
Sesampai dirumah Arif yang baru saja menyelesaikan tugasnya disambut Ane yang sudah duduk diteras.
"Assalamualaikum" Arif mengucapkan salam
"Walaikumsalam" jawab Ane segera meraih tangan Arif dan mencium tangannya
"Kok diluar, nanti masuk angin lho. kasian Adik" ucap Arif mengusap - usap perut Ane
"Ane gak sabar aja kalau nunggu Abang" ucap Ane senyum
"Ya udah masuk yuk" Ucap Arif melangkahkan kaki nya masuk kedalam rumah
Setelah membersihkan diri, Arif yang sudah berganti pakaian casual disuguhi makanan yang dimasakan Bu Imah dan Ane
"Bagaimana tadi perjalannya Rif" tanya Bu Imah mendekati putranya yang sedang makan dimeja makan Bersama Ane.
"Alhamdulillah lancar Ma, tapi ya itu sekrang kalau pergi jauh - jauh rasanya pengen cepet pulang" ucap Arif dan ketiganya tertawa
"Apa lagi kalau anak kalian sudah lahir pasti semakin tidak ingin meninggalkan rumah Rif" ucap Bu Imah tersenyum
"Bang, besok jadwal Ane kontrol kandungan" ucap Ane
" Okay besok Abang antarin ya! udah gak sabar mau ketemu adik" ucap Arif
***
Keesokan harinya Arif yang sudah dikantor sengaja ijin pulang lebih awal karena ingin menemani Ane periksa kandungannya
Betapa bahagianya mereka saat didalam ruang periksa dan dokter menunjukkan rekaman janin mereka melalui USG 4D yang menampakkan janin dalam perut Ane.
"Masyaalloh itu anak kami Dok?" ucap Ane tertegun
"Iya pak" Dokter tersenyum
Deg...deg..deg...deg...
"Itu suara jantung anak kalian ya, Alhamdulillah adiknya sehat, lingkar kepala juga normal ini tangan, ini kakinya. insyaalloh pemeriksaan keseluruhan semua normal" ucap dokter Anggi
"Alhamdulillah terimakasih ya Dok" ucap Arif bahagia
Arif dan Ane merasa senang dan bersyukur diberi kesempatan untuk menjadi orang tua. menerima amanah yang sangat luar biasa yang diinginkan setiap pasangan yang sudah menikah.
karena tujuan dari pernikahan adalah melanjutkan keturunan.
***
Dret....dret....
__ADS_1
Panggilan masuk dihape Nia dari Alan dan segera digeser tombol jawabnya
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam" jawab Alan
"Gimana Lan?" tanya Nia
"Nanti bisa ketemu?"
"Bisa, ini kebetulan aku lagi free" ucap Nia
"Okay tunggu sebentar lagi aku kesana"
Alan menutup telphon dan menuju kos Nia mengendarai mogenya
Sampai dikos Alan memarkirkan mogenya didepan kos Nia dan Nia yang mendengar surara motor Alan keluar mengenakan jIlbabnya.
"Assalamualaikum" ucap Alan senyum
"Walikumsalam" jawab Nia
"Boleh aku duduk?" tanya Alan yang belum dipersilahkan duduk
"Oow silahkan, maaf malah lupa nawarin duduk hehehe" ucap Nia tertawa
"Iya" Alan mengangguk
Nia segera masuk kedalam kos, membuatkan teh manis untuk Alan
"Ini tehnya diminum" ucap Ane meletakkan teh dimeja depan kosnya
"Terimakasih Nia" ucap Alan
"Oya, jujur saja aku kesini dengan tujuan ingin menanyakan bagaimana keputusan dari permintaanku sebelum berangkat ke Surabaya" ucap Alan deg - degan takut hasilnya tidak sesuao dengan keinginannya
"Aku sudah bicara sama Saka, memang Saka menolak putus tapi aku juga tidak mungkin kan bertahan dengan laki - laki yang tidak ada kepastian" ucap Nia
"Kamu masih mencintai Saka?" tanya Alan
"Kalau kamu tanya masalah hati, jujur aku akan jawab. semenjak Saka seolah menggantung hubungan kami dan tidak ada kejelasan dengan hubungan kami, semenjak itu aku sudah menyiapkan hatiku untuk hal ini. dimana aku kan melepas Saka. jadi kalau kamu tanya apakah aku masih cinta? sepertinya tidak" jawab Nia santai
"Lalu apa kamu menyukaiku?" tanya Alan lagi
"Jujur lagi ini ya, kamu tau kan aku tidak suka basa basi. aku sudah pernah bilang asalkan ada laki - laki yang serius menjadikan aku istri bukan pacar dan selama orang itu seiman, tanggung jawab dan bisa membimbingku menjadi lebih baik, aku akan mencintainya. karena.setelah menikah tentu saja aku akan mencintai suamiku sepenuhnya sebagi imamku"
"Kapan aku boleh datang kerumah?" Alan to the point
__ADS_1
"Kapan kamu siap?" Nia balik tanya
"Aku siap kapan saja" jawan Alan tegas
"Minggu aku free kalau kamu mau datang kerumah, tapi rumahku jauh lho diblora" ucap Nia
"It's okay. minggu aku jemput kamu jam delapan pagi" Alan serius dan kali ini Alan ingin menyudahi ke playboyannya. kali ini dirinya ingin serius menjalin suatu hubungan karena sudah memantabkan hati pada Nia.
Setelah melihat pasangan atasannya Arif dan Ane itu membuat Alan dari yang seorang playboy berubah ingin mencontoh sikap tegas atasannya bahkan dalam menemukan tambatan hatinya. karena pacaran lama pun tidak menjamin kelanggengan suatu hubungan.
****
Dirumah Gilang
Gilang yang baru saja pulang kerja dan melihat istrinya yang sudah tertidur dikamarnya.
setelah mandi dan berganti pakaian Gilang yang belum sampat makan malam lantara pekerjaan kantornya yang menumpuk hingga membuat dirinya lembur dan melewatakan makan malamnya.
Gilang yang menuju dapur dengan harapan istrinya sudah menyiapkan makan malam, tapi saat membuka tudung sajinya ternyata tidak menemukan apa - apa
"Hufftt.." Gilang menghela nafas mengambil gelas dan menuangkan air
Hanya segelas air putih untuk mengganjal perutnya yang lapar. karena mencari makanan didapur tidak menemukan apa - apa selain air putih.
Gilang yang menyadari istrinya tidak mencintainya hanya diam dan berusaha memaklumi.
Dengan perut lapar Gilang mencoba memejamkan matanya. marebahkan tubuhnya disamping Nina dan memandangi istrinya.
Istri yang tidak pernah menghargai dirinya sebagai seorang suami.
Keesokan harinya sebelum berangkat ke kantor Gilang meberikan ATM gajinya untuk Nina
"Nin ini" Gilang memberikan ATM
"Untuk apa kamu kasih ATM kamu ke aku?" tanya Nina yang sedang merapikan baju seragamnya didepan cermin
"Kamu sekarang sudah menjadi istriku,aku ingin mulai sekarang kamu yang mengatur keuanganku" ucap Gilang
"Gak usah berlebihan Lang, kita hanya sekedar menikah, aku tidak mencintai kamu. dan aku juga punya gaji sendiri tidak perlu uang dari kamu" ucap Nina
"Apa maksud kamu sekedar menikah? saat aku mengucapkan ijab qobul saat itu juga aku berjanji dihadapan Alloh untuk menjadi imam yang baik buat kamu, menjaga kamu dan bertanggung jawab lahir, batin atas dirimu dan memberi kan nafkah ke istri itu hukumnya wajib. jadi tolong ijinkan aku menepati janjiku, karena ini bukan hanya janji di depan manusia tapi ini janjiku langsung dihadapan Alloh" ucap Gilang meletakkan ATM nya di meja nakas yang ada depan Nina, lalu pergi ke kantor tanpa berpamitan.
Sepanjang perjalanan menuju kantor pikiran Gilang terasa penat
"Ya Alloh lembutkan lah hati istri hamba" batin Gilang mencoba sabar menghadapi sikap Nina yang tidak pernah menghormati dirinya sebagi seorang suami.
Nina mengambil ATM yang ada dihadapannya memutar - mutar kan ATMnya seraya memikirkan apa yang baru saja diucapkan Gilang.
__ADS_1
Mohon dukungan dari teman - teman dengan cara Like, coment dan Vote jika ada. dukungan teman - teman sangat berarti bagi Author terimakasih.