Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
DIBUAT BINGUNG


__ADS_3

Melihat kondisi Norma hari Arif tidak tega untuk sekedar pura - pura tidak melihat.


tentu saja ini masalah kemanusiaan.


Arif berusaha melepaskan pelukan Norma, tapi Norma pingsan dan dangan sigap segera dibopong Arif ke IGD untuk segera mendapat perawatan.


Selang Oksigen dan Infus sudah terpasang ditubuh Norma, wajahnya dipenuhi dengan lebam yang kemungkinan karena pukulan, Arif meminta Dokter untuk melakukan Visum l, sebagai anggota polisi melihat keadaan Norma seperti ini tentu saja Arif mempunyai banyak kecurigaan.


Ane yang mencari suaminya tapi tidak ada disekitar kamar Ane segera menghubungi suaminya


"Assalamualikum"


"Walaikumsalam sayang, maaf ini Abang ada keperluan sebentar, nanti Abang segera kesana ya" Arif yang salah tingkah mendapati istrinya menelphon. tapi dia juga tidak bisa meninggalkan Norma yang belum sadarkan diri.


"Rif" Norma mulai membuka matanya dan tersenyum melihat Arif ada disampingnya saat dirinya membuka mata.


"Norma, kamu sudah sadar" ucap Arif melihat Norma dengan tatapan iba


"Aku senang kamu disini" ucap Norma memegang tangan Arif


"Apa yang terjadi? kenapa kamu bisa sampai seperti ini?" tanya Arif heran


"Mantan suamiku yang melakukannya" ucap Norma dan air matanya menetes pandangannnya menatap langit - langit rumah sakit


"Kenapa tidak lapor polisi?" taya Arif


"Tidak perlu, itu hanya akan membuatnya semakin murka. aku takut Rif, aku takut dia datang kembali" tangis Norma dan memegang erat tangan Arif


"Apa yang sebenarnya diinginkan mantan suami kamu, bukankah kalian sudah bercerai?" Arif merasa ada yang Aneh


"Karena dia takut" ucapan Norma terputus saat melihat Ane datang.


Ane yang infusnya sudah dilepas dan hendak mencari suaminya di kejutkan pandangan Norma yang memegang erat tangan suaminya


"Ane, ini tidak seperti yang Ane pikirkan" ucap Arif bingung melihat istrinya


Dan Norma yang semakin memegang tangan Arif dengan Erat membuat Ane meradang tapi berusaha tidak ingin terpengaruh

__ADS_1


"Sayang kamu disini, aku kira ada dimana? oow ada sang mantan to disini? wuihhh....kenapa tu muka mbak? semoga cepat sembuh ya" Ucap Ane senyum menahan hatinya yang bergemuruh dan melangkah keluar menahan amarah


Arif yang hendak mengejar istrinya tapi ditahan oleh Norma


"Aaaww sakit banget Rif" ucap Norma memegangi wajahnya berusaha mencegah Arif pergi.


"Suster...." Arif memanggil seorang suster


"Iya pak" jawab perawat disana


"Tolong jagakan mbak ini ya, saya harus segera pergi" ucap Arif dan melepaskan pegangan Norma segera mengejar Ane


Terlihat Ane sudah menaiki taxi didepan rumah sakit. Sebenarnya Ane tau suaminya memenggil tapi Ane lebih memilih untuk pura - pura tidak mendengar. hatinya seperti ada yang menancap begitu sakit.


Bagaimana tidak? disaat hari yang seharusnya menjadi moment membahagiakan buat mereka karena dirinya hamil justru Ane harus melihat kenyataan suaminya bermesraan dengan perempuan lain.


****


"Kenapa Hape Ane tidak bisa dihubungi?" gumam Arif yang masih berdiri didepan rumah sakit


Sesampainya dirumah Arif segera berlari menuju kamar namun sepertinya Ane belum pulang kerumah.


"Arif, kenapa gelisah seperti ini? Ane mana? dia baik - baik saja kan?" tanay Bu Imah sambil melihat sekeling mencari keberadaan Ane


"Arif salah Ma" ucap Arif lirih


"Ada apa Nak? coba sini duduk dulu. cerita yang jelas?" bujuk Bu Imah


"Ane hamil Ma" ucap Arif


"Alhamdulillah, berarti sebentar lagi Mama jadi nenek, Papa pasti seneng banget kalau tau." ucap Bu Imah Bahagia


"Lalu apa yang membuatmu gelisah seperti ini? istri hamil seharusnya kamu senang bukan malah seperti ini" tambah Bu Imah


"Tentu saja Arif senang Ma, tapi Arif sedang dalam masalah" ucap Arif ragu takut Bu Imah juga marah


"Maksud kamu apa Rif? kamu ada masalah apa?" Bu Imah tidak mengerti

__ADS_1


"Ane Ma, Ane pergi dan Arif tidak tau Ane dimana" ucap Arif bingung


"Ane pergi? sebenarnya ada apa ini Rif? bicara yang jelas. kenapa bisa Ane pergi? apa dia belum siap hamil?" Bu Imah membanjiri begitu banyak pertanyaan


"Bukan Ma, Ane senang waktu tau dirinya hamil. cuma tadi disana Arif tidak sengaja bertemu dengan Norma dalam keadaan terluka, Arif berniat menolongnya tapi Ane salah faham karena melihat Arif pegangan tangan dengan Norma


"Kamu juga sih Rif, Mama sudah pernah mengingatkanmu jangan lagi urusi Norma" Bu Imah marah


"Tapi keadaan Norma tadi memang membutuhkan Arif Ma, tidak mungkin Arif pura - pura tidak melihatnya?" jelas Arif


"Istrimu lagi hamil Rif, orang hamil itu sangat sensitif. jaga perasaannya." ucap Bu Imah


"Iya maaf Ma, sekarang Arif bingung harus cari kamana? soalnya dari Arif kenal Ane dia bukan tipe orang suka nongkrong. Ane kalau ada masalah biasanya diam dikamar. Apa lagi sekarang dia disini kan gak ada teman." ucap Arif bingung mengacak - acak rambutnya. Sebagai anggota polisi sebenarnya bukan hal yang susah untuk mencari keberadaan seseorang tapi entah kenapa saat ini Arif merasa seolah tidak dapat berfikir dengan jernih


****


"Kamu tenang ya Ne, ingat kamu lagi hamil gak boleh stres, bumil itu mesti bahagia" nasehat Nia pada Ane


Ya disaat Arif sedang klimpungan mencari keberadaan Ane, yang dicari justru lagi makan makan siomay dan es krim disalah satu Mall disana. Arif lupa Istrinya ini sebenarnya punya hobby nongkrong di Mall sama teman - temannya, atau mungkin Arif bukannya lupa tapi tidak menyangka saja karena Arif belum tau sahabat Ane sekarang kerja disalah satu Rumah Sakit disana.


"Sebenarnya aku percaya kok sama Bang Arif, cuma aku kesal saja dengan perempuan itu. aku tau dia sengaja manas - manasi aku" ucap Ane


"Ya kalau kamu percaya Bang Arif, harusnya kamu segera pulang sekarang, kasian Bang Arif pasti kebingungan nyariin kamu" ucap Nia


"Biarin aja, habisnya aku juga kesel. kenapa Bang Arif mau aja gitu dipegang - pegang tangannya" ucap Ane kesel


"Ya udah, tapi bentar lagi pulang ya! kasian Bang Arif pasti cemas. apalagi kamu sedang hamil gini" Nasehat Nia


"Emm...eh aku suruh Alan kesini mau gak? ucap Ane senyum - senyum menggoda Nia


"Boleh aja sih, tapi bukannya kamu bilang dia mendekati adik tingkat kita?" ucap Nia


"Alan kan emang gitu, sebenarnya anaknya baik dan tulus banget kalau bantuin orang, tapi ya itu emang sedikit playboy. tapi menurutku masih wajar lah namanya mencari yang terbaik" ucap Ane yang faham dengan sikap Alan karena pada dasarnya Ane juga tau. Nia pun bisa dikatakan sering ganti - ganti cowok.


dengan alasan masih mencari yang terbaik diantara yang baik.


Terimaksih sudah membaca karya saya, mohon reader kasih dukungan dengan Like, coment dan Vote ya. dukungan para reader semangat bagi Author

__ADS_1


__ADS_2