Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
BERTEMU NIA


__ADS_3

Didalam suatu kehidupan kadang kita manusia mempunyai banyak rencana kedepan, tapi kembali lagi kita sebagi manusia harus bisa menyadari terkadang apa yang menjadi keingainan kita bukan yang terbaik untuk kita, serahkan semua kepada sang pencipta. Yakin lah Ketetapan Alloh adalah yang terbaik.


Saat rencana mu gagal atau mungkin belum berhasil jangan berkecil hati ambil hikmah nya nikmati prosesnya Insayaalloh didepan ada hal yang lebih indah menantimu


"Istri Abang ngalamun aja" ucap Arif membuyarkan lamunan Ane yang sejak diam memikirkan hidupnya selama ini


"Eh...Abang, Ini lho Abang Ane lagi berpikir aja ternyata hidup memang terkadang tidak sesuai kainginan kita tapi kalau kita mau bersabar dan mengambil hikmah dari setiap apa yang terjadi pada diri kita ternyata ketetapan Alloh jauh lebih indah ya Bang" ucap Ane


"Itu pasti sayang, apa yang terbaik untuk kita belum tentu baik dimata Alloh tapi Apa yang menurut Alloh sudah pasti baik untuk kita. jadi tugas kita hanya berusaha sisanya serahkan sama Alloh" ucap Arif


"Ane merasa beruntung dan bersyukur banget dengan hidup Ane. awalnya Ane merasa sedih, berat tapi ternyata dibalik semua itu Ane dipertemukan dengan Imam yang bisa menutun Ane menjadi pribadi yang lebih baik." Ane bersandar di pundak Arif


Arif tersenyum dan megusap kepala Ane yang tertutup jilbabnya.


Dret....dret....


Ane melihat pesan yang masuk dihape nya


"Bang Ane nanti ijin sebentar boleh mau jalan ke mall sebentar. Nia kebetulan lagi disemarang. ngajak jalan?" Ane minta ijin suaminya


"Abang antar mau?" ucap Arif


"Abang kan belum beneran sembuh, masak mau keluar?" ucap Ane


"Tapi Abang gak tega membiarkan istri Abang sendiri" ucap Arif


"Eemmm...gak papa, Istri Polisi itu harus mandiri" Ane menyeringai


"Iya deh, tapi hati - hati ya" ucap Arif


"Iya Bang, nanti mau dibawakan apa??" Ane menawarkan


"Gak usah sayang, cepet pulang aja" ucap Arif


"Okay"


****


Di salah satu pusat perbelanjaan di Semarang, Ane dan Nia makan siang disana, Ane bahagia bertemu kembali dengan sahabatnya terakhir. Ane menceritakan kisah hidup yang dialami selama ini.


"Ya Alloh Ne, kenapa kamu tidak pernah cerita selama ini? aku kira selama ini kamu sudah hidup bahagia sebagai pengantin baru. itu sebabnya kamu tidak pernah komen di grub Chat kita?" Nia memegang tangan Ane, merasa sedih dan prihatin dengan apa yang dialami sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Tapi sekarang semua sudah berlalu kok, Alhamdulillah Bang Arif dah mulai baikan. Insyaalloh sebentar lagi pulih kembali." ucap Ane


"Kamu, istri Arif kan?" Nina yang tidak sengaja bertemu dengan Ane di Mall


"Eh...mbak Nina," jawab Ane


"Boleh gabung? Nina yang ikut duduk dimeja tempat Ane dan Nia makan


"Silahkan Mbak" ucap Ane senyum


"Bagaimana keadaan Arif?" tanya Nina


"Alhamdulullah sudah baikan mbak, tinggal pemulihan aja" jawab Ane


"Suami kamu kan belum sepenuhnya sembuh, kok bisa kamu malah jalan - jalan dan makan di Mall?" Ucap Nina sinis


"Ini tadi sudah ijin juga kok mbak sama Bang Arif" Ane dan Nia saling memandang penuh arti


"Iya tapi harusnya sebagai seorang istri harus selalu mendampingi suaminya yang sedang sakit dek, jangan malah ditinggal jalan - jalan gini. Ya..aku sih tau, kamu masih muda tapi saar kamu memutuskan menerima lamaran Arif seharusnya kamu belajar jadi istri yang baik itu bagaimana" Nina yang terus berusaha menyudutkan Ane


"Maaf kamu itu siapa nya Bang Arif ya?" tanya Nia yang merasa tidak terma sahabatnya dipojokan


"Cuma sahabat kan? yang ibuk dah bapaknya aja santai kok situ yang sewot" ucap Nia membuat Nina emosi


"E..bocah, maksud kamu apa? maksud aku itu baik lho, memberitahu istrinya Arif" ucap Nina dengan suaranya meninggi


"Masih mending saya bocah, lha situ udah tua belum juga nikah udah nasehati soal pernikahan" ucap Nia menyindir


"Kamu" Nina menunjuk Nia dengan jari telunjuknya.


"Iya aku kenapa?" Nia menatap Nina


"Maaf ya mbak Nina, maafin teman aku" ucap Ane melihat sahabatnya dan sahabat Arif bertengkar sendiri - sendiri


"Nia sudah dong, jangan kayak gitu. ayo minta maaf sama mbak Nina" pinta Ane


"Gak aku gak salah kok, kamu juga Ne hati - hati ada udang di balik batu ni orang" Ucap Nia pedas mandang Nina


"Sudah - Sudah" Ane berusaha melerai


"Ane kamu itu pura - pura gak tau apa emang gak tau sih? jelas - jelas perempuan ini suka sama suami kamu, kenapa kamu diam aja" ucap Nia melihat Ane

__ADS_1


"Udahlah ayo kita pulang" Ane menarik sahabatnya pulang


"Ane, kamu ini kenapa sih? aku itu belain kamu lho"ucap Nia yang tangan nya masih digandeng Ane di Mall


Ane berhenti melihat sahabatnya dan memegang kedua pipi Nia


"Iya Nia sayang, terimakasih ya sudah bantuin aku, tapi aku harus bersikap seperti tadi karena tidak ingin buat masalah dengan rekan Bang Arif dikantor" Abe menjelaskan


"Tapi jelas - jelas dia suka lho sama suami kamu, jangan bodoh lho ya. suaminya bener - bener dijagain" nasehat Nia


"Huum, pasti aku jagain, aku tau kok kalau sepertinya mbak Nina ada hati sama Bang Arif tapi kan yang penting Bang Arif gak suka sama dia. jadi istri Polisi itu harus hati - hati dalam bertindak soalnya takutnya mencoreng nama instiusi tempat suami bekerja, karena itu dari pada rame aku mending pura - pura gak tau" jelas Ane


"Ribet ya punya suami Polisi" ucap Nia


"Hahaha....ya kan harus menjaga nama baik kesatuan dimana suami bertugas, nanti deh kalau kamu udah nikah sama Polisi pasti faham" ucap Ane menggandeng Nia dan kembali berjalan menyusuri Mall.


"Masalahnya Polisi yang belum nemu, kenalain sahabatnya Bang Arif dong Ne" canda Nia


"Iya nanti kalau ada yang baik aku info ke kamu hehehe" Ane tersenyum


***


Dirumah Ane menceritakan tentang pertemuannya dengan Nina.


Ane mengira Arif akan marah karena Nia sudah menghina sahabatnya tapi diluar dugaan. ternyata Arif justru tertawa.


"Abang gak marah?" Ane tanya ragu


"Ya gak lah, kenapa juga Abang harus marah?" ucap Arif yang masih tertawa


"Tapi kan mbak Nina sahabat Abang? sahabat yang menyimpan hati maksdnya" goda Ane


"Cemburu ya istri Abang?" Arif balik memggoda Ane


"Tapi jujur deh Bang, sebenarnya kenapa Abang bisa tidak tertarik dengan mbak Nina? padahal dia cantik" Ane penasaran


"Ane sayang, namanya cinta itu dari hati. jadi kalau Ane tanya kayak gitu, jawaban Abang ya masih sama. hati Abang sudah terlanjur dicuri gadis kecil ini" Arif mencolek hidung Ane


"Gadis kecil? siapa maksdud Abang gadis kecil? Ane udah dewasa sekarng, nyatanya udah boleh nikah sama Abang" ucap Ane


Terimaksih yang sudah membaca, mohon dukungannya ya, Like, coment, vote dan kasih rating bintang lima ya.

__ADS_1


__ADS_2