Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
FIRASAT


__ADS_3

Sebenarnya Ane berat melepas suaminya pergi walaupun Ane tau sebagai istri Polisi Ane harus siap kapan saja Suaminya di butuhkan kedinasan. dari awal sebelum sidang nikah kantor Ane sudah di kasih tau sebagai istri Polisi yang harus setiap saat siap jika suaminya harus pindah tugas atau seperti saat ini di tengah malam ada panggilan dan harus segera merapat.


Tapi entah mengapa malam ada perasan tidak iklas melepas suaminya yang berangkat tugas.


Apa karena ini malam pertama nya apa karena apa?? entah lah. yang jelas Ane sebenarnya enggan melepas suami nya pergi tapi walaupun hati nya tidak rela, pun tetap harus merelakan suaminya menjalankan tugas.


"Ya Alloh lindungi suami yang sedang menjalankan tugas" doa Ane


***


Dret...dret....


Panggilan masuk dari Alan dan Arif segera menggeser tombol terima


"Ya hallo...." ucap Arif


"Kami sudah sampai lokasi ndan, saat ini target sepertinya masih di dalam, dari info yang kami dapat malam ini mereka akan menyelundupkan Narkoba lewat jalur Air." laporan dari Alan


"Oke...sebagian tetap berjaga di pelabuhan di pimpin pak Viko sudah disana


"Dan sebagian tetap tunggu di gudang itu di bawah pimpinan saya, sepuluh menit lagi saya sampai tetap Awasi jangan sampai lengah." ucap Arif memberi arahan anggota nya.


Karena saat ini Arif dan Tim nya sedang menjalankan misi untuk membeluk gembong narkoba kelas kakap yang udah lama menjadi DPO.


Sesampai gudang kosong yang di duga tempat para gembong narkoba akan melalukan aksinya malam ini.


"Selamat malam ndan" Alan dan anggota yang lain mengucapkan salam


"Bagaimana?? apa sudah ada pergerakan ??" tanya Arif


"Sampai saat ini masih landai ndan belum ada tanda - tanda pergerakan. dari informan yang kami dapat pergerakan kemungkinan akan dilakukan dini hari nanti sekitar pukul 03.00 " Alan menyampailan laporan nya


"Oke Viko juga sudah 86 (siap) di pelabuhan, nanti kita di sini bagi dua bagian lagi, satu bagian nanti dari belakang dan satu bagian nya lagi ikut saya dari depan.


Kita gagalkan aksinya nanti sebelum jam tiga kita masuk.


***


"Ya Alloh kenapa hatiku serasa tidak tenang, semoga bang Arif baik - baik saja." gumam Ane yang tidak bisa tidur karena hati nya gelisah memikirkan laki - laki yang baru sehari menjadi suaminya.


"Ane kok belum tidur??" tanya bh Vina yang melihat Ane mondar mandir


"Ane kepikiran Bang Arif ma" ucap Ane


"Ne...sebagai istri Polisi kamu harus membiasakan diri seperti ini sewaktu - waktu di tinggal tugas, yang perlu Ane lakukan doakan Suamimu dimana pun Arif berada semoga selalu di lindungi Alloh" nasehat Bu Vina


"Iya ma, terimakasih ya ma selalu ada buat Ane" Ane memeluk Bu Vina


"Iya sayang" Bu Vina mengelus - elus punggung Ane

__ADS_1


***


"Hallo Vik...gimana keadaan pelabuhan apa ada yang mencurigakan??? tanya Arif


"Sampai saat ini landai, belum ada pergerakan sepertinya" lapor Viko


"Oke" Arif memutus sambungan telphon nya


Arif dan tim nya sudah siap dengan senjata lengkap untuk masuk ke gudang tempat gembong narkoba melakukan persiapan menyelundupkan Narkoba.


"Tempat ini sudah di kepung, lebih baik kalian serahkan diri kalian" peringatan yang di berikan kepada gembong narkoba di dalam gudang, tapi para gembong narkoba pun rupanya juga sudah melakukan persiapan jika sewaktu - waktu tempat mereka di grebek.


Saat mereka melakukan aksinya terjadi insiden baku tembak di antara gembong narkoba dan polisi


Dor.....


Satu tembakan yang tidak bisa di hindari.


Pyar.....


Foto Ane dan Arif jatuh hingga pecah


"Ya Alloh ada apa ini kenapa hati Ane seperti ini" gumam Ane


"Aaagggg...." jari tangan Ane terkena pecahan kaca saat mau mebersihkan figura yang pecah


"Ane...ada apa nak, hati - hati biar mama saja yang bersihin??" Bu Vina panik melihat tangan Ane berdarah


"Udah gak papa biar mama bersihin" bu Vina mengambil pecahan - pecahan kacannya.


***


"Komandaaaannn........" teriak Alan melihat Arif terkena tembakan saat seharusnya yang mengenai dirinya tapi Alan di dorong Arif hingga Arif lah yang terkena peluru nya.


Setelah saling baku tembak akirnya semua bandar Narkoba berhasil di bekuk polisi namun na'as Arif terkena tembakan peluru menembus dada nya darah mengucur begitu cepat.


"Panggil Ambulance...panggil ambulance......" teriak Alan memegangi Arif


"Komandan...bangun...bangun....bang.....bangun....."Alan histeris melihat Arif yang tak mau membuka mata.


Uwiw....wiuw.....


terdengar suara ambulance memasuki gudang kosong dimana Arif kena tembakan


Viko yang sudah mendapat informasi tentang keadaan Arif segera menuju lokasi


Sesampainya di rumah sakit bhayangkara Arif segera di bawa ke IGD untuk segera mendapat pertolongan.


Saat ini Bu Imah dan suaminya sudah sampai di rumah sakit, tapi sampai Arif sudah di IGD belum ada yang mengabari keadaan Arif ke Ane.

__ADS_1


Ane yang menunggu kabar dari suaminya di rumah sampai matahari sudah menampakan cahaya indah nya namun yang ditunggu belum juga memberi kabar.


"Ma...apa tidak sebaiknya kita kasih tau Ane dan besan kita tentang keadan Arif.


"Iya pa, tapi mama takut Ane syok. mereka baru saja kemarin menikah"ucap bu imah


"Biar papa yang bicara dengan besan kita ya"


"Om...Tante...kalau di ijinkan biar Alan yang jemput Bu Arif ke rumahnya" ucap Alan uang merasa berhutang nyawa dengan Arif


"Tapi nak...kamu kan juga pasti sudah lelah, apa tidak sebaiknya kamu istirahat" saran bu imah


"Tidak tante, Bang Arif seperti ini karena saya. Bang Arif sepeti ini karena menyelamatkan saya" ucap Alan menangis dan mengacak - acak rambutnya merasakan penyesalan


"Kenapa Bang Arif harus menolong saya,saya yang seharusnya tertembak" Alan histeris


Viko memeluk berusaha menenangkan Alan.


"Jangan menyalahkan diri sendiri nak. ini takdir" ucap Bu Imah


"Biar saya temani Alan untuk menjemput istri Arif kemari Om, tante" ucap Viko


"Ya sudah nak tolong hati - hati ya menyampaikan kabar ini"pinta bu Imah


" Iya tante"


Dokter keluar dan memberitahu bahwa Arif harus segera di operasi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di paru - paru nya.


"Lakukan yang terbaik dok" jawab papa Arif


Semua rekan mengikuti Arif ke ruang operasi dan menunggu di luar ruang operasi.


bu Imah terus berdzikir mendoakan kelancaran operasi Arif pun dengan yang lain berdoa untuk kesembuhan Arif.


****


"Asalamualaikum...."


"Walikumsalam..." Ane yang berlari keluar sambil menjawab salam berharap suaminya yang datang


"Bang Viko, Alan...kok kalian ke sini bukan nya tadi malam bang Arif sama kalian" Ane yang feeling ny mulai merasa ada yang salah


"Ane ....Bang Arif....."


Like


Coment


Vote ya.....

__ADS_1


Terimakasih


__ADS_2