Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 219


__ADS_3

Pagi ini Ane dan wawa mengunjungi Nia yang berada di tahan. dan Ane juga membawakan beberapa makanan kesukaan Nia dan juga membawakan peralatan sholat.


"Terimakasih kalian mau datang kesini" ucap Nia


"Nia, kenapa jadi seperti ini?" tanya Ane menggenggam tangan Nia


"Entahlah, apa kalian tau bagaimana kondisi laki-laki itu?" tanya Nia


"Dokter Sigit maksud kamu?" tanya Ane


"Iya, apa kamu tau dia mati atau tidak?"


"Saat ini. Dokter Sigit masih berada di ruang perawatan intensif. dan kabar yang aku tau sepertinya saat ini Dokter Sigit belum sadarkan diri" jawab Ane


"Kenapa tidak mati sekalian itu orang" ucap Nia meremas tangannya menahan amarah


"Astaghfirullah istighfar Nia, jangan seperti ini. apa kamu tidak menyesal dengan apa yang kamu lakukan?" tanya Ane


"Benar Nia, apa kamu tidak merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan terhadap suami kamu sendiri?" sahut wawa tidak percaya dengan apa yang telah di dengarnya


"Merasa bersalah? bagaimana mungkin aku merasa bersalah. itu pantas dia dapatkan. dia sudah menghancurkan hidupku. aku ingin dia mati" ucap Nia murka


"Nia kamu benar Dokter Sigit salah, tapi dengan apa yang kamu lakukan seperti sekarang ini, justru ini membuat kamu semakin buruk. apa kamu tidak memikirkan bagaimana perasaannya orang tua kamu. setelah apa yang sudah kamu lakukan, ibarat kata rasa malu yang mereka rasakan karena ulah kamu tempo hari belum sembuh, sekarang kamu tambah lagi rasa malu mereka karena perbuatan kamu ini. Bayangkan bagaimana mereka menghadapi hujatan dari masyarakat dan keluarga kalian akibat ulah kamu " ucap Ane


"Kalau kalian kesini hanya untuk menyalahkan aku, sebaiknya kalian pergi dan jangan pernah datang kesini lagi. biarkan aku sendiri" ucap Nia tidak mau melihat kearah Ane dan wawa


"Kenapa hati kamu sekeras ini Nia, apa yang disampaikan Ane ini semua benar dan ini semua karena kami perduli sama kamu" sahut Wawa

__ADS_1


"Iya terimakasih sudah mengkhawatirkan aku, tapi apa gunanya sekarang? semua sudah terjadi kan? dan apapun yang saat ini kalian katakan aku tetap akan dihukum kan? semua yang kalian katakan tidak akan merubah apapun saat ini" ucap Nia


"Perbanyak istighfar Nia, dan selama kamu didalam sana. aku berharap kamu bisa introspeksi diri renungi semua kesalahan kamu dan bertaubatlah, minta ampun terhadap Alloh dan minta maaf juga kepada ayah dan ibu kamu. kasihan mereka. jauh-jauh datang kesini untuk menunggu kamu. apa kamu tau saat ini ayah dan ibu kamu ada diluar" ucap Ane


"Ayah dan ibu diluar? kenapa mereka tidak menemui aku?" tanya Nia


"Mereka memang tidak masuk untuk bertemu dengan kamu, tapi bukan berarti mereka tidak perduli. mereka dari kemarin tidak pulang dan hanya didepan menunggu kabar perkembangan kasus kamu. mereka pontang panting mencari pengacara untuk meringankan hukuman kamu. tidakkah kamu kasian terhadap mereka?" Ane berisi merubah pola pandang Nia


Nia meneteskan air mata yang sedari tadi ditahan.


***


Kedua orang tua Nia mengunjungi Dokter Sigit kerumah sakit


Memastikan keadaan menantunya selamat. dan tentu saja tujuan pak Karsa dan Bu Iin datang kerumah sakit untuk meminta pengampunan untuk putrinya Nia.


"Bapak dan ibu kesini untuk apa? meminta kami mencabut laporan kami terhadap Nia? apa kalian tidak punya rasa malu meminta hal seperti itu?" ucap mama Dokter Sigit


"Lalu maksud kalian Sigit yang bersalah dan membuat Nia melakukan semua ini? sebelum bicara seperti itu, lihatlah ke dalam. keadaan Sigit sudah sekarat seperti itu, tapi kalian masih mau menyalahkan anak saya dan ingin saya mencabut laporan? ini anak saya yang sedang berada di dalam berjuang antara hidup dan mati. dan jelas-jelas semua ini karena ulah anak kalian" ucap Mama dokter Sigit


"Saya mohon bu, saya tau Nia salah. tapi sebagai seorang ibu, saya yakin ibu juga mengerti bagaimana rasanya hati seorang ibu melihat putrinya di penjara seperti itu" ucap bU Iin terisak


"Lalu menurut kalian lebih sakit mana melihat anak semata wayangnya, terkapar tak berdaya antara hidup dan mati. lebih sakit mana? kalau kalian di posisi saya, apa kalian bisa memaafkan orang yang ingin membunuh anak kalian?"


"Ta-tapi bu_" ucap Bu Iin terpotong


"Sudah bu, sudah. kita pulang saja ya" ucap pak Karsa memegang bahu bu Iin

__ADS_1


Pak Karsa dan bu Iin berjalan gontai meninggalkan rumah sakit, mereka merasa sangat frustasi karna jalan untuk bisa mengeluarkan Nia dari penjara sepertinya mustahil. keluarga Dokter Sigit tidak akan mungkin mau mencabut laporan mereka terhadap Nia. Disisi lain mereka sedih tapi disatu sisi lain juga mereka bisa mengerti karena orang mana pun pasti tidak akan pernah rela melihat anaknya terkapar antara hidup dan mati seperti yang saat ini di alami menantunya.


"Selamat siang, bapak sepertinya mertua mas Sigit ya?" tanya Dokter Anggun berusaha mengingat laki-laki parah baya yang pernah mendatanginya dan meminta maaf atas apa yang sudah putrinya lakukan. Pak Karsa dan Bu Iin yang sedang duduk di kursi tunggu dengan penampilan yang lusuh lantaran dari kemarin tidak sempat membersihkan diri.


"Dokter Anggun, iya Dok. kami mertua Sigit" jawab pak Karsa


"Apa kalian habis menjenguk mas Sigit?"


"Iya dok, kami barusan menjenguk Sigit dan meminta maaf atas apa yang sudah Nia lakukan" jawab pak Karsa


"Saya sudah mendengar dengan apa yang terjadi, dan saya do'akan semoga ada penyelesaian yang terbaik" ucap Dokter Anggun


"Amin.terimakasih dokter Anggun" ucap pak Karsa


"Ya sudah, saya permisi ya pak, ibu. sudah ada pasien yang menunggu" ucap Dokter Anggun berlalu


"Iya Dok" jawab pak Karsa


***


"Itu tadi Dokter Anggun yang mantan istrinya Sigit bukan yah?" tanya bu Iin


"Iya bu, dia mantan istri dari Sigit. selain dia dokter dirumah sakit ini, dia juga anak pemilik rumah sakit ini." jawab pak Karsa


"Pantas saja saya melihat ada penyesalan dimata Sigit dan mamanya saat mau menikah dengan Nia. karena ternyata mantan istri Sigit terlihat sangat sempurna sebagai seorang wanita."


"Itulah bu, bahkan Dokter Anggun ini orangnya sangat sopan santun terhadap orang tua. walaupun anak kita sudah merebut suaminya tapi melihat kita, dokter Anggun masih menyapa dan tidak terlihat marah dengan kita" ucap pak Karsa

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa like, coment dah Vote ya🙏 terimakasih readers tersayang 🙏🥰😘


__ADS_2