Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
TAK BISA MENERIMA


__ADS_3

"Maafkan aku Nur, maafkan aku" ucap Saka meneteskan air matanya.


Air mata kesedihan dan penyesalan atas dosa-dosanya dimasa lalu. Dosa-dosa yang kini membuat banyak orang menderita.


"Almira.. Almira.. dimana Almira? jangan sakiti anakku, kembalikan anakku" Teriak Nur histeris menutup kedua telinganya dan mengacak-acak rambutnya.


"Nur, tenang Nur, tenang! tenang ya Almira baik. Almira baik-baik saja. kamu tenang ya!" Ucap Saka berusaha menenangkan Nur


"Almira.. " gumam Nur lirih


"Iya, Almira baik-baik saja. kamu merindukan Almira?" tanya Saka menatap Nur


Dan Nur hanya menganggukkan kepala Mengiyakannya.


"Baik, secepatnya ketemu Almira ya, tapi sebelum ketemu Almira kamu harus benar-benar sembuh" Ucap Saka


"Aku tidak sakit, aku mau ketemu putriku. Almira ku" ucap Nur lagi


"Iya, kamu pasti bertemu Almira tapi kamu jangan seperti ini. nanti Almira takut" Ucap Saka


"Takut? kenapa Almira takut, Almira anakku. kenapa takut" tanya Nur mengeleng-gelengkan kepala tak mengerti.


"Almira sekarang sudah besar, dia tumbuh jadi anak yang cantik" ucap Saka tersenyum mengingat Almira


"Almira besar? kenapa aku tidak tau? apa kamu sudah bertemu Almira anak kita?" tanya Nur menatap Saka seakan tidak percaya


"Iya, Almira ada dirumahku. sekarang dia sudah besar" ucap Nur


"Rumah mu?" Ucap Nur tiba-tiba terdiam. kenangan masa lalu dimana saat dirinya membawa Almira kesana untuk bertemu dengan Saka terlintas kembali. bayangkan menyakitkan saat dirinya direndahkan bu Risma dan yang paling menyakitkan bayangan saat wanita yang bernama Tika muncul mengaku sebagai istri Saka.


"Ti..Tika, Tika" kata yang kemudian keluar dari mulut Nur


"Tidak, ti.. Tika.. tidak mungkin, itu salah, itu bohong. kalian semua bohong, kalain semua jahaahaat" Kembali Nur histeris.


Saka berusaha menenangkan Nur kembali. namun kali ini tidak berhasil. Bayangkan Tika menikah dengan Saka sangat menyakitkan baginya.


Saka yang tidak bisa menenangkan Tika segera memanggil Dokter dan beberapa perawat dengan cepat memberikan suntikan untuk membuatnya tenang kembali. tak butuh waktu lama setelah suntikan itu diberikan Nur kembali tenang dan tertidur.


"Nur, maafkan aku. apa yang aku lakukan sangat menyakiti mu" gumam Saka


"Bahkan mengingat pernikahanku dengan Tika saja membuatmu kembali seperti ini" Saka meneteskan air mata


***


Disebuah taman Saka menyandarkan tubuhnya dikursi.


Saka menghubungi Ane, memberi tau keadaan Nur yang sudah mulai mengingat siapa dirinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, akhirnya Nur sembuh. besok aku akan mengunjunginya" ucap Ane antusias


Dirumah Ane


"Bang, tadi Saka telpon katanya Nur sudah bisa diajak ngobrol." ucap Ane


"Alhamdulillah, apa kamu mau kesana menjenguk nya?" tanya Arif


"Iya bang, besok Ane ijin menjenguk Nur ya Bang!"


"Okey, besok berangkatnya ke sana sama abang saja ya. kebetulan besok abang lewat sana


"Iya bang, terimakasih ya bang."


"Bunda.. ayah.. " panggil Amar dengan suara khas balitanya


"Amar.. sini sayangku. duduk samping ayah" Arif menepuk kursi mengisyaratkan Amar untuk duduk


"Ini mainannya baru sayang?" tanya Arif


"Iya yah, baru dibeliin kakek" Jawab Amar


"Wah bagus sekali mobil-mobilannya"


"Papa ini sayang banget kalau sama Amar perasaan hampir tiap minggu dibelikan mainan terus" ucap Arif


"Ya wajar bang, kan Amar cucu pertama Papa.Oya bang, tadi mama Ane telpon menanyakan kapan kita pulang ke purwodadi? sudah hampir tiga bulan kita belum pulang purwodadi bang" ucap Ane


"Iya tidak apa-apa bang, papa dan mama faham kok."jawab Ane


"Amar sayang, minggu depan kita kerumah kakek Edi dan nenek Vina ya" ucap Ane


"Hore kerumah nenek Pina" teriak Amar mengangkat kedua tangannya senang


"Lihat senang sekali Amar mau kerumah nenek. Amar kangen ya sama nenek Vina?" tanya Arif


"Iya Amar kangen nenek pina" jawab Amar mengangguk


***


Dirumah Saka


Saka pulang dengan keadaan lesu


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam bang" ucap Tika dan Almira berlari memeluk Saka

__ADS_1


"Ayah" Almira menghujani Saka dengan ciuman


"Almira main kekamar dulu ya! sebentar lagi tante kesana" ucap Tika


Tika menyuruh Saka untuk duduk dan Tika memberikan segelas air putih


"Diminum dulu mas Saka" ucap Tika


"Terimakasih ya Tika, maafkan aku ya!" ucap Saka


"Udah berapa kali kamu mengatakan maaf mas? sebenarnya ada apa? mbak Nur baik-baik saja kan?" Tika menatap Saka


"Awalnya kita memang bisa bicara dengan normal tapi saat aku memberi tau Almira dirumah ku, Tiba-tiba saja dia kembali histeris dan dokter akirnya memberikan suntikkan untuk memenangkan nya. sepertinya mendengar rumah ini dia mengingat kejadian dirumah ini dan mungkin.. " Saka tidak melanjutkan kata-katanya


"Mungkin mengingat tentang pernikahan kita?" lanjut Tika


"Seperti nya seperti itu huftt... " Saka menghembuskan nafasnya dan menyandarkan kepalanya dikursi.


"Tika faham mas, pernikahan kita merupakan pukulan terberat dalam hidupnya mbak Nur, dia sangat mencintai mu mas" ucap Tika


"Tika, aku benar-benar tidak tau lagi harus bagaimana?" Saka mengusap wajahnya dengan kedua tangannya


"Untuk apa kamu pikirkan itu Saka? mama sudah sering menasehatimu, tidak usah perdulikan wanita gila itu, hanya akan membuatmu repot" sahut bu Risma


"Ma, sudah dong jangan mulai lagi! Saka sudah cukup pusing ma." ucap Saka kesal


"Kamu pusing karena kamu terlalu perduli sama wanita gila itu. coba lah kamu mulai pikirkan rumah tangga mu sendiri. bahagialah bersama Tika dan Almira tidak usah repot-repot memikirkan hal yang tidak perlu. Nur seperti itu bukan kesalahan kamu. itu akibatnya jadi perempuan terlalu gampangan"ucap bu Risma


"Ma, jangan hanya menyalahkan Nur terus ma, Nur melakukan itu dengan Saka. Saka juga salah ma. tolong berhenti menyalahkan Nur." Ucap Saka meninggal mamanya dan menemui Almira dikamar


****


"Assalamu'alaikum"


"Walaikumsalam Ne, ada apa tumben malam-malam telpon" jawba Nia


"Nia, besok kamu ada waktu tidak? kalau ada waktu bagaimana kalau besok kita jenguk Nur dirumah sakit, tadi Saka menghubungi aku, dia bilang Nur sudah baikan dan sudah bisa diajak komunikasi dua arah" ucap Ane


"Alhamdulillah, benarkah? iya, iya besok aku ada waktu. kebetulan besok mas Alan libur biar Nana dijagain mas Alan besok" ucap Nia antusias


Nana adalah nama anak Nia dan Alan yang sudah lahir.


"Ya sudah, besok kita langsung ketemu dirumah sakit saja ya! besok aku diantar bang Arif kesananya.


" Okay, besok aku langsung kesana"jawab Nia


Nia merasa lega mendengar Nur sudah sadar, tapi sebenarnya sebagai seorang wanita Nia juga memikirkan nasib istri Saka saat ini. Karena Nia tau Tika sangat baik selama ini, dia dengan sabar merawat Almira.

__ADS_1


^Happy Reading^


Jaman lupa like, coment dan Vote ya😘🥰


__ADS_2