Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
BERTEMU KELUARGA ALAN


__ADS_3

Ane dan Arif saat ini sudah berada di Rumah Sakit Kasih ibu untuk melakukan USG.


Arif terlihat bahagia dan kagum atas kebesaran Alloh.


"Ini suara detang jantung, ini tangan, kaki, lingkar kepala. semua normal ya bu. mau tau jenis jelamainnya gak?" ucap Dokter Anggi


"Sudah terlihat ya Dok jenis kelaminnya?" tanya Arif antusias


"Sudah, ini sudah terlihat jelas lho kalau mau lihat" ucap Dokter Anggi


"Tidak usah Dok, biar buat kejutan kami aja nanti kalau sudah lahir. yang penting kondisi sehat Dok" ucap Arif


"Alhamdulillah untuk keseluruhan sehat dan Normal semua. Ucap Dokter Anggi yang masih menatap layar monitor di depannya.


Setelah selesai periksa Ane menyempatkan untuk menemui Nia


Ane mengambil hape di tasnya mencari nemer Nia dan memencet tombil panggil


Tak butuh waktu lama Nia langsung mengangkatnya.


"Assalamualikum." Ane salam


"Walailumsalam." jawab Nia


"Aku dikantin, kamu susul kesini ya" ucap Nia


"Udah selesai periksanya?" tanya Nia


"Sudahz, cepet kesini aku tunggu" ucap Ane


"Okay" jawab Nia mematikan dan bergegas menuju kantin Rumah sakit


"Hai" Sapa Nia melambaikan tangan


"Hai Nia" ucap Ane berjabat tangan dan mencium pipi Nia


"Gimana ponakan aku,sehat - sehat kan?" tanya Nia mengelus perut Ane


"Alhamdulillah sehat, duduk Nia" ucap Ane


"Gimana udah sejauh mana persiapannya?" goda Ane


"Persiapan apa? belum ada persiapan apa - apa cuma rencana besok aku mau bertemu sama Mama dan Papa nya Alan, igh..aku deg - degan banget tau" ucap Nia memegang tangan Ane


"Bismillah saja semoga semua lancar dan dimudahkan" ucap Ane


"Iya nih, sumapah rasanya kayak gimana gitu, kamu dulu gini juga gak sih?" ucap Nia


"Kalau aku gak ngalami apa yang saat ini kamu rasakan. kareana kita kan sudah saling kenal sebelumnya sama Mama Bang Arif" ucap Nia

__ADS_1


"Iya juga ya, kita semua kan sudah kenal Bu Imah" ucap Nia


"Bang Arif hari ini lepas dinas?" tanya Nia


"Iya kebetulan lagi lepas dinas" jawab Arif yang dari tadi hanya diam melihat kaum hawa pada heboh bercerita.


"Jadi istri Polisi itu harus bisa memahami pekerjaan suami, kalau udah nikah itu tidak seperti orang pacaran yang ngambek dikit putus. jadi dari sekarang udah harus dipersiapkan mentalnya. jangan sampai nanati dikit - dikit ribut. kayak suami pulang telat ribut, weekend suami masuk ribut. gak boleh gitu. intinya harus saling memahami pekerjaan masing - masing pasangan" ucao Ane menasehati Nia


"Jujur kadang aku juga mikirn itu, kayak gini contohnya, aku masuk Alan libur, giliran aku libur Alan masuk. kadang aku juga mikir nanti kedepan nya bakalan jadi masalah gak ya buat ramah tangga kami?" Nia kawatir


"Lha masalah kayak gitu yang sebaiknya dari awal kalian bicarakan, karena profesi Bidan dan Polisi kerjanya memang seperti itu pembagian waktunya. harus dibicarakan dari awal. jangan sampai nanti udah nikah ribut masalah itu." Saran Ane


"Iya juga ya, terimakasih ya udah di ingatkan, nanti deh, aku coba bahas sama Alan." ucap Nia senyum


"Gimana Saka udah gak ganguin kamu lagi kan?" tanya Ane


"Masih, tapi aku gak bilang sama Alan, takut dia kepikiran" ucap Nia


"Itu harusnya kalian bicarakan, biar Alan yang menyelesaikan. gak baik menutupi hal seperti itu dari pasangan. takutnya nanti malah terjadi kesalah fahaman." Sahut Alan


"Aku takut nanti mereka ribut Bang?" ucap Nia


"Kamu percaya kan sama Alan?" tanya Nia


"Percaya Bang" jawab Nia singkat


"Kalau kamu percaya, sebaiknya kamu terus terang. Alan pemikirannya cukup dewasa kok. dia akan menyelesaikan dengan cara dewasa." Ucap Arif


***


Terdengar suara motor memasuki pekarangan halaman kos Nia.


Nia yang hafal suara motor Alan segera bergegas keluar menyambut kedatangan Alan.


Alan yang sudah mematikan mesin motornya turun dan berjalan mendekti Nia yang saat ini sedang berdiri dan tersenyum menyambut Alan diteras


"Assalamualikum" ucap Alan senyum


"Walikumsalam mas Alan" ucap Nia menutup Mulutnya dengan tangannya menahan tawa


"Wah gitu dong, adem rasanya mendengar kamu manggil mas hehehe" goda Alan


"Apaan sih" gerutu Nia


"Duduk dulu" ucap Nia menunjuk kursi di dekatnya


Keduanya duduk dan malu - malu saling pandang


"Kok jadi canggung gini ya" ucap Nia

__ADS_1


"Iya ya,hahaha" kedua nya tertawa karena sikap keduanya yang biasanya apa adanya jadi canggung dan malu - malu


"Kita kerumahku sekarang? Mama dan Papa ku sudah menunggu" ucap Alan


"Emm...gini mas, sebelum aku ketemu Mama dan Papa kamu, boleh aku bicara dulu?" Nia tampak gelisah


"Boleh saja, mau bilang apa?" tanya Alan menatap Nia


"Gini aku sebenarnya mau bilang kalau Saka akhir - akhir ini masih sering menghubungi aku. jangan salah faham dulu ya, aku bilang gini karena aku tidak ingin mas Alan berpikir yang tidak - tidak tentang kami. aku sudah berusaha memberi pengertian kalau mas Alan sudah melamarku, tapi entah lah sepertinya Saka tidak mendengarkanku" ucap Nia


"Aku percaya sama kamu, mungkin Saka masih butuh waktu. aku faham karena semua seperti mendadak. gini saja kalau dia sekiranya berbuat yang melampaui batas kamu segera hubungi aku, biar aku nanti yang menjelaskan ke Saka." ucap Alan dewasa tanpa terpancing emosi


Mendengar jawaban Alan hati Nia sudah tenang. Alan cukup dewasa menyikapi kegilaan Saka.


****


Dirumah Alan, Nia memperkenalkan dirinya kepada Pak Sandi, Bu Intan dan Riri


"Kamu wanita yang mau dinikahi kak Alan?" tanya Riri


"Iya" Nia mengangguk merasa ngeri dengan tatapan mata Riri yang seolah tak mau lepas darinya


"Apa yang membuat Kak Nia yakin akan menjadi istri dari kak Alan" cerca Riri


"Eh, Apa, maaf ya. maksud aku. aku baru dekat sama mas Alan" ucap Nia terbata - bata


"Kamu anak kecil, apaan sih" ucap Alan menoyor kepala Riri


"Siapa bilang aku anak kecil, aku sudah dewasa" ucap Riri sinis


"Sudah - sudah, Nia jangan diambil hati ya. Kakak beradik ini memang seperti itu, terutama Riri karena dia anak perempuan jadi mungki. kami terlalu manjakannya. masuk yuk Nia" ucap Bu Intan menggandeng Nia masuk kedalam rumah dan mempersilahkannya duduk.


Riri yang sejak tadi menatap tajam dan seperti tidak rela melihay Bu Intan menerima Nia.


"Alan cerita, Nia ini bidan dirumah sakit dekat sini ya" tanya Bu Intan


"Iya tante" jawab Nia mengangguk


"Igh..apa bagusnya jadi bidan" gumam Riri lirih namun samar - samar Nia mendengarnya


"Sudah berapa lama Nia kerja dirumah sakit" tanya bu Intan


"Kalau kerja di sini belum terlalu lama tante, sekitar 4 bulanan tapi sebelumnya Nia sudah belerja di BPS( Bidan Praktek Swasta) blora." Ucap Nia


"Berati kenal Alan baru?" tanya Bu Intan


"Sebenarnya sebelumnya kami sudah pernah ketemu diacara nikahan teman kami tante" ucap Nia malu - malu


Nia cukup disambut hangat oleh kelurga Alan kecuali Riri adik Alan yang sebenarnya bukan saudara kandung. hanya saja mereka dibesarkan bersama

__ADS_1


Mohon dukungan dari teman - teman dengan Like, Coment dan Vote jika ada ya.terimaksih


__ADS_2