Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 247


__ADS_3

"Kak Amar kenapa ya tumben sudah beberapa hari gak pernah keliatan? apa mungkin lagi sakit? apa aku chat saja ya? siapa tau benar-benar sakit, kasihan kan kalau kak Amar sakit sendiri dikos" gumam Rara melihat ponsel yang ada ditangannya


"(Assalamu'alaikum, apa kakak baik-baik saja?) " chat dikirim ke Amar


Namun tak juga ada balasan. berkali-kali Rara melihat ponselnya namun tetep tidak ada balasan dari Amar


"Huftt.. " Rara menghela nafas kasar


"Kamu ini sebenarnya kenapa sih Ra?" tanya Arin lirih karena sedang jam pelajaran


"Arin, coba kamu kerjakan soal didepan. sepertinya kamu sudah paham. yang lain menyimak kamu malah asyik ngobrol" tegur Pak guru


"Sa-saya pak?" Arin gugup


"Iya kamu siapa lagi, maju sekarang! kerjakan soal-soal yang ada di depan!


"I-iya pak" dengan gontai Arin berjalan kedepan


Hingga jam pelajaran berakhir, Rara masih saja tidak fokus dan melihat ponselnya tapi lagi-lagi tak ada balasan dari Amar, hal ini membuatnya semakin khawatir.


dan tanpa disadari saat ini kakinya membawa Rara berada didepan kos Amar.


"Aku ngapain ya kesini?" gumam Rara bingung antara mau balik atau mengetuk kos Amar


"Apa aku balik saja ya? ta-tapi kalau kak Amar benaran sakit gimana? tidak-tidak, sebaiknya aku masuk saja" ucap Rara masuk ke halaman kos Amar dan bimbing kembali saat sudah berada tepat di depan pintu kos Amar. tangannya yang sudah hampir mengetuk pintu ditarik kembali.


Dan saat Rara berbalik badan mau pulang, Rara berjalan dengan menundukkan pandangan karena sedih


Bruk..


"Aaww.. " teriak Rara memegangi dahinya yang sakit lantaran menabrak seseorang


"Kak Amar" gumam Rara mendongakkan wajahnya melihat Amar yang berdiri didepannya.


"Kenapa? nyariin kakak?" tanya Amar datar menyembunyikan senyum


"Ti-tidak kok, eh.. maksud Rara. Rara cuma takut kakak sakit dan sendirian dikos. makanya Rara kesini. hanya untuk memastikan keadaan kakak"


"Oow.. jadi kamu khawatir sama kakak"


"Iya Rara merasa aneh aja, biasanya kakak selalu muncul didepan Rara, tiba-tiba kok gak pernah muncul. jadi Rara berpikir mungkin kak Amar sakit" ucap Rara gugup


"Atau mungkin, kamu kangen ya sama kakak?" tanya Amar mendekatkan wajahnya pada Rara


"Tidak, tidak kok! siapa bilang Rara kangen. Rara sama sekali tidak kangen" elak Rara dan Amar hanya sedikit tersenyum

__ADS_1


"Kirain kangen" jawab Amar asal


"Karena Rara sudah tau, kakak baik-baik saja. Rara pulang dulu ya" ucap Rara berlalu dan dengan sigap Amar memegang tangan Rara


"Tunggu Ra"


Rara terhenti dan menatap kearah Amar


"Terimakasih ya Ra, sudah mengkhawatirkan aku" ucap Amar lembut dan tersenyum


"Ternyata kak Amar kalau tersenyum manis juga. tidak, tidak. sadar Rara apa sih yang kamu pikirkan" batin Rara menggelengkan kepala


"Kenapa Ra? tanya Amar


"Tidak kok, tidak apa-apa, bukan apa-apa. Rara pulang dulu" jawab Rara


"Aku antarin ya!" tunggu sebentar aku ambil motor dulu"ucap Amar berlalu


"Ti_" belum selesai Rara ngomong Amar sudah belari mengambil motornya


Amar menghentikan mogenya kesebuah kedai es cream kesukaan Rara


"Kenapa kesini kak?" tanya Rara


Di sela-sela makan es cream Rara menanyakan kenapa selama semingguan lebih Amar tidak pernah menjemputnya lagi.


"Aku pulang ke Semarang" jawab Amar


"Oow kak Amar pulang ke Semarang? syukurlah aku kira kak Amar sakit"


"Nenek dan kakek kecelakaan dan meninggalkan. jadi aku buru-buru ke Semarang"


"Inalilahi wainnailaihi rojiun, maaf ya kak. Rara benar-benar tidak tau kalau nenek dan kakek meninggal. kok mama dan papa tidak ngabari Rara ya" ucap Rara merasakan kesedihan Amar


"Mungkin tante Anggun dan om Alan lupa, tidak apa-apa, aku, ayah dan bunda sudah mengikhlaskan kepergian nenek dan kakek." ucap Amar


"Dan mulai minggu depan sampai dua bulan kedepan sepertinya aku juga tidak bisa jemput kamu, karena aku akan praktek di satu rumah sakit yang ada di Malang."


"Iya gak apa-apa, Rara malah senang" ucap Rara


"Yang benar? nanti rindu? goda Amar


"Igh.. pede banget kak Amar ini. siapa juga yang kangen" jawab Rara mengelak dan kembali menyendok es creamnya


"Ra, kalau aku praktek. kamu jaga diri baik-baik! ingat jangan main sama cowok. sekarang ini banyak cowok dengan motif jahat. termasuk teman kamu siapa itu namanya Rama atau siapa lah itu, ingat ya. jangan keluar malam! kamu itu tanggung jawab ku. jadi selama aku tidak diSurabaya, tolong kamu jangan macem-macem!" tegas Amar

__ADS_1


"Kenapa Rara tanggung jawab kak Amar? Rara kan anak mama dan papa! lagipula Rara ini bukan anak kecil lagi kak, Rara bisa menjaga diri Rara sendiri. kakak tidak perlu khawatir!" ucap Rara


"Mama dan papa kamu itu sudah menitipkan Rara pada kakak, tentu saja kakak harus menjaga kamu. jadi tolong nurut sama kakak ya! biar kakak juga tenang disana nya!


Rara menatap Amar yang cara bicaranya sekarang lebih lembut dah hangat tidak seperti biasanya.


"Iya kak, Rara tidak akan pergi kemana-mana. lagi pula bulan depan Rara juga ujian kenaikan kelas. Rara mau fokus belajar." jawab Rara


"Pinter" jawab Amar mengusap rambut Rara lembut


Suasananya membuat Rara menjadi canggung. tapi Rara juga tidak menolak. karena ada rasa nyaman saat Amar mengusap rambutnya. apalagi saat melihat senyum Amar yang begitu manis menghiasi bibir Amar.


***


Dirumah Arif


"Abang kita makan yuk, Ane sudah selesai masak" ucap Ane


Dimeja makan suasana begitu hening hanya sesekali terdengar suara dentuman sendok dan garpu beradu dengan piring


"Bang, Ane tau bagaimana perasaan abang saat ini. biasanya di meja makan ini selalu rame dengan canda tawa mama dan papa. Ane pun merasakan hal yang sama. sekarang hanya kita berdua dirumah ini. apalagi saat abang piket, terkadang rasa kesepian ini terasa sangat menyakitkan. tapi Ane ingat kalau Ane tidak boleh larut dalam kesedihan. karena papa dan mama pasti akan sedih kalau melihat Ane sedih. begitu juga dengan abang. abang jangan larut dalam kesedihan. papa dan mama tidak menginginkan kita bersedih" ucap Ane


Arif menggenggam tangan Ane dan tersenyum


"Terimakasih sayang, karena sudah mengingtkan abang. mulai sekarang kita akan menjalani semua seperti biasa. abang tidak akan bersedih lagi, abang tidak mau papa dan mama sedih kalau melihat Abang sedih." ucap Amar menggenggam tangan Ane


"Iya bang, mama dan papa akan selalu hidup dihati kita. dan doa kita lah yang mereka butuhkan bang" ucap Ane


^Happy Reading^


Terimakasih atas dukungannya๐Ÿ™๐Ÿ™


Polisi idaman Bidan akan mengadakan giveaway buat pemberian dukungan terbanyak. seperti contoh dibawah.



Bagi pemberi dukungan terbanyak seperti nomor 1 diatas akan mendapatkan pulsa sebesar 50.000+parfum dan terbanyak nomer 2 dan 3 akan mendatangkan parfum dari Alunan parfum+pulsa 20.000.


untuk terbanyak nomer 4&5 akan mendapatkan parfum love me Alunan parfum.



Ini parfum nya ya, yuk kasih dukungan yang banyak dengan like, coment dan Vote. dan yang dapat hadiah juga wajib harus sudah follow akun Qurrotaayun ๐Ÿ‘


Dukungan dimulai dari sekarang ya, dan Pengumuman pemenang akan dilakukan tanggal 3 bulan September. terimakasih ๐Ÿ™

__ADS_1


__ADS_2