatlah, bahkan Almira anak sekecil ini bisa merasakan. apa tidak sedikitpun hati tante terketuk untuk menerima Almira. dia cucu tante darah daging tante. Tika yakin tante, jika om masih ada. om pasti akan sedih melihat tante seperti ini." ucap Tika mencoba membuka pikiran Bu Elsa


"Kamu sebenarnya juga tidak menginginkan kehadiran anak itu kan? karena ada anak itu rumah tangga kamu terancam bubar. karena itu kamu meminta tante untuk kembali menerima anak itu? Jika kamu merasa sudah tidak sanggup menerima keberadaan anak itu, serahkan saja anak kepanti asuhan" ucap Bu Elsa


"Tante, kenapa tante bisa bicara seperti itu. Almira cucu tante sendiri. tega tante menyuruh Tika untuk membawa Almira kepanti asuhan?" Tika geram dengan sikap bu Elsa


Hai... sayanx, mohon dukungannya terus dengan Like, coment dan syukur2 mau Vote ya hehe🙏🙏Terimakasih 🙏😍😘

__ADS_1


__ADS_2