
"Aaww....hhuu " Ane menahan sakit dan menarik nafas dalam
"Maaf ya sayang, maaf ya.seandainya aku bisa menggantikan rasa sakit itu" ucap Arif sedih saat melihat Ane kesakitan
Ane hanya diam, menahan sakit menikmati setiap prosesnya.
Hingga sakit itu semakin terasa dan semakin sering dalam waktu sepuluh menit bisa terjadi kontraksi antara tiga sampai empat kali.
Ane yang saat ini sudah dipindahkan ke ruang tindakan karena pembukaan sudah lengkap.
Dengan di bantu seorang Dokter dan bidan Ane melahirkan putra pertama mereka.
Melihat perjuangan Ane melahirkan putra mereka membuat Arif seorang Polisi yang sangat gagah pun meneteskan air mata nya. air mata yang sejak tadi berusaha ditahan akhirnya pun pecah tak mampu lagi dibendung.
Perasaan haru, senang dan sangat bersyukur mungkin itu yang dirasakan nya saat ini. melihat putra kecil nya terlahir didunia ini. putra yang sangat tampan mirip dengan dirinya.
Arif menghujani istrinya dengan ciuman yang bertubi-tubi dan segera Mengadzhani putranya ditelinga kanan putra nya dan mengkhomadinya di telinga kirinya.
"Terimakasih sayang, terimakasih sudah melahirkan putra kita, dia sangat tampan" ucap Arif begitu senang
Ane hanya tersenyum lantara dirinya masih lemas, tiba-tiba matanya gelap dan tak sadarkan diri darah tiba-tiba kelar deras dari jalan lahir.
"Dok, istri saya kenapa? istri saya kenapa dok? " teriak Arif panik
"Bapak silahkan keluar dulu, dokter akan melakukan tindakan" ucap salah satu perawat menyuruh Arif keluar
"Tapi dok, saya mau menemani istri saya" teriak Arif
"Maaf Pak, tolong kerja sama nya. silahkan bapak keluar dulu. biar kan Dokter melakukan tindakan" ucap perawat
"Tolong selamatkan istri saya dok, tolong selamatkan istri saya" ucap Arif menangis sejadi-jadinya begitu takut kehilangan istri yang sangat dicintainya.
Setelah dibujuk perawat Arif akhirnya mau menunggu istrinya diluar.
__ADS_1
orang tua dan mertuanya berusaha menghibur Arif
Bu Vina dan pak Edi yang seperti tersambar petir mendengar putri satu-satu nya dalam keadaan kritis berusaha tegar saat melihat cucu mungil mereka dibawa keluar seorang perawat. Bu Vina mengendong dan menjadi menatap wajah mungil itu
"Bunda mu pasti kembali pulih sayang, nenek yakin bunda mu tidak akan pernah meninggalkan kamu karena bunda sangat menyayangi mu anak sholih. kita berdoa buat bunda ya sayang semoga bunda baik-baik saja" ucap Bu Vina pada bayi mungil yang digendong nya.
Air matanya bercucuran namun wajahnya berusaha tetap tersenyum melihat cucunya yang baru saja terlahir kedunia ini.
"Kasian kamu nak, pasti kamu sudah ingin menyusu" ucap Bu Imah melihat bayi yang belum diberi nama ini menangis
Bu imah pun tak kuasa menahan air mata yang menetes.
Arif yang juga seperti orang putus asa duduk di lantai dan menyandarkan kepalanya di tembok.
"Bangun sayang, bangun. kasian anak kita. dia membutuhkan mu, aku juga membutuhkan. tolong bangun. jangan tinggalkan kami" tangis Arif
"Arif, tenang nak. tenang. kita berdoa sama Alloh semoga Ane baik-baik saja" ucap papanya
"Benar Arif, saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah berdoa. memohon yang terbaik. karena sesungguhnya hidup dan mati kita hanya milik Alloh" ucap pak Edi mencoba tegar dan menasehati menantu nya walaupun hatinya sendiri juga serasa hancur melihat dokter yang tak kunjung keluar dan memberikan informasi terkait putrinya.
***
Sudah hampir dua jam, namun belum ada tanda-tanda Dokter atau perawat keluar. Arif sudah mulai bisa mengontrol dirinya dan menggendong buah hatinya. berusaha tenang agar putra nya juga tenang. benar saja putranya tenang dan tidak lagi menangis saat digendong ayahnya.
"Tunggu bunda bangun ya sayang, nanti setelah bunda bangun pasti kamu akan disusui bunda sampai kanyang. bunda sudah berencana akan memberikan kamu asi ekslusif selama dua tahun. tapi untuk sementara kamu minum susu formula dulu tidak apa-apa ya. adik kan anak pintar. doa kan bunda yang saat ini sedang berjuang untuk memberikan kamu asi. ayah yakin bunda akan segera bangun. bunda tidak akan rela melihat mu minum susu formula seperti ini." ucap Arif yang memeberikan susu formula pada putra nya.
"Hujan.. huaa.. " tangis Bu Vina dan Bu Imah pecah mendengar kata-kata Arif
Bu Imah memeluk bu Vina untuk menenangkan.
"Ane pasti akan baik-baik saja jeng, Ane anak yang baik Alloh pasti akan menjaganya" ucap Bu Imah memeluk dan mengusap punggung besannya.
"Iya ma, sejak kecil Ane sudah tumbuh jadi anak yang kuat, sekarang pun dia pasti akan kuat. apalagi sekarang Ane sudah menjadi seorang ibu. dia pasti tidak akan membiarkan anak nya sendiri kita berdoa saja untuk Ane. jangan menangis lagi ya ma" ucap pak Edi
__ADS_1
"Ane anak kita satu-satunya pa, mama tidak bisa membayangkan jika harus kehilangan anak satu-satunya kita. dia juga masih sangat muda" tangis Bu Vina
"Hus, jangan bicara seperti itu ma. Ane tidak akan kemana-mana. dia akan baik-baik saja. Ane anak yang kuat" tegas Pak Edi
"Benar jeng, jangan bicara seperti itu. istighfar, Doa yang terbaik saja buat anak kita ya jeng" ucap Bu Imah
"Astaghfirullah, ya Alloh ampuni hamba. huuaa.. huuaa.... " tangis Bu Vina
Mendengar Bu Vina mengatakan seperti itu, seperti teriris hati Arif. bahkan dirinya pun sempat berpikir yang sama. siap tidak siap dirinya harus menerima semua takdir Alloh. karena takdir Alloh pasti yang terbaik untuk hambanya.
Tapi dirinya memiliki keyakinan istrinya pasti akan kembali bersama mereka.
"Ma, Ane pasti akan baik-baik saja, Ane pasti tidak akan meninggalkan putra nya." sahut Arif
Klek..
Suara pintu terbuka
Nia keluar dari ruangan dan Arif yang menggendong putra nya segera mendekati Nia
"Nia bagaimana keadaan Ane? dia baik-baik saja kan?" ucap Arif dengan hati tak karuan ingin segera mendengar Jawaban dari Nia
"Bagaimana keadaan Ane Nia?" tangis Bu Vina
"Bang Arif, tante, om. tenang dulu ya. Dokter masih berupa. kalian bantu doa ya" jawab Nia berlalu meninggal kan mereka
Sesampainya diruang ganti Nia menangis sejadi-jadinya nya.
Perasaan takut pun menyelimuti dirinya.
baginya Ane bukan hanya sekedar teman tapi sudah seperti layaknya saudara perempuan nya.
Nia yang merasa lutut nya lemas setelah tindakan hampir dua jam menjatuhkan tubuh nya dilantai. matanya menerawang. hatinya serasa hancur.
__ADS_1
Haaiiii sayanx, maaf ya masih slow trz updt nya🙏🙏
Mohon dukungannya dengan like, coment dan vote ya. kasih rating bintang lima dan subscribe juga ya. Terimakasih 🙏😘