Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PERSELISIHAN ANE DAN NIA


__ADS_3

"Tentu saja saya tau bu. tapi ini bukan fitnah bu Arif, sepupu saya kebetulan bekerja dirumah sakit yang sama dengan istri pak Alan. dan dia mengetahui semua tentang perselingkuhan istri pak Alan. kebetulan sepupu saya itu kan seorang janda. waktu mau saya kenalkan sama seorang Polisi dengan harapan biar bisa berubah karena sepupu saya itu agak nakal juga bu, waktu saya katakan untuk menikah dengan Polisi dia gak mau karena teman kerjanya suaminya juga Polisi tapi karena suaminya sibuk dia malah selingkuh dengan dokter dirumah sakit tempatnya bekerja "


"Astaghfirullah, jadi yang bu Toni sampaikan itu benar?" Ane merasa tidak percaya dengan apa yang didengar nya.


"Tentu saja benar bu, makanya saat tempo hari bu Arif memperkenalkan istri pak Alan pada saya, saya jadi gimana gitu. jujur saya jijik melihat perempuan berselingkuh.


"Apa benar kamu sudah sejauh ini Nia? jika benar berapa bodohnya kamu Nia" batin Ane


"Tapi tunggu dulu biar, bagaimana ibu bisa seyakin itu kalau yang dimaksud sepupu Bu Toni itu Bu Alan? bisa saja itu bhayangkari yang lain kan? bukan Bu Alan?" Ane menatap mata Bu Toni


"Ya Alloh bu, kenapa masih meragukan kata-kata saya, saya juga tidak sebodoh itu bu Arif. tentu saja sebelum saya mengatakan ini pada bu Arif saya sudah mencari tau lebih dulu kebenarannya. saya juga tidak mau bu di tuduh memfitnah" terang Bu Toni


Mendengar apa yang barusan disampaikan BU Toni membuat Ane tidak tenang. iya dirinya memang sudah ada kecurigaan tentang Nia yang sepertinya ada yang disembunyikan , tapi sungguh Ane tidak menyangka kalau Nia benar-benar seperti itu. bahkan hal tersebut sudah banyak diketahui orang lain.


Ane mengambil Ponselnya dan mencoba menghubungi Nia


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam Nia, Nia ada yang ingin aku tanyakan. apa hari ini kita bisa bertemu?"


"Ada apa Ne? kenapa sepertinya penting sekali?" Tanya Nia penasaran di sebrang telpon.


"Iya memang ada hal penting yang akan aku bicarakan sama kamu" jawab Ane


"Soal apa?" Nia kembali bertanya


"Soal kamu" jawab Nia singkat


"Aku? ada apa dengan aku?" Nia tidak mengerti maksud Nia


"Nanti saja aku bicarakan saat bertemu"


"Okay, sebentar lagi aku pulang. bagaimana kalau bertemu di cafe dekat rumah sakit aku saja?"


"Oke aku sebentar lagi kesana" jawab Ane memutus panggilan


Nia mungkin hanyalah sahabat bagi Ane dan yang lain. tapi didalam persahabatan mereka bukan hanya sekedar sahabat tapi sudah seperti keluarga. yang akan ikut bahagia jika melihat yang lain bahagia dan akan ikut bersedih jika ada yang sedih. dan saat ini Ane ikut merasa kecewa jika benar adanya berita tentang.

__ADS_1


Didalam hati Ane masih sangat berharap jika berita itu tidak benar.


Kini Ane yang sedang melakukan baksos merasa tidak tenang dan pikirannya tertuju pada sahabatnya.


Sesampainya dikantor Arif, Ane keruangan Arif dan disana dirinya melihat Alan yang sedang fokus menatap layar laptop didepannya.


Ada perasaan kasian jika memang berita yang didengar nya itu benar adanya.


"Assalamu'alaikum bang"


"Walaikumsalam, sudah selesai acaranya baksos nya?"


"Alhamdulillah sudah bang, semua bantuan sudah tersalurkan kepada korban banjir" jawab Ane


"Syukurlah kalau begitu, semoga bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan bantuan saat ini. bagaimana ini pekerjaan abang masih banyak? kamu pulang sendiri gak papa ya? biar abang pesankan taxi online"


"Tidak apa-apa bang, Ane pulang sendiri saja. dan Ane mau minta ijin. Ane mau bertemu dengan Nia sebentar. ada yang harus Ane tanyakan"


"Bertemu Nia? ada apa memangnya?" Arif mengerutkan dahinya


"Em.. gimana ya bang, nanti saja Ane akan ceritakan sama abang. sekarang Ane harus bertemu Nia dulu"


"Iya bang, assalamu'alaikum" Ane mencium tangan Arif


"Walaikumsalam, Hati-hati"


"Okay bang" Ane berlalu


Sesampainya dicafe Nia ternyata sudah sampai lebih dulu, karena Nia yang merasa gelisah mendengar Ane yang mengatakan ingin berbicara tentang dirinya. firasat Nia sudah merasa tidak enak.


"Hai.. Ne" Nia melambaikan tangan


"Nia" ucap Ane


"Ini udah akun pesankan minuman kesukaan kamu" Nia menunjuk minuman diatas meja


"Terimakasih" Jawa Ane dan duduk melihat Nia

__ADS_1


"Oya apa yang mau kamu bicarakan? kenapa terdengar seperti ada sesuatu?" Nia penasaran


"Nia, aku sahabat kamu kan?" tanya Ane menatap mata Nia


"Iya lah, memang apa yang mau kamu bicarakan samapai berkata seperti itu?"


"Kalau kamu masih menganggap aku sahabat kamu tolong jawab pertanyaanku dengan jujur?"


Mendengar nada suara Ane, Nia semakin yakin ada yang tidak beres. kini perasaannya semakin gelisah


"Ada apa ini sebenarnya Ne, jangan nakut-nakuti gini agh.. " gerutu Nia


"Apa kamu sudah menduakan Alan" ucap Ane menatap mata Nia


"A-apa maksud pertanyaan kamu? Ba-ba-bagaimana kamu bisa berpikir seperti itu?" Nia glagapan merasa terpojok


"Jawab saja pertanyaanku Nia, apa benar kamu menduakan Alan?" tanay Ane lagi


"Ane kamu ini kenapa sih? memang kamu siapa menuduh aku seperti itu?" Ucap Nia dengan nada meninggi


"Aku tidak menuduh kamu, aku hanya menayangkan. apa benar kamu sudah selingkuh dan ada hubungan dengan seorang Dokter yang bekerja satu rumah sakit dengan kamu?" Ane menatap Nia kembali


"Ane, a-aku tidak mengerti, bagaimana bisa kamu menuduh aku seperti itu, sahabat kamu itu aku bukan Alan, tapi kenapa aku perhatian kamu itu suka berlebihan banget kalau menyangkut soal Alan. apa yang sebenarnya kamu sembunyikan dari aku? kenapa kamu begitu perhatian dengan suamiku? kamu itu punya suami sendiri, kenapa kamu malah sibuk mengurus suamiku"ucap Nia


"Apa maksud kamu malah bicara seperti ini sama aku? aku ini perduli pada kalian. kamu itu sahabatku, Alan itu sudah seperti adik buatku. kamu ingat kan saat bang Arif koma beberapa bulan, Alan yang selalu ada untuk kami. tentu saja bagi aku dan bang Arif Alan itu bukan hanya sekedar rekan kerja tapi sudah seperti saudara." terang Ane


"Halah saudara, itu sih bisa-bisanya kamu saja. mana ada jaman sekarang menganggap adik kakak. aku tau kamu pasti kesepian juga kan karena suami kamu terlalu sibuk, dan mungkin saja kamu ada rasa kan sama Alan" ucap Nia


Plak..


Suara Ane menampar Nia, dan Nia membulatkan matanya memegang pipinya yang terasa panas.


"Jaga bicara kamu Nia, aku masih waras tidak seperti kamu. jangan kamu pikir perbuatan menjijikkan kamu itu tidak diketahui orang lain. sudah banyak anggota bhayangkari yang mengetahui hubungan terlarangmu dengan Dokter itu. kamu pikir dari mana aku bisa tau semua itu? aku tau dari anggota bhayangkari saat aku mengadakan bansos tadi pagi. aku tidak menyangka Nia, pikiran kamu sepicik itu. Aku salah menilai kamu"


^Happy Reading^


Kenapa nulis ini juga nyesek banget ya rasanya hua.. hua... 😭

__ADS_1


Terimakasih untuk dukungannya ya, jangan lupa Like, coment dan Vote 🥰😘


__ADS_2