
Mendengar cerita dari Nia entah kenapa ada rasa getir dihati nya.
"Saat itu pikiranku terlalu kalut, aku takut dan tidak siap jika harus menjadi seorang ayah. saat itu q dan Nur hanya main-main saja. tidak ada pikiran untuk sejauh itu, karena saat itu aku masih mencintai kamu Nia. jadi, saat aku tau Nur hamil entah setan apa yang merasuki ku hingga aku memily untuk pergi" ucap Saka
"Main-main kamu bilang? dengan merusak kesucian dan menghamili anak orang kamu bilang itu main-main? keterlaluan kamu Saka." Nia geram
"Lihat, sekarang ada dua nyawa yang kamu permainkan" tambah nya
"Entahlah Nia, tapi saat ini aku merasakan sakit saat melihat anak itu berjuang antara hidup dan mati. anak sekecil itu harus merasakan sakit akibat perbuatanku" sesal Saka
"Baguslah kalau kamu sadar, setidaknya masih ada kesempatan buat kamu menebus perasaan bersalahmu itu, bertanggung jawablah pada Nur, dan rawatlah anak kalian dengan baik saat nanti Almira sembuh" ucap Nia.
"Tapi itu juga tidak mungkin Nia, aku sekarang sudah menikah" jelasnya
"What? kamu sudah menikah? gila kamu Saka disaat Nur berjuang sendiri melahirkan anak kamu. bisa-bisa nya kamu menikah dengan wanita lain" Nia geram
"Aku menikah dengan istriku karena dijodohkan dengan anak teman mamaku. dan aku tidak bisa menolak" ucapnya
"Apapun alasannya, kamu sungguh keterlaluan Saka. aku tidak menyangka, dulu pernah dekat dengan laki-laki sepertimu" Nia geram
"Nia aku tau aku salah, aku laki-laki paling brengs*k di dunia. tapi selama sama kamu. apa aku pernah melakukan hal-hal diluar batas kewajaran? aku sendiri juga tidak tau, kenapa aku bisa melakukan itu dengan Nur" sesal Saka
"Sudahlah tidak usah membahas masa lalu. lihatlah keadaan Nur sekarang? sepertinya dia menjadi seperti ini karena terlalu banyak tekanan. Saka bagaimana sekarang? apa sebaiknya aku hubungi saja orang tuanya?"
"Iya ini, tolong hubungi orang tuanya"
Setelah menghubungi orang tua Nur, Nia segera mendekati sahabatnya tersebut
"Nur, kenapa kamu seperti ini? Nur ini aku Nia. kamu harus kuat demi Almira anak kamu. jangan lemah seperti ini! ayo kuat Nur, kamu kuat" ucap Nia sedih
Nia yang panik juga mengirimkan chat di grub whatsapp nya untuk memberi tahu teman-temannya terkait keadaan Nur dan keberadaan Saka
"(Gila aja si Saka, bilang menyesal tapi sudah menikahi perempuan lain. gak mikir apa gimana kondisi Nur)" Wawa emosi
__ADS_1
"(Apa kamu sudah menghubungi orang tuanya?)" tanya Ane
"(Sudah, mereka otw kemari)"jawba Nia
"(Syukurlah, kasian Nur. kamu temani dia terus ya sampai orang datang. dan sebaiknya Saka pergi saja dulu. takutnya malah akan ribut dirumah sakit)" saran Ane
"Saka menurutku, sebaiknya kamu pulang dulu saja. jangan sampai nanti malah ribut sama orang tuanya Nur. mengingat apa yang sudah kamu lakukan pada Nur. pasti mereka tidak akan melepaskan mu kali ini. aku tidak mau ada keributan dirumah sakit" ucap Nia
Saka melihat Nur dan kembali duduk disamping Nur
"Nur, sekali lagi aku cuma bisa minta maaf, maaf kan aku! tolong maafkan semua kesalahanku padamu. mungkin aku adalah laki-laki yang tak akan pernah pantas untuk menerima maaf darimu. tapi aku benar-benar minta maaf. hanya itu yang bisa aku katakan" sesal Saka
Nur hanya diam tanpa ekspresi, mulutnya tak menjawab apapun tapi air mata nya jatuh membasahi pipi nya.
"Nur kamu mendengarkan aku?" ucap Saka
"Kamu dengar apa yang aku katakan kan Nur?"
"Saka, sebaiknya kamu segera pulang saja" ucap!Nia
Saka menurut dan pulang, setelah beberapa meter melangkah. Saka berhenti dan kembali melihat Nur namun tetap saja keadaannya masih sama Nur terlihat linglung dengan tatapan mata kosong.
Sesampainya dirumah Saka mendapatkan banyaknya pertanyaan dari Tika. yang tak puas dengan jawaban ibu mertuanya
"Sudahlah ma,, Tika memang harus tau yang sebenarnya. mau samapai kapan kita tutupi ini darinya" ucap Saka
"Jadi, jadi benar apa yang dikatakan perempuan itu? jadi mama bohong kalau perempuan itu hanya mengaku- ngaku saja?" Tika dengan sejuta pertanyaan di benaknya.
"Iya wanita itu memang pernah menjalin hubungan denganku, dan bayi itu benar anakku" ucapan Saka pasrah
"Astaghfirullah mas, aku tidak menyangka kamu orang seperti itu mas" ucap Tika dengan mata mulai berkaca-kaca
"Bagaimana bisa kamu melakukan itu semua?" Tangis Tika pecah
__ADS_1
"Saat itu, aku ketakutan begitu tau dia hamil. jadi aku yang seorang pengecut ini melarikan diri dari tanggung jawabku. aku tidak menyangka apa yang aku lakukan benar-benar berdampak seperti ini. saat yang ada dipikirkanku hanya masa depanku tanpa aku memikirkan masa depan Nur yang sudah aku rusak" sesal Saka
Tika menangis sesenggukan
"Dan sekarang aku benar-benar menyesalinya"ucap Saka
"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang? apa mas Saka akan bertanggung jawab dengan semua yang sudah mas lakukan? apa mas Saka akan menebus semua dosa-dosa mas Saka? " cerca Tika
"Aku tidak tau, aku tidak tau Tika, cukup jangan tanyai aku lagi?" teriak Saka bingung
"Tidak tau mas Saka bilang? Tika mau tau dengan cara apa mas Saka menebus dosa-dosa itu?" Tika meninggikan suara
"Sudah, Saka tidak usah kamu perdulikan wanita seperti itu, wanita murahan, dia sengaja datang untuk membuat keributan pada keluarga kalian" ucap mama Saka
"Cukup ma, cukup! jangan racuni pikiran Saka untuk terus seperti ini. terus mengabaikan Nur yang jelas-jalas semua ini kesalahan Saka bukan salah Nur" Saka meninggikan suara
"Siapa bilang? itu mutlak kesalahan dia. mana yakin dia pasti yang merayu kamu hingga kamu seperti itu" ucap mama Saka
"Cukup menghina dan mengalahkan Nur ma! apa mama tau, karena kesalahan mama bagaimana sekarang keadaan Nur dan anak Saka? Nur sekarang linglung bahkan tidak menyadari anaknya sakit. anak Saka sedang sekarat dirumah NICU ma. itu semua karena kesalahan mama" ucap Saka
"Kenapa malah jadi nyalahin mama? mama ini membela kamu. seharusnya kamu tau itu!" Teriak mama Saka
"Tapi mama tidak perlu sejauh itu ma" ucap Saka
"Bayi itu kenapa bisa sampai sakit mas? tadi aku melihat dia baik-baik saja" tanya Tika
Saka menceritakan apa yang terjadi pada Nur saat tadi mereka berpapasan dijalan
"Astaghfirullah.. bagaimana bisa mbak Nur mengajak anaknya hujan-hujanan" ucap Tika
"Ini semua salah mama, mama yang telah mengguncang jiwanya hingga terluka seperti itu" ucap Saka
Haii... zayanx2 nya akoh... Taqobalallahu Minna Wa Minkum semua, maafkan semua kesalahan Author ya🙏🙏 dan terimakasih dukungan dari kalian semua🙏
__ADS_1