Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 193


__ADS_3

"Oya, nak Fahmi katanya sedang menjalani koas ya, bagaimana apa semuanya lancar?" tanya Pak Sandi


"Alhamdulillah om lancar" jawab Fahmi tegang berbicara dengan papa Riri


"Santai saja, om ini orangnya tidak galak kok, tapi sekali membuat anak gadis om menangis jangan ditanya, Om bisa menjadi lebih orang yang mungkin akan membuat kamu tidak bisa tidur dengan nyenyak. mungkin akan om kirim pasukan nyamuk buat ganggu kamu maksdunya" canda pak Sandi


"Ampun Om, tidak berani" jawab Fahmi


"Jadi bagaimana rencana kalian?" tanya bu Indah


"Jadi begini Om, tante, kak Alan. Sebelumnya saya mau mengucapkan terimakasih karena saya sudah diijinkan untuk datang kesini bertemu dengan mama, papa dan kakak Riri. selain untuk bersilahturahmi kedatangan saya kesini untuk menyampaikan keinginan saya yang ingin menjalin hubungan serius dengan Riri. saya secara peribadi mungkin saat ini belum bisa memberikan materi yang banyak buat Riri, tapi saya berjanji akan berusaha membahagiakan dan mencukupi semua kebutuhan Riri kedepannya sebagai seorang kepala keluarga. saya akan berusaha menjadi seorang pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab untuk Riri"ucap Fahmi menyakinkan


"Apa kalian ingin buru-buru menikah?" tanya bu indah lagi


"Sebentar lagi koas saya selesai. rencana saya jika Om dan tente memberi kami restu. setelah koas saya selesai saya kan segera melamar Riri secara resmi untuk menjadi istri saya"


"Tapi bagaimana dengan Kuliah Riri, ini kan Riri sudah tingkat Akhir. apa tidak sebaiknya menunggu sampai Riri selesai kuliah sekalian?" ucap bu indah


"Jika diijinkan saya ingin segera menikahi Riri karena saya sangat mencintai Riri tante, untuk kuliah Riri tetap seperti biasa. tidak akan ada yang berubah meskipun nanti kami sudah menikah" ucap Fahmi menyakinkan


"Tapi kan setelah menikah Riri akan memiliki tanggung jawab sebagai istri. bagaimana jika itu membuat Riri tidak bisa fokus dengan kuliahnya?" tanya Bu indah lagi


"InsyaAlloh saya tidak akan membebani Riri dengan tanggung jawab sebagai seorang istri selama Riri masih kuliah. karena setelah kami menikah saya akan bekerja di Malaysia selama dua tahun. jadi kami mungkin akan terpisah jarak untuk sementara Om, tante. sebenarnya itu alasan saya kenapa saya ingin buru-buru menikah. saya tidak ingin menyesal. saya hanya takut saat saya kembali lagi ke Indonesia Riri diambil orang lain"ucap Fahmi menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum kearah Riri


"Ya iyalah kamu takut, aku kan cantik" ucap Riri bercanda

__ADS_1


"Hus, kamu ini" ucap Bu Indah menepuk tangan Riri


"Jadi maksud kamu, setelah menikahi anak saya, kamu akan pergi meninggalkan anak saya?" sahut pak Sandi


"Bu-Bukan om, bukan seperti itu. tapi saya hanya tidak ingin kehilangan Riri. karena tugas pertama saya cukup jauh. dan bener ya yang dikatakan Riri. Riri ini cantik banyak yang menyukai Riri, selain takut kehilangan Riri juga supaya Riri bisa fokus dengan kuliahnya. tapi walaupun saya jauh saya akan tetep melakukan tugas saya sebagai seorang suami. setelah kami menikah semau kebutuhan Riri saya yang akan menanggung "


"Kalau masalah kebutuhan Riri, InsyaAlloh Om dan tante masih bisa membiayai. yang kami pikiran kebahagiaan putri kami" ucap pak Sandi


"Maaf Om, sekali lagi saya Mohon maaf jika saya salah bicara. bukan maksud saya seperti itu, tapi saya hanya berusaha belajar dengan tanggung jawab seorang suami. dan masalah kebahagiaan Riri, saya akan berusaha membahagiakan Riri sekuat kemampuan saya. meskipun jarak memisahkan. tapi ini hanya untuk sementara sampai kontrak saya di Malaysia habis dan kuliah Riri selesai" terang Fahmi


"Kalau Om dan tante tidak ada masalah tapi bagaimana dengan Riri, Riri apa kamu tidak apa-apa jika setelah menikah ditinggal ke Malaysia seperti yang dikatakan nak Fahmi?" pak. Sandi menatap Riri


"Riri tidak keberatan pah, lagian Riri juga kan masih kuliah. malah menurut Riri ini lebih bagus.setidaknya meskipun kita sudah menikah kita bisa tetep fokus pada kegiatan kami dulu. itung-itung tahap belajar saling mengenal tapi kami sudah halal." jawab Riri


"Sejak dulu kan emang Riri pinter, kakak saja yang tidak sadar" jawab Riri


Setelah mendengar pernyataan Fahmi dan mendengar Jawaban Riri, akhirnya pak Sandi dan bu Indah memberikan restunya untuk Riri dan Fahmi.


Pak Sandi dan Bu Indah sebenarnya memberikan restu juga bukan dengan pemikiran yang matang, mereka memberikan restu dengan pemikiran sangat matang mengingat Riri yang sempat jatuh cinta dengan kakaknya membuat pak Sandi dan Bu Indah segera merestui hubungan mereka. tidak ingin kejadian dulu terulang lagi. bagi mereka Riri dan Alan adalah kakak beradik yang tidak pantas untuk menjalin hubungan lebih dari itu.


Begitu juga dengan Riri, bukan tanpa sebab Riri tiba-tiba pulang ke rumah dan memperkenalkan Fahmi sebagai calon suaminya. Riri memang masih menyimpan perasaan untuk Alan tapi Riri tidak ingin membuat mama dan papanya sedih lagi dengan cinta Riri untuk Alan. Riri sudah memutuskan untuk menyimpan rapat-rapat rasa cinta itu.


Mungkin menikah dengan Fahmi adalah pilihan yang terbaik, agar hubungannya dengan keluarga yang telah merawatnya bisa kembali membaik seperti dulu. itulah pemikiran Riri saat memutuskan menerima cinta Fahmi yang tulus kepada dirinya.


Fahmi sendiri bukan orang sembarangan. keluarganya merupakan keluarga terpandang dikotanya. hampir seluruh keluarganya bekerja sebagai seorang Dokter dan memiliki rumah sakit keluarga. hanya saja dirinya tidak suka bekerja dirumah sakit keluarga dan memilih untuk bekerja dengan *********** sendiri tanpa embel-embel keluarganya.

__ADS_1


***


Malam ini Nana menangis lantaran giginya yang sakit


"Gimana ini ma?" tanya Alan yang panik melihat Nana terus menangis karena giginya sakit


"Coba panggil Riri, biar dilihat Riri dulu" ucap Bu Indah dan Alan seger memanggil adiknya.


Lalu Riri sebagai calon Dokter memeriksa gigi keponakan yang sepertinya


"Banyak gigi yang karies kak, malam ini dikasih obat penghilang rasa sakit dulu tapi besok pagi harus dibawa kedokter gigi biar gigi Nana dibersihkan. dan sebaiknya mulai sekarang makan manisnya dikurangi ya anak cantik" Riri menyentuh pipi Nana yang terlihat bengkak.


"Tolong ambilkan air hangat kak, biar Riri kompres pipinya."


Alan mengambilkan air hangat dan dengan telaten Riri mengkompres pipi Nana.


"Biar aku saja dek, kamu istirahat" ucap Alan


"Tidak usah kak, biar Riri saja, sebaiknya kakak yang istirahat. kakak pasti capek seharian bekerja" jawab Riri


Hatinya merasa seneng bisa berdekatan dengan Alan. meskipun Riri hanya bisa mengagumi kakak yang dicintainya ini diam-diam. melihat Alan baik-baik saja sudah cukup bagi Riri saat ini.


^HAPPY READING^


Terimakasih dukungannya sayang2 ku🙏😘 jangan lupa terus dukungan novel ini dengan like, koment dan Vote ya🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2