Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
JODOH ITU TIDAK BISA DITEBAK


__ADS_3

Melihat kebahagian Arif dan Ane sebenarnya Nina senang walaupaun seprti memakan pil yang sangat pahit rasanya, karena rasa cinta itu masih ada.


"Seandainya wanita itu aku, pasti aku akan sangat bahagia" batin Nina


pulang dari rumah sakit diperjalanan di dalam mobol Nina yang masih penasaran dengan Norma memberanikan diri bertanya pada Viko tentang Norma.


"Berarti Norma itu termasuk wanita yang nekat ya?" tanya Nina


"Dulunya tidak seperti itu, dulu Norma itu termasuk gadis yang susah didekati. itulah yang membuat Arif suka, tapi mungkin karena tekanan dalam hidupnya selama ini dan mungkin karena dia masih mengharapkan Arif membuat dirinya terlihat seperti cewek agresif. padahal dulu dia bukan gadis seperti itu" ucap Viko


"Apa menurut kamu, saat ini Arif benar - benar sudah melupakan Norma?" ucap Nina


"Sepertinya begitu, karena sepertinya kali ini dia benar - benar mencintai istrinya" jawab Viko


"Tapi sebenarnya aku masih ragu, kita kenal seperti apa Arif. laki - laki yang sangat cuek sama perempuan kan? kenapa bisa jatuh cinta dalam waktu secepat itu? ya walaupun kita tau Arif sudah pernah bilang kalau dirinya sudah pernah bertemu dengan Ane tuhuh tahun yang lalau karena tidak sengaja membayari minumnya. tapi aku masih aneh aja, masak hanya gara - gara dua botol air mineral saja bosa membuat jatuh cinta? apa lagi istrinya Arif ini tergolong masih mada kan?" ucap Nina


"Itulah cinta Nin, sesimpel itu. bisa datang kapan saja dan bahkan kita tidak bisa menduganya. Apa lagi sepertinya Ane gadis yang baik dan cantik telaten juga saat Arif sedang sakit kabarnya Ane tidak pernah meninggalkan Arif. mungkin kebaikan - kebaikan seperti itu yang dilihat Arif. kalau masalah usia kayaknya bukan patokan seseorang untuk dewasa Nin." ucap Viko yang tau Nina masih menyimpan perasaan untuk sahabatnya.


"Apa selama ini aku kurang baik sama Arif Vik?" ucap Nina memandang Viko


"Bukan masalah itu juga Nin, kamu sudah cukup baik, tapi ya, itu lah mungkin yang namanya jodoh. kita tidak pernah tau dan menduga." ucap Viko


"Nin...sudahlah aku tau kamu masih mencintai Arif tapi ini tidak baik. Arif sekarang sudah punya istri sebaiknya kamu belajar lupakan dia. belajar membuka hati untuk yang lain. segeralah menikah Nin! jangan menunggu sesuatu yang tidak mungkin" nasehat Arif


"Kamu pikir aku tidak ingin menikah dan punya keluarga seperti yang lain? aku juga ingin Vik, tapi bagaimana aku bisa menikah sementara hatiku belum bisa melupakan Arif" Nina mulai berkaca - kaca


***


"Bang.. Bu Nina itu suka ya sama Abang?" tanya Ane

__ADS_1


Arif membulatkan matanya melihat Ane yang sepertinya mengetahui kalau Nina menyukai dirinya.


"Ternyata benar ya Dek, kamu itu pantes banget jadi penyidik. Ini serasa Abang sedang diintrogasi penyidik propam hahaha" Arif tertawa


"Malah tertawa sih, Ane ini serius tanya Bang. ini yang dinamakan feeling seorang istri. gak perlu jadi penyidik siapapun yang bergelar istri pasti punya insting kalau ada wanita diluar sana yang berusaha menggoda suaminya" ucap Ane


"Hebat banget lho istri Abang ini, jadi makin sayang" goda Arif


"Igh..Abang bercanda melulu, kapan jawabnya?" gerutu Ane


"Iya, Nina memang sempat mengatakan suka sama Abang sebelum kita menikah, tapi Abang sudah memberi pengertian kalau Abang sudah mencintai wanita lain. yaitu kamu" jawab Arif memeluk tubuh kecil istrinya yang saat ini berdiri disamping bed Arif.


"Gini amat ya Bang nikah sama Polisi, udah resiko pekerjaannya seperti ini, ditambah resiko para pelakor diluaran sana yang seperti siap memangsa kalau lihat Polisi." ucap Ane


"Hahahaha....istri Abang ini kok ternyata lucu ya, baru tau lho Abang kalau ada para pelakor yang siap memangsa Polisi. emangnya kami makanan pelakor di mangsa?" Arif yang masih tertawa


"Tidak gitu Bang, maksud Ane itu, perempuan - perempuan yang berjiwa pelakor itu, suka banget kalau lihat Polisi seakan pengen dinikahi Polisi walaupan hanya dijadikan simpanan. sampai ada kan Polisi yang yang tergiur dengan pelakor dan akhirnya harus menjalani hukuman kode etik karena punya wanita simpanan" ucap Ane


"Ya kan Abang tau, teman - teman Bidan Ane rata - rata pacaran sama Polisi dan mereka sering menceritakan masalah - masalah seperti itu." ucap Ane


"Wah....bener ya ternyata Polisi itu idaman Bidan" goda Arif


"Sebenarnya Bang, bukan hanya Polisi. TNI sama Pelayaran juga lumayan banyak digandrungi mahasiswa kebidanan. ucap Ane senyum


" Kalian ini ya, niat kuliah apa niat cari jodoh sih? tanya Arif gemas


"Sambil nyelam minum air katanya Bang" jawab Ane


"Wkwkwk...." keduanya sama - sama tertawa.

__ADS_1


"Ada apa ini bahagia sekali?" ucap Bu Imah dan papa Arif yang baru masuk ruangan tempat Arif dirawat


"Ini Ma, cerita Ane soal teman - taman kulihnya lucu - lucu" jawab Arif


"Iya, memang benar itu Rif, Mama aja kalau melihat mereka kadang tertawa sendiri. dan yang Mama lihat kayaknya cuma Ane yang tidak pernah pergi sama cowok"ucap Bu Imah


"hehehe..iya Ma" ucap Ane senyum


"Ini Siska, setiap hari juga kerumah tanya keadaan Arif dan pengen tau Arif dirawat dimana tapi Mama gak kasih tau.ucap Bu Imah yang sebenarnya juga tidak terlalu suka dengan Siska


"Bang Arif ini mang idaman semua wanita kayaknya Ma, banyak banget ternyata yang suka sama Bang Arif" ucap Ane


"Tapi Ane jangan Kawatir, Arif ini cintanya cuma buat Ane. belum pernah Arif ini mengajak seorang perempuan untuk menjalin suatu hubungan. tapi saat dengan Ane, Arif langsung berani mengatakan ingin menikahi Ane. itu berarti Arif benaran sayang sama Ane. jelas Bu Imah


"Mama bersyukur Ane jadi menantu Mama, Ane telaten banget mengurus Arif." ucapa Mama memeluk Ane


"Alhamdulillah Arif bersyukur, punya dua bidadari." Arif semyum dan sangat bersyukur karena Mama danAne sangat akur, jika diluaran sana banyak menantu dan mertua yang tidak akur berbeda dengan Bu Imah dan Ane yang justru seperti Anak kandung sendiri. Ane yang begitu manja kalau sama Bu Imah dan Bu Imah yang sangat perhatian sama Ane.


"Assalamualikum..."


"Walailumsalam Ma..pa..." Ane yang berlari memeluk Mamanya.


"Pak Edi, Bu Vina...." sapa Bu Imah


"Kemarin katanya masih minggu kesininya Ma, kok sudah sampai sini?" tanya Ane


"Harusnya gitu, tapi Papa ijin dari kerjanya udah gak sabar pengen lihat nak Arif" ucap bu Vina


"Terimakasih ya Ma, maaf Arif membuat repot Mama dan Papa" ucap Arif

__ADS_1


"Tidak , nak Arif jangan berkata seperti itu. melihat nak Arif sudah sadar, Mama dan Papa sangat senang dan bersyukur." ucap Pak Edi


__ADS_2