
Hari ini Ane datang kekantor suaminya untuk melakukan giat bhayangkari dan Arisan rutin bhayangkari. selesai mendapatkan pengarahan dari ketua cabang bhayangkari dan menyelesaikan beberapa rangkaian kegiatan bhayangkari Ane mampir keruangan suaminya untuk bertemu dengan Arif dan sesampainya disana dirinya melihat Alan yang sedang duduk dimejanya terlihat sibuk dengan pekerjaannya.
"Bang, kita makan siang bareng yuk. sekalian ajak Alan gimana?" tanya Ane
"Boleh saja sih, coba sana tanya dulu sama Alan. abang beresin ini dulu" ucap Alan membereskan dokumen-dokumen diatas mejanya
Ane menuju meja kerja Alan
"Lang ikut kita aku sama Bang Arif makan siang bereng yuk? sekalian ada yang mau aku tanyakan"
"Makan di mana kak? ini pekerjaan masih lumayan banyak sih sebenernya" jawab Alan
"Udah tinggal dulu saja, udah jam makan siang juga kan" sahut Arif yang baru keluar dari ruangannya
"Okey bang" Alan segera menutup laptop dan mengekori Arif dan Ane
Sesampainya rumah makan, Alan tampak senyum-senyum sendiri saat menatap layar ponselnya
"Ehem.. ehem.. kok roman-romannya ada yang sedang jatuh cinta ya" Ane berdeham
Yang disindir ternyata belum mengerti juga dan masih asyik dengan layar ponselnya
"Ehem.. " Arif ganti berdeham dan Ane tertawa
"Eh.. iya siap ndan" Jawab Alan kaget
"Hahaha.. kamu Lan, terlihat banget kalau pikirannya tidak sedang disini" ucap Ane tertawa dan Alan memperlihatkan gigi putihnya seraya menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Jadi bener kamu sedang jatuh cinta?" tanya Ane
"Kak Ane kata siapa? sebenarnya belum bisa dikatakan jatuh cinta. hanya saja saat ini Alan memang dekat dengan seseorang" jawab Alan
"Em.. apa wanita itu mantan istri suaminya Nia?" tanya Ane
"Kak Ane tau juga soal itu?" tanya Alan membulatkan matanya. tidak menyangka ternyata banyak yang sudah mengetahui kedekatannya dengan mantan istri Dokter Sigit
"Iya sebenarnya aku sudah mendengar itu dari salah satu pengurus bhayangkari. tapi awalnya aku belum begitu yakin sampai kemarin Nia telpon aku dan menanyakan soal kedekatan kamu dengan mantan istri suaminya" jawab Ane
__ADS_1
"Nia? jadi Nia tau juga?" tanya Alan
"Iya, Nia menanyakan kebenarannya kemarin" jawab Ane
"Oow.. Alan ingin, pasti anak tirinya yang memberitahu. kemarin Alan pas jalan-jalan sama Anggun dan Nana, di mall tidak sengaja bertemu dengan anak tirinya. mungkin dia cerita sana Nia"
"Wah ternyata udah sejauh itu, jalan-jalan sana Nana juga" goda Ane
"Hehe.. iya kak, hanya jalan-jalan saja kok. Anggun mau membantu Alan memilihkan pakaian untuk Nana. Alan kan gak faham tentang baju anak cewek, jadi dibantuin milih sama Anggun" jawab Alan
"Dan jujur ya Lan, kemarin Nia sempat bilang untuk menyampaikan ke kamu kalau dia keberatan dengan hubungan kamu dan mantan istri suaminya"
"Apa haknya dia keberatan?" Alan merasa kesal dengan Nia
"Ya karena menurutnya lucu saja, kayak bertukar pasangan" jawab Ane tertawa
"Iya sih Lan, orang luar yang gak tau mungkin akan merasa aneh dengan hubungan kalian seorang bertukar pasangan. kalau tidak seolah kamu dan Anggun sakit hati dengan penghianatan mereka lalu sama-sama ingin balas dendam" sahut Arif
"Iya tapi kedekatan kami juga sebenarnya tidak ada hubungannya dengan masa lalu kami bang, beneran kami bertemu secara tidak sengaja saat Nana sakit gigi dan ternyata dokter yang direkomendasikan Riri itu ternyata Dokter Anggun mantan istri selingkuhan Nia. aku juga gak sadar awalnya bang, sampai akhirnya Anggun ingat sekilas pertemuan kita pagi itu di depan apartemen saat memergoki Nia dan Dokter itu " jawab Alan
"Belum sejauh itu sih bang sebenarnya, hanya saat ini Alan merasa nyaman ngobrol sama Anggun. dan Nana juga sekarang setiap hari minta ngobrol sama Anggun walaupun hanya lewat telpon. Nana sepertinya menyukai Anggun karena dulu saat sama ibu kandungnya sendiri justru Nia tidak pernah mau bermain atau sekedar ngobrol sama Nana." terang Alan
"Intinya kami do'akan yang terbaik untuk kamu dan Nana. apapun keputusan kamu asal baik kami akan mendukung" sahut Ane memberi Alan dukungan
"Terimakasih kak Ane, bang Arif. kalian selalu ada disaat terpurukku." ucap Alan dengan mata berkaca-kaca
Setelah ngobrol dengan Alan kini Arif mengantarkan istrinya pulang ke rumah
"Ayah, bunda" Amar berlari seneng melihat ayah dan bundanya pulang
"Peluk ayah" Amar minta dipeluk
"Sini sayangku, kangen Ayah ya"
"Bang.. kan dari luar. bajunya kotor! kok peluk-peluk aja" gerutu Ane
"Eh.. iya ayah lupa, baju ayah kan kotor dari luar sayang. peluknya udah dulu ya. nanti ayah diomelin bunda tu" Arif melihat Ane senyum dan Ane membelalakan matanya.
__ADS_1
"Gak mau, Amar mau peluk ayah. gak mau dilepas" rengek Amar menyandarkan kepalanya dipundak Arif
"Ya sudah, gak papa ya bunda. Abang juga gak kemana-mana kok tadi cuma di dalam ruangan" jawab Arif
"Kalian ini, selalu saja" Ane mencubit pelan pipi Amar karena gemes
"Arif kamu udah pulang?" tanya Bu Imah
"Belum ma, ini mau balik kantor lagi" ucap Arif mendekat dan mencium tangan ibunya
"Papa dimana ma? tanya Arif
"Papa sepertinya tadi keluar mau ada acara bapak-bapak sama RT sini"
"Acara apa ma?"
"Mancing sama bapak-bapak perumahan sini, Ya gitu papa sekarang. semenjak perusahaan kamu pegang. setiap hari kalau tidak main sama Amar paling mancing sama bapak-bapak"
"Itu namanya menikmati hidup ma, dari muda udah bekerja. sekarang tua saatnya menikmati hidup. mama juga sebaiknya kalau mau apa atau mau kamana bilang saja ma. mama sudah waktunya menikmati hidup. atau kenapa mama tidak ikut saja sama Papa? kalau masalah Amar kan ada mbak Siti yang bisa menjaga Amar" ucap Arif
"Iya tadi papa juga ngajakin tapi mama gak mau, orang acaranya sama bapak-bapak. masak mama mau ikut. lagian mama lebih seneng main sama Amar. cucu kesayangan Nenek" Bu Imah senang
Ane merasa bersyukur hidup ditengah-tengah keluarga yang saling menyayangi dan saling mengerti.
"Bang, Ane ganti baju dulu. oya nanti abang mau dimasakin apa? Ane pengen masak nanti"
"Apa aja, masakkan istri tercinta pasti pasti abang suka" jawab Arif
"Amar juga yah, masakan bunda tercinta pasti Amar suka hehehe.. " Amar senyum memperlihatkan gigi putihnya.
"Udah pinter gombal juga ya anak bunda, siapa sih yang ngajari anak bunda gombal ini"
"Ayah yang ngajari bun"
"Abang" ucap Ane dan semua tertawa
^ Happy Reading ^
__ADS_1