
Sekilas Nia melihat Dokter Sigit tampak terburu-buru keruang tindakan. dirinya berencana setelah Dokter Sigit melakukan tindakan, Nia ingin menemuinya pasalnya sudah dua hari ini Dokter Sigit tidak bisa dihubungi olehnya dan sepertinya juga tidak kembali ke apartemennyaapartemennya.
"Gimana Dok? sepertinya pasien kehilangan kesadaran" ucap Sinta mulai panik dengan kondisi pasien
"Siapkan ruangan operasi"
"Baik Dok"
Sinta dan Lala segera menghubungi ruang OK (Ruang operasi) , semua perawat dan Bidan tampak sibuk, tapi Nia masih bingung tak mengerti kenapa dirinya tidak boleh ikut dalam tindakan dan disuruh diam diruangan.
hingga saat tindakan pada pasien selesai Sinta dan Lala kembali ke ruang VK.
"Sin, ada apa ini kenapa aku tadi tidak diijinkan untuk ikut dalam tindakan? dan kenapa semua disini memandangku dengan pandangan yang sinis, sebenarnya ada apa dengan mereka?" tanya Nia yang tidak mengerti
"Jadi kamu benar-benar tidak tau?"
"Tidak tau? tidak tau apa maksudnya?" Nia bertanya-tanya
"Semua orang dirumah sakit ini sudah mengetahui tentang hubunganmu dengan Dokter Sigit. bahkan sepertinya kamu juga sudah dikirimi surat pemberitahuan pemberhentian kerja secara tidak hormat kan?" ucap Sinta
"Apa? kapan? aku benar-benar tidak tau, aku tidak menerima surat apa-apa" Nia terkejut
"Coba saja kamu tanyakan orang rumah, pasti surat itu ada" ucap Sinta
"Masalahnya aku sudah tidak tinggal dirumah" Nia menunduk
"Kalau aku dipecat, kenapa Dokter Sigit masih bekerja disini?"
"Kamu lupa ya, Dokter Sigit kan Direktur disini dan aku pun baru tau kalau rumah sakit ini miliknya mertua Dokter Sigit"
"Tetep saja ini tidak adil, kalau aku dipecat Dokter Sigit juga seharusnya dipecat dong" Nia emosi
"Nia, Nia kamu mau protes sama siapa? disaat pemilik rumah sakit ini saja masih mengijinkan menantunya bekerja"
Nia emosi dan mencari Dokter Sigit ke ruangannya
"Aku tidak terima kamu perlakuan seperti ini mas?" Nia menerobos masuk ruangan Dokter Sigit tanpa mengetuk pintu
"Lalu kamu mau apa? aku juga sama seperti kamu. aku sudah hancur, istriku tidak mau memaafkan aku, karirku tinggal menghitung hari dan anakku sendiri pun membenciku. lalu sekarang apa lagi yang kamu inginkan?" Dokter Sigit menjawab datar
__ADS_1
"Aku mau mas Sigit menikahiku!"
"Huh.. " Dokter Sigit tersenyum menyeringai
Nia tidak mengerti dengan respon Dokter Sigit
"Apa kamu pikir anakku akan mengijinkannya?"
"Aku tidak perduli, tapi mas harus bertanggung jawab. aku mau mas Sigit menikahiku" tegas Nia
"Aku tidak mungkin menikah tanpa ijin dari putriku. bagiku hal paling berharga di dunia ini hanya putriku" jelas Dokter Sigit
"Lalu bagaimana denganku? aku sudah kehilangan segalanya, aku kehilangan keluargaku, aku kehilangan pekerjaanku dan sekarang mas bilang tidak akan menikahiku?" Nia dengan mata berkaca-kaca
"Dari awal aku sudah bilang, jangan gegabah. tetep baik dengan suami dan anakmu. sekarang semua seperti ini kamu pikir salah siapa? ini semua salah kamu. karena kamu aku harus kehilangan semuanya"
"Karena aku? apa maksud mas Sigit berkata seperti itu? sekarang mas Sigit mau menyalahkan aku?"
"Siapa lagi kalau bukan karena kecerobohan kamu"
"Aku pikir selama ini kamu mencintai aku mas, aku pikir selama ini kamu_" Nia tidak melanjutkan perkataannya
"Jangan bodoh kamu Nia, dari awal apa aku pernah menjanjikan sesuatu pada kamu? apa aku pernah mengatakan akan menikahi kamu?" dari awal kita ini hanya bersama karena saling membutuhkan tapi tidak untuk berumah tangga. aku tidak mungkin menikah dengan perempuan seperti kamu" ucap Dokter Sigit
Nia mengguyurkan air dalam gelas yang ada di meja Dokter Sigit
"Baj*ngan kamu mas" ucap Nia pergi dan menghentakkan satu kakinya ketanah.
Sepanjang perjalanan melewati lorong rumah sakit, semua mata tertuju padanya dengan tatapan mata sinis dan menjijikkan.
"Itu perempuan tidak tau diri, padahal suaminya ganteng, seorang Polisi juga. tapi masih aja tu perempuan selingkuh"
"Dasar doyan selingkuh"
"Ada pelakor hati-hati nanti suami kita digoda juga"
Sepanjang perjalanan kata-kata itu yang diumpatkan teman-temannya.
Nia hanya bisa diam menerima semua hinaan dan cacian dari rekan-rekannya yang memang kebanyakan membenci pelakor.
__ADS_1
Nai yang sekarang tinggal dikos menangis meratapi nasibnya. tidak ada suami, anak dan sahabat yang selama ini selalu ada untuknya.
Nia mengingat satu-satunya sahabatnya saat ini adalah Sinta. dan Nia segera menghubungi Sinta namun nomer Nia pun sepertinya sudah diblokir oleh Sinta.
"Hua.. hua.. " tangis Nia pecah
"Kenapa semaunya jadi seperti ini" Nia terisak
****
Dirumah Nur
Semua keluarga, dan sahabatnya Nur yaitu Ane dan Wawa sudah ada di tempat Nur yang saat ini akan menggelar acara pernikahan
"Ane, Wa, kenapa Nia tidak datang?" tanya Nur
Ane dan Nur saling pandang
"Ada apa Ne?" kembali Nur bertanya
"Aku sudah tidak mau lagi berurusan dengan Nia" ucap Ane
"Kenapa? sebenarnya ada apa? Nur melihat Ane
"Nia selingkuh dengan rekan Dokter ditempatnya bekerja dan beberapa hari yang lalu Alan memergokinya secara langsung, sepertinya Alan akan menceraikannya" ucap Ane
"Astaghfirullah" Nur menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang didengarnya
"Lalu bagaimana sekarang nasibnya?" tanya Nur
"Entahlah aku tidak mau tau, dia sudah keterlaluan. saat dia berselingkuh dan aku berusaha menasehatinya dia malah menuduhku menyukai Alan. masih ingat betul aku bagaimana nadanya saat dia menuduhku" Ane kecewa
"Astaghfirullah, kenapa Nia jadi seperti itu?" ucap Nur
"Jadi seperti itu? bukakan sebenarnya dari dulu Nia seperti itu ya? tidak pernah puas dengan pasangannya. ingat tidak dulu sewaktu masih kuliah, dia kan juga sering banget ganti-ganti pacar dengan alasan belum dapat pasangan polisi. sekarang sudah dapat polisi justru selingkuh sana Dokter. aneh kan tu orang" sahut Wawa
"Iya, hidungnya kurang bersyukur. yang dijadikan alasan karena kesibukan seorang polisi. dari awal harusnya dia tau resiko menjadi istri seorang abdi negara itu seperti apa. jangan hanya mau terima enaknya doang" gerutu Ane
"Betul Ne, kalian masih mending sih menurutku. bayangkan saja kalau dia jadi persit semakin klabakan dia. kami istri tentara harus siap ditinggal tugas dalam waktu yang lama. kami juga harus mandiri, kami juga tinggal diasrama yang disibukkan dengan kegiatan kesatuan. bahkan tidak sedikit dari kami yang melahirkan tanpa didampingi suami. ada juga waktu ayah mereka pulang dari tugas, anaknya sampai tidak mengenali kalau itu ayahnya. menurutku perempuan seperti Nia memang tidak pantas menikah dengan abdi Negara"ucap Wawa
__ADS_1
"Menurutku juga begitu, karena kami istri aparat itu membawa nama kesatuan tempat suami kita bekerja. hanya perempuan yang berjiwa tangguh dan memiliki kesetian tinggi yang pantas mendampingi seorang Polisi atau TNI." ucap Ane
^Happy Reading^