
Plak..
Suara Ane menampar Nia, dan Nia membulatkan matanya memegang pipinya yang terasa panas.
"Jaga bicara kamu Nia, aku masih waras tidak seperti kamu. jangan kamu pikir perbuatan menjijikkan kamu itu tidak diketahui orang lain. sudah banyak anggota bhayangkari yang mengetahui hubungan terlarangmu dengan Dokter itu. kamu pikir dari mana aku bisa tau semua itu? aku tau dari anggota bhayangkari saat aku mengadakan bansos tadi pagi. aku tidak menyangka Nia, pikiran kamu sepicik itu. Aku salah menilai kamu"
"Ja-jadi maksud kamu? sudah ada yang mengetahui hubunganku dengan Dokter Sigit?" Nia gemetar
"Jadi namanya Dokter Sigit? keterlaluan kamu Nia. bisa-bisanya kamu selingkuh tapi kamu meneriaki dan menuduh orang lain. bertobatlah sebelum pintu tobat tertutup untuk kamu. kamu menjijikkan Nia" ucap Ane meninggalkan Nia
"Ane tunggu, tunggu Ane. aku mohon maafkan aku Ne." Nia berusaha mencegah Ane untuk pergi
"Sudahlah Nia, aku sudah tidak mau memiliki teman seperti kamu. teman yang tega menghianati suaminya dan menuduh sahabatnya dengan perbuatan menjijikkan seperti itu hanya untuk menutupi kebusukannya sendiri." terang Ane
"Ne aku mohon maafkan aku, Ne mas Alan belum mengetahui masalah ini kan Ne?" Nia berusaha mengejar Ane yang terus berjalan
"Kenapa kamu bertanya seperti ini?" Ane menghentikan langkahnya dan menatap mata Nia yang meneteskan air mata
"Aku mohon Ne, aku mohon jangan beritau ini pada siapapun, aku janji. aku akan berubah. beri aku kesempatan Ne. tolong Ne jangan kasih tau masalah ini sama siapapun. aku mohon Ane. aku mohon" rengek Nia menyatukan kedua tangannya memohon maaf
"Aku tidak bilang pun, aku yakin cepat atau lambat Alan akan tau, karena yang tau tentang perselingkuhan kamu ini sudah banyak" ucap Ane.
"Ne masalah itu bisa aku atasi, aku hanya ingin kamu janji jangan cerita masalah ini pada siapapun. kalau orang lain yang bicara Alan tidak akan gampang percaya. asal bukan kamu orang yang bilang" rengek Nia
"Aku tidak bisa janji apa-apa sama kamu, aku juga sudah tidak ingin berurusan sama kamu" Ane berlalu
"Ne.. Ane tunggu!"
Ane sudah tidak mau mendengar semua penjelasan Nia karena sakit hati dituduh ada main dengan Alan. Ane tidak menyangka sahabatnya sendiri tega memfitnahnya seperti itu.
***
Malam hari
Waktu menunjukkan pukul 21.30 WIB namun Arif belum juga menunjukkan tanda-tanda akan pulang, sementara Ane yang seharian berada diluar rumah merasa badannya sangat capek, Ane memutuskan untuk tidur lebih dulu.
Klek..
Suara pintu terbuka
__ADS_1
Arif melihat istrinya yang sudah tertidur dengan lelep. Arif segera masuk dengan pelan membuka pintu lemari mengambil baju ganti. setelah membersihkan diri Arif bersiap tidur, dengan pelan menidurkan dirinya di samping Ane tidak ingin mengganggu tidur istrinya.
Ditatapnya dalam-dalam wajah sang istri. betapa bersyukur dan merasa beruntungnya Arif mempunyai istri seperti Ane. tidak pernah mengeluh tentang kesibukan dirinya.dan selalu memberi dukungan terhadap karirnya. jika wanita lain mungkin sudah mengeluh lantaran kesibukan sang suami, tapi tidak dengan Ane. jarak usia yang terpaut jauh diantara mereka juga tidak dijadikannya alasan Ane untuk berpaling. mengingat banyak wanita diluar sana yang berselingkuh dari pasangan sahnya dengan berbagai alasan.
Arif yang sebenarnya sudah mengetahui perselingkuhan Nia sahabat istrinya tapi memilih untuk diam karena dan membiarkan Alan tau dengan sendirinya.
Ya Arif sebenarnya sudah tau kalau Nia berselingkuh dari Alan. sebagai seorang Polisi insting Arif begitu peka dengan gelagat yang ditunjukkan oleh Nia. hingga diam-diam Arif mencari tau sosok yang menjadikan Nia tega menghianati suaminya sendiri.
***
Dirumah Alan
Nia yang hari ini pulang lebih cepat karena gelisah dengan perkataan Ane tadi siang.
Nia merasa ketakutan kalau suaminya akan mengetahui hubungan gelapnya dengan Dokter Sigit. sebenarnya Nia tidak takut berpisah dengan Alan, Nia hanya tidak ingin terlihat salah dan ketahuan selingkuh.
Nia melihat Alan yang sudah tidur disampingnya dengan lelep. sementara dirinya tidak bisa memejamkan matanya.
"Mas, mas Alan" Nia mencoba membangunkan Alan
Alan yang sebenarnya juga belum tidur pura-pura tidak mendengar.
Hingga Saat pagi mulai menyapa, adzan berkumandang suara kokok ayam pun mulai bersautan. Alan membuka matanya dan terkejut saat melihat Nia masih terduduk disamping ranjangnya.
"Astaghfirullah, kenapa kamu pagi-pagi sudah duduk disini" ucap Alan kaget
"Aku dari semalam tidak bisa tidur mas" ucap Nia
"Kenapa?" tanya Alan datar dan mengusap matanya hendak bangun untuk berwudhu.
"Mas, kamu mau kemana. aku mau bicara"
"Wudhu lah mau kemana lagi" jawab Alan tak menghiraukan Nia
Selesai sholat subuh, Alan segera turun kekamar Nana dan bermain dengan Nana.
"Mas Alan aku mau bicara" Nia menyusul Alan kekamar Nana
"Mama.. mama" panggil Nana ingin memeluk Nia
__ADS_1
"Iya sayang, nanti ikut mama. tapi sekarang mama mau bicara dulu sama papa ya"
"Mau bicara apa, aku tidak punya waktu. ini aku sudah mau berangkat ke kantor"
"Kekantor sepagi ini? apa tidak salah mas? kamu tidak sengaja ingin menghindari aku kan? cerca Nia
"Ini masih pagi Nia, sudah ya jangan mulai ribut lagi aku harus segera kekantor" ucap Alan pamit.
"Kenapa sepertinya mas Alan sengaja menghindari aku? tidak mungkin Nia memberi taukan semuanya kan?" gumam Nia
***
Sesampainya dikantor, Alan membuka sebuah aplikasi di hapenya. sebuah aplikasi dimana dia bisa dengan mudah mengetahui keberadaan istrinya.
tadi selepas sholat subuh Alan menanam sebuah aplikasi dihape Nia saat sedang berada di kamar mandi. Jarang-jarang bisa melihat hape Nia tergeletak diatas meja. maka dengan sigap Alan segera memasang sebuah aplikasi dihape istrinya.
Ya selama ini, sejak Nia dekat dengan Dokter Sigit. memang tidak mudah untuk bisa memegang hape istrinya itu. bagaimana bisa memegang jika kekamar mandi saja hape selalu dibawanya. bahkan hapenya juga di pasword hingga Alan kesulitan membukanya.
namun bukan Alan namanya kalau tidak bisa menemukan pasword yang mungkin digunakan oleh istrinya. karena Nia ini pelupa pasti tidak akan jauh-jauh dari tanggal-tanggal lahir orang disekitarnya. benar saja Nia menggunakan tanggal lahir ayahnya sebagai pasword.
Hari ini Alan sudah bertekad akan mencari tau tentang istrinya. rahasia apa yang sebenarnya disembunyikan oleh sang istri.
"Ma, Nia berangkat dulu" pamit Nia pada bu Indah
"Iya hati-hati" jawab Bu Indah singkat
"Nana, mama kerja dulu, Nana sama nenek ya" Nia mencium kening Nana
Dret.. dret..
Pesan masuk dari Dokter Sigit dihape Nia
Nia yang baru saja sampai rumah sakit duduk dan. membuka pesan
"(Sayang, aku kangen)" Chat Dokter Sigit
^Happy Reading^
Jangan Lupa Like, coment dan Vote ya🙏😘
__ADS_1