Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 226


__ADS_3

Dua tahun kemudian


Pagi ini Ane, Nur Wawa dan Yeni berkumpul ditempat bisanya mereka berkumpul tapi kali ini personil mereka lengkap, pasalnya Nia yang biasanya absen hari ini ikut dalam pertemuan rutin para sahabat itu.


Nia yang awalnya sedikit canggung memberanikan diri untuk hadir dan kembali berkumpul dengan sahabatnya itu bukan tanpa alasan melainkan karena Nia berharap bisa kembali dekat dengan Ane, mengingat putrinya sangat mencintai putra dari sahabatnya tersebut.


"Oya Ane Amar apa kabarnya?" tanya Nia


"Alhamdulillah baik, sekarang sudah jadi Dokter residen" jawabnya


"Wah kamu keren Ne, punya anak seorang Dokter" sahut Wawa


"Do'anya ya, semoga kuliah Amar lancar dan bisa jadi Dokter" ucap Ane


"InsyaAlloh kita pasti akan do'akan" ucap semuanya


"Wah.. sebentar lagi bakal punya mentu kamu Ne, udah semakin tua aja ya kita." sahut Yeni


"Iya, apalagi aku anak sudah dewasa." timpal Ane


"Memang Amar sudah punya kekasih Ne?" tanya Nia


"Sudah, kamu tidak tau? apa Nana tidak pernah cerita?" tanya Ane


"Tidak memang Amar pacaran sama siapa?" tanya NiaNia pura-pura tidak tau, padahal dirinya sudah tau Amar dengan Rara hanya saja Nana masih menyimpan perasaan untuk Amar


"Sama Rara, anak Alan dan mbak Anggun" jawab Ane


"Mereka sepertinya pacaran sudah cukup lama ya Ne?" tanya Wawa


"Iya mereka pacaran sudah hampir tiga tahun"

__ADS_1


"Lama juga ya, apa gak mau dinikahkan aja dulu, lagian Amar kan sudah jadi Dokter, tinggal ambil spesialis kan bisa sambil nikah Ne" ucap Nur memberikan saran


"Aku maunya juga gitu, tapi Rara kan masih kuliah. Rara ingin menyelesaikan kuliahnya dulu. Ya sudah kita orang tua hanya bisa mengikuti yang anak mau"


"Ne, apa kamu sudah yakin Amar dengan Rara?" tanya Nia


"Masalah jodoh Amar, aku dan Bang Arif menyerahkan sepenuhnya pada Amar. Kalau ternyata Amar mencintai Rara, aku sebagai orang tua tentu saja setuju. Rara juga anaknya sopan, pinter Aku Rasa cocok dengan Amar


"Ne tidak selamanya yang terlihat baik itu baik dan tidak selamanya yang terlihat buruk itu buruk."


"Ini maksudnya apa ya? kita sedang bahas Rara kan? memang kamu sudah tau seperti apa Rara?" tanya Ane


"Aku tau, meskipun Nana tidak pernah cerita tapi aku tau seperti apa kehidupan Nana dan seperti apa Rara memperlakukan Nana. Ne selama ini kamu taunya Rara yang seolah selalu mengalah untuk Nana kan? Tapi kenyataannya tidak seperti itu. Justru Nana lah yang selama ini menahan perasaan karena selalu dibandingkan dengan Rara. Iya Nana pernah ekstrim mengejar cinta Amar, tapi itu semua dilakukan karena rasa cintanya untuk anak kamu. Dan dia ingin mempertahankan setidaknya satu saja apa yang dia inginkan. Karena semua yang dia inginkan selama ini selalu diberikan untuk Rara, hanya saja saat itu dia ingin memperjuangkan Amar dan untuk pertama kalinya dia tidak ingin mengalah dari Rara. Tapi yang terjadi justru semua orang menganggap Nana selalu merebut apa yang Rara miliki. Padahal kenyataannya tidak seperti itu"jelas Nia


"Sudahlah masalah percintaan anak-anak biar jadi urusan anak-anak. Kita bahas masalah kita saja" Ane mengalihkan pembicaraan


"Ne, aku hanya ingin kamu tau Nana bukan orang seperti itu" Nia berusaha mempengaruhi Ane


"Nia, aku tidak pernah berpikir negatif pada Nana. Aku juga menyayangi Nana, menyayangi anak-anak Nur, anak-anak wawa dan anak-anak Yeni. Kita semua keluarga. Anak kalian semua aku anggap anakku juga. Tapi kalau masalah percintaan biarlah yang muda yang menentukan. Kita sebagai orang tua hanya bisa memberikan restu.


"Almira Alhamdulillah baik, InsyaAlloh tahun depan kuliahnya selesai dah akan kembali ke Indonesia" jawab Nur


"Benarkah Almira sudah mau pulang? kapan-kapan kita kalau ketemu sekeluarga lengkap gitu pasti seru ya?" ucap Yeni


"Iya seru tapi masalahnya susah ngajak anak-anak, apalagi kayak si Amar waktunya habis untuk bekerja dan kuliah. benar-benar tidak ada waktu" Jawab Ane


"Tapi boleh dicoba lho saran Yeni, pasti seru itu" berharap agar Amar datang dah bertemu dengan Nana


*Flashback*


Setelah kejadian tiga tahun yang lalu saat Alan memarahi Nana karena mengaku sebagai tunangan Amar, hingga memaksa Nana untuk kembali ke Semarang. Namun saat itu dengan air mata yang jatuh membasahi pipi Nana, Nana berjanji akan berubah dan tidak akan lagi mengganggu Amar. Bahkan setelah kejadian itu didepan semua orang seolah Nana mendukung hubungannya dengan Amar, Nana tidak pernah lagi mengganggu Amar ataupun Rara. Perubahan Nana benar-benar drastis, Nana menjadi anak yang rajin dan penurut.

__ADS_1


Bahkan setiap melihat Amar, Nana akan menghindar.


Dan semenjak Rara lulus SMA dan masuk kedokteran hubungan Rara dan Amar semakin dekat, hingga keduanya memutuskan untuk pacaran, semua keluarga juga tau akan hal itu begitu juga dengan Nana.


Nana sama sekali tidak menunjukkan keberatan dengan hubungan Rara dan Amar.


Amar dan Rara saling mendukung kuliah masing-masing, mereka sering belajar bersama karena Amar yang lebih senior dan pintar mampu mendukung dan membantu Rara untuk belajar.


"Ra, ini kakak bawakan cemilan umur kamu" Nana masuk kamar Rara dan membawakan cemilan untuk Rara yang sedang belajar


"Terimakasih ya kak" ucap Rara melihat kakanya


"Bagaimana hubungan kamu dan Amar?" tanya Nana


"Baik kak" jawab Rara


"Sepertinya sekarang Amar jarang kesini, dikampus kakak perhatian kalian juga jarang bersama. Apa kalian ada masalah?" tanya Nana


"Tidak ada kak, saat ini kak Amar sedang fokus ujian proposal. Mahasiswa tingkat akhir kan memang sibuk kak, mana ada waktu main-main" jawab Rara


"Kakak juga kan? pasti ini sedang sibuk ujian proposal" tanya Rara


"Iya kakak juga sedang menyiapkan ujian. Ya sudah kakak senang kalau memang kalian baik-baik saja, kalian kan pacaran sudah lama jangan sampai berpisah"


"InsyaAlloh kak, kalau jodoh tidak akan kemana" jawab Rara senyum


"Kamu benar Ra, kalau jodoh memang tidak akan kemana. mungkin pacarannya sama kamu. Tapi bisa saja kan menikahnya denganku?" Batin Nana menyeringai


"Kakak kenapa?" tanya Rara melihat Nana bengong


"Tidak, kakak tidak apa-apa. Dimakan dulu kuenya. Kakak mau kembali ke kamar" ucap Nana berlalu

__ADS_1


^Happy Reading^


Jangan lupa Like, coment Vote dan kasih poin ya. Dukungan kalian sangat berarti bagi thor terimakasih 🙏 maaf banget thor jarang up harap sabar ya, thor sedang belajar membagi waktu🙏


__ADS_2