Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
ANE MENGETAHUI


__ADS_3

Alan hanya diam tampak lesu. pikirannya entah kemana, tidak pernah terlintas sedikitpun dipikirannya kalau istrinya akan berubah menjadi seperti ini. meskipun awal mereka menikah memang keduanya belum mengenal terlalu lama. karena saat itu Alan dan Nia adalah sama-sama orang yang ingin memperbaiki hidup bersama.


Nia dulunya termasuk playgirl sedangkan Alan laki-laki playboy. hingga akhirnya mereka bertemu dan ingin memperbaiki diri dengan menikah tanpa pacaran terlalu lama. karena keduanya yakin. dengan latar belakang yang sama ke depannya bisa belajar meneta hidup bersama. awal pernikahan semua berjalan dengan sempurna, hingga kejenuhan Nia lantaran merasa kurang perhatian dengan Alan yang selalu sibuk bekerja.


Setelah selang beberapa saat Ane mengambil Ponsel dan mencoba menghubungi Nia


"Assalamu'alaikum Ne" suara Nia menjawab telpon dari Ane


"Walaikumsalam. kamu udah samapai rumah Ni?" tanya Ane


"Udah dari tadi. apa apa Ne?"


"Gak ada apa-apa, cuma mau ngasih tau. minggu depan kita keacara Nur bareng-bareng saja. kebetulan bang Arif bisa nganterin katanya"


"Oo gitu, ya nanti kita bahas lagi saja. masih minggu depan kan? ini aku juga belum tau mas Alan bisa ikut apa tidak. kamu tau sendiri Polisi sibuknya kayak apa" ucap Nia


"Ya udah nanti kabari saja yaya kalau mau bareng" ucap Ane menutup panggilan


Alan tampak menggenggam erat tangannya menahan amarah.


"Istighfar Lan, jangan langsung emosi. sebaiknya kamu lakukan saja saranku tadi. bersikap biasa saja dulu jangan terpancing emosi" ucap Arif menepuk bahu Alan


Arif tau jika Alan langsung emosi, pasti Nia akan menggunakan senjata marah dan kesibukan Alan sebagai senjata menyerang balik. karena itu Arif meminta Alan untuk bersabar dulu.


****


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam" jawab Bu Indah yang sedang bermain dengan Nana


"Mama.. mama.." Nana berlari ingin memeluk Nia


"Nana sayang, mama mandi dulu ya, badan mama kan kotor baru pulang dari rumah sakit" Nia memberi pengertian pada Nana untuk tidak memeluknya dulu.


"Ma apa mas Alan sudah pulang?" tanya Nia


"Sudah, ada dikamar" jawab Bu Indah

__ADS_1


"Kalau gitu, Nia kekamar dulu ya ma. Nana sayang mama mandi dulu ya. anak pintar" Nia mengusap Rambut Nana


Klek..


Nia membuka pintu kamar dan masuk


Alan masih terdiam diatas ranjang menatap Nia


"Sudah pulang mas?" tanya Nia


"Kenapa semalam ini baru pulang?" tanya Alan balik dan melihat mata Nia.


Nia merasa kali ini tatapan mata Alan tidak terlihat seperti biasanya.


"I-Iya mas, tau sendiri kan? Wawa baru kembali kesini setelah sekian lama merantau. wajarkan kalau kita sedikit lama bercengkrama nya. namanya juga melepas rindu" ucap Nia berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaian ganti dan kekamar madi


Alan menatap punggung Nia yang berjalan kekamar mandi. perasaannya bergemuruh menahan amarah.


"Huft.. " Alan menghembuskan nafas kasar


"Tega kamu Nia, berani sekali kamu membohongi suami kamu sendiri! apa yang sebenarnya kamu tutupi dari aku. hingga kamu harus berbohong sejauh ini." batin Alan


***


Ane menyandarkan kepalanya didada bidang sang suami.


"Bagaimana kerjaan abang dikantor?" tanya Ane


"Baik, akhir-akhir ini juga aman tidak ada kasus yang menonjol"


"Kalau perusahaan?" Ane melihat suaminya


"Baik juga, semua lancar. masalah kantor dan perusahaan semua bisa berjalan beriringan sih. cuma ini perusahaan memang lagi sibuk banget karena banyaknya permintaan meja dari Belanda. jadi banyak pekerjaan yang lembur"


"Bang besok Ane minta ijin mau ada acara Baksos sama ibu-ibu bhayangkari. bagi-bagi sembako bagi korban banjir"


"Bagus itu, pergi saja abang kasih ijin." Arif membelai rambut Ane

__ADS_1


"Terimakasih ya bang"


Keesokan harinya, Arif dan Ane berangkat ke kantor bersama. karena pagi ini Ane juga akan ke kantor suaminya untuk berkumpul dengan Ibu-ibu bhayangkari dalam rangka menyalurkan bantuan untuk korban banjir. karena akhir-akhir ini curah hujan dikota semarang cukup tinggi, hingga banyak pemukiman warga yang tergenang oleh banjir.


"Bu Arif datang sendiri, teman bu Arif yang tempo hari tidak ikut juga? itu lho istrinya pak Alan?" tanya Bu Toni


"Tidak bu, dia kan bidan mungkin sibuk dirumah sakit" ucap Ane


"Yakin sibuk dirumah sakit?" Bu Toni senyum penuh arti


"Maksud bu Toni apa ya?" Ane melihat bu Toni


"Bu Arif, saya kasih tau ya. Hati-hati dalam bergaul memilih teman. jangan sampai salah dalam bergaul. bukan apa-apa bu, ibu Arif ini kan istri seorang pimpinan. kalau teman Bu Arif wanita tidak benar takutnya nanti dikiranya bu Arif mendukung perbuatan bhayangkari yang salah. karena saya lihat bu Arif ini dekat dengan istrinya pak Alan.


"Perbuatan salah? maksud bu Toni ini apa ya? saya kok tidak faham ini yang dimaksud apa?" Ane tidak mengerti


"Masak Bu Arif tidak tau perbuatan sahabat ibu sendiri? ibu tidak dengan sengaja menutupi perbuatan teman ibu kan?"


"Bu Toni, saya benar-benar tidak faham maksud bu Toni bicara seperti ini pada saya apa. tapi yang jelas saya tidak pernah mendukung perbuatan bhayangkari yang salah." Tegas Ane


"Gini lho bu, sudah banyak anggota bhayangkari yang tau kalau istrinya pak Alan punya laki-laki simpenan" bisik bu Toni


"Astaghfirullah, ibu dengar gosip seperti itu dari mana? Istri pak Alan itu sahabat saya bu. tidak mungkin Nia seperti yang ibu barusan sampaikan" terang Ane


"Ini itu bukan gosip bu, sudah bukan rahasia umum lagi. sudah banyak kok yang tau"


"Apa ada bukti kenapa ibu bisa menuduh bu Alan seperti itu? kalau ibu salah bisa jadi fitnah lho bu"


"Tentu saja saya tau bu. tapi ini bukan fitnah bu Arif, sepupu saya kebetulan bekerja dirumah sakit yang sama dengan istri pak Alan. dan dia mengetahui semua tentang perselingkuhan istri pak Alan. kebetulan sepupu saya itu kan seorang janda. waktu mau saya kenalkan sama seorang Polisi dengan harapan biar bisa berubah karena sepupu saya itu agak nakal juga bu, waktu saya katakan untuk menikah dengan Polisi dia gak mau karena teman kerjanya suaminya juga Polisi tapi karena suaminya sibuk dia malah selingkuh dengan dokter dirumah sakit tempatnya bekerja "


"Astaghfirullah, jadi yang bu Toni sampaikan itu benar?" Ane merasa tidak percaya dengan apa yang didengar nya.


"Tentu saja benar bu, makanya saat tempo hari bu Arif memperkenalkan istri pak Alan pada saya, saya jadi gimana gitu. jujur saya jijik melihat perempuan berselingkuh.


"Apa benar kamu sudah sejauh ini Nia? jika benar berapa bodohnya kamu Nia"


^Happy Reading

__ADS_1


Jangan lupa Like, coment dan Vote ya🙏😍😘


__ADS_2