Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 185


__ADS_3

"Okay, jika saya memaafkan kamu terus pengaruhnya apa? bukankah kamu tetep menginginkan suami saya? dan kamu berharap saya bercerai dengan mas Sigit kan? kamu tenang saja, saya sedang dalam proses perceraian dengan mas Sigit. silahkan ambil saja mas Sigit. karena saya tidak menerima laki-laki yang menggadaikan imannya hanya demi menuruti na*su.


"Bagaimana apa masih ada lagi yang mau kamu sampaikan pada saya?" tanya Dokter Anggun lagi


"Dok, saya tau Dokter Anggun orang baik. saya mohon satu lagi sama Dokter Anggun, tolong jangan membuat Dokter Sigit kehilangan pekerjaannya sebagai Dokter. tolong biarkan Dokter Sigit melanjutkan kariernya sebagai seorang Dokter. cukup saya yang kehilangan pekerjaan saya"


"Apa kamu sehat? kamu waras kan? apa kamu tidak malu meminta hal seperti itu saya saya? suami saya, keluarga saya yang kamu curi dan hancurkan, bagaimana bisa kamu meminta pekerjaan untuk orang yang sudah menyakiti hati saya?"


"Maksud saya tolong jangan buat Mas Sigit dikeluarkan dari IDI(Ikatan Dokter Indonesia) . dan jangan sampai Dokter Anggun mempengaruhi pihak rumah sakit lain untuk tidak memperkerjakan Dokter Sigit"


"Hahaha.. Waw luar biasa sekali kamu ini. jujur aku salut sama kamu. bisa ya jadi wanita tidak punya malu seperti itu? saya ini korban kalian tapi kalian masih juga memposisikan seolah saya ini orang jahat yang bisa mengancam karir kalian. ya walaupun sebenarnya memang benar saya bisa membuat kalian berdua tidak akan bisa lagi bekerja di dunia kesehatan. tapi ya itu semua tergantung sih, tergantung apakah saya bisa berbesar hati menerima perlakuan kalian pada saya"ucap Dokter Anggun melipat kedua tangan didepan dadanya.


***


Maksud hati ingin menolong dokter Sigit agar tidak kehilangan karirnya. tapi ucapan Dokter Anggun seolah menampar dirinya. bukan salah Dokter Anggun jika sampai mencekal karir laki-laki yang sudah menyakiti hatinya. tapi Nia sadar jika Dokter Sigit sampai kehilangan karirnya, pasti Dokter Sigit akan semakin menyalahkan dirinya.


Dua bulan berlalu


Keputusan perceraian Dokter Sigit dan Dokter Anggun pun sudah selesai. sekarang mereka bukan lagi sebagai suami istri tapi hanya mantan suami istri.


Begitu juga Alan dan Nia kini keduanya sudah menyandang status janda dan dudu.


Perut Nia sudah semakin membuncit, tetangga sudah mulai bergunjing


"Mas, kapan kita akan menikah? Ayah dan ibuku sudah menunggu kedatangan mas Sigit untuk melamarku. kita harus segera menikah mas, perutku semakin hari semakin besar dan orang qsudah pada tau kalau aku ini sekarang janda" ucap Nia menekan Dokter Sigit


"Aku akan bicarakan dulu sama anak dan orang tuaku"

__ADS_1


"Aku harap jangan terlalu lama ya mas, aku malu jika orang harus tau keadaanku yang seperti ini"


"Sudahlah untuk sementara kamu tidak usah pulang kerumah orang tua kamu kalau kamu malu"


"Lalu aku harus tinggal dimana? bagaimana caraku memenuhi kebutuhan hidup? Mas Sigit sendiri tau Nia sekarang sudah tidak bekerja lagi. Nia juga sudah memasukkan lamaran pekerjaan kebeberapa rumah sakit tapi hasilnya nihil. tidak ada satupun rumah sakit yang mau memperkerjakan Nia"


"Kamu juga tau, aku sendiri sekarang juga sudah tidak bekerja dan aku menghidupi anak dan kedua orang tuaku. apalagi sekolah anakku tidak murah. aku tidak bisa jika harus ditambah dengan kamu."


"Lalu bagaimana sekarang? ini semua karena mantan istri kamu mas, dia yang membuat kita tidak bisa bekerja dirumah sakit." gerutu Nia


"Jangan menyalahkan Anggun. Anggun sebenarnya wanita yang sangat baik, hanya saja ini efek karena kita sudah menyakiti hatinya. Kalau kamu mau kita menikah dan kita bisa punya penghasilan. sebenarnya ada jalan lain" ucap Dokter Sigit


"Jalan lain? maksud mas Sigit?" Nia menatap Dokter Sigit


"Kita bisa buka klinik sendiri, tapi kamu tau kan untuk membuka klinik itu bukan hal yang gampang. kita butuh modal yang tidak sedikit tentunya" ucap Dokter Sigit


"Aku bukan orang kaya, semua yang aku miliki selama ini fasilitas dari Anggun. dan untuk properti yang ada semua sudah menjadi hak anakku Tasya. dalam kasus perceraian kami kemarin Anggun memang tidak meminta harta gono gini tapi Anggun meminta semua aset diatas nama kan Tasya. aku sudah tidak punya hak apa-apa lagi sekarang"jelas Dokter Sigit


"Lalu bagaimana dengan nasib kita sekarang?" tanya Nia


"Kamu minta tolong saja sama orang tua kamu untuk memberi kita modal mendirikan klinik"


"Ta-tapi mas_" ucap Nia terputus


"Tapi kenapa? kamu tidak mau mendirikan klinik? lalu. kamu. sudah siap hidup miskin?" dokter Sigit menatap Nia


"Ya sudahlah nanti Nia akan coba bicara sama ayah. yang penting mas Sigit datang melamar Nia dulu" ucap Nia

__ADS_1


Setelah pertemuannya dengan Dokter Sigit, kini. Nia menjadi tidak tenang. disisi lain memang benar kalau dirinya dan Dokter Sigit tidak membuka klinik sendiri, mungkin hidup mereka akan susah lantaran tidak ada lagi rumah sakit yang mau memperkerjakan mereka. tapi jika mereka harus membuka klinik dibutuhkan modal yang cukup banyak. mungkin jika Nia meminta pada orang tuanya. seluruh sawah yang dimiliki orang tuanya akan habis terjual.


Dan belum tentu juga orang tuanya akan memberikan mereka modal


Dengan ragu dan menahan ketakutan Nia memberanikan diri untuk berbicara dengan orang tuanya.


"Ayah, ibu. Maafkan kesalahan Nia ya yah. Nia tau Nia salah. tapi Nia janji ayah. Nia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Nia akan belajar menjadi orang yang lebih baik"


"Lalu kapan laki-laki itu akan melamar kamu?" tanya pak Karsa


"Secepatnya yah, Ayah Nia, Nia mau bicara" Nia meremas jari tangannya karena takut


"Bicara apa? kenapa ketakutan seperti itu?" tanya Bu Iin yang melihat Nia gelisah


"Nia kan anak ayah satu-satunya. berarti sawah yang kita miliki nantinya buat Nia kan yah?" tanya Nia memberanikan diri


"Iya, tapi kenapa tiba-tiba kamu menanyakan semua itu?" Pak Karsa menatap Nia


"Be-begini yah, ayah kan sudah mengetahui kalau Nia dan Mas Sigit saat ini kesulitan untuk mencari pekerjaan karena mantan istri Mas Sigit membujuk seluruh pihak rumah sakit untuk tidak memperkerjakan kami. jalan satu-satunya bagi kami adalah mendirikan klinik. dan itu butuh modal yang lumayan besar yah."


"Lalu apa hubungannya dengan sawah kita?" tanya pak Karsa


"Kami butuh model yah" ucap Nia


"Bukankah itu tanggung jawab Dia sebagai laki-laki?"


"Masalahnya Mas Sigit sekarang ini sudah tidak punya apa-apa lagi yah, semua hartanya sudah diatas namakan anaknya"

__ADS_1


^HAPPY READING^


__ADS_2