Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
ANE HAMIL


__ADS_3

"Kenapa Bro gelisah terus" tanya Viko melihat rekannya tampak tidak tenang


"Iya kepikiran istri lagi sakit" jawab Arif yang sedang menyetir mobil dengan kecepatan stabil


"Kak Ane sakit apa Bang?" sahut Alan yang ikut cemas karena sudah menganggap Ane sebagai kakaknya


"Belum tau, mungkin kecapekan selesai ujian akhir. tadi pagi muntah - muntah" ucap Arif


"Muntah - muntah bro? wah jangan - jangan istri kamu hamail bro?" ucap Viko


"Hamil? maksud kamu Ane hamil gitu Vik?" Arif masih bingung


"Iya, siapa lagi istri kamu kalau bukan Ane? wkwkw, kamu itu bro - bro" Viko tertawa


"Wah, Bakalan dapat ponakan aku Bang" goda Alan


"Semoga aja bener ya bro, tapi kok Ane gak bilang apa - apa ya? ucap Arif mengerutkan dahinya


"Kak Ane kan bidan, kalau Kak Ane hamil pastinya tau Bang" ucap Alan


"Iya bener tu Alan, kalau istri aku hamil pasti tau lah" ucap Arif


"Mungkin Ane belum sadar aja bro" ucap Viko


Mendengar kemungkinan Ane hamil, Arif sudah tidak sabar ingin segera pulang kerumah menemui istrinya.


Tapi tugas kali ini juga tidak bisa diabaikan karena hari ini mereka sedang menjalankan tugas Pengejaran DPO yang sudah lama mereka cari.


Dirumah Bu Imah yang menjaga Ane mulai kawatir karena Ane terus saja memuntahkan makanannya.


"Ane kita periksa saja yuk, kalau kamu muntah terus seperti ini terus gimana Ne? wajah kamu sudah pucat sekali Ne." ucap Bu Imah


"Nanti dulu ya Ma, nunggu Bang Arif saja" ucap Ane


"Tapi kan Arif belum bisa dipastikan pulang nya Ne, bisa hari ini, bisa besok bahkan bisa lusa. kalau pengejaran kayak gini gak bisa dipastikan pulang nya" ucap Bu Imah kawatir dengan kondisi Ane


"Insyaalloh gak papa kok Ma, Biar Ane istirahat saja ya Ma" ucap Ane lirih serasa sudah tidak ada tenanga.


Dret...dret ....


Suara panggilan masuk dari Nia dan Ane segera menggeser tombol jawabnya


"Assalamualaikum Ni" jawab Ane lirih


"Walaikumsalam, kenapa suara kamu lemes gini Ne" ucap Nia


"Iya aku lagi sakit, gimana ada apa ini telphon" ucap Ane

__ADS_1


"Kamu sakit? padahal ini aku lagi diSemarang lagi. mau ngajak kamu jalan tapi kamu nya lagi sakit" Nia sedih


"Iya maaf ya, kali ini gak bisa tamani kamu" ucap Ane


"Iya gak papa, lain kali kita hangout bareng ya kalau kamu udah sehat. Alhamdulillah aku dapat panggilan kerja di Semarang sekarang." ucap Nia


"Yang bener? aku ikut senang dengarnya" ucap Ane


"Oya, kamu sakit apa ini?" tanya Nia


"Gak tau mual banget rasanya, mungkin kecapekan" ucap Ane


"Jangan - jangan kamu hamil" ucap Nia spontan


"Hah...Hamil??" Ane tercengang dan mulai mengingat tanggal.


"Kamu masih dengat aku kan Ne? ucap Nia yang bingung hape nya tidak ada tanggapan suara dari Ane


" Eh iya, ya udah nanti tak coba cek nya, udahan ya, aku lemes banget ni" ucap Ane memutus sambungan telphone nya.


***


Setelah melakukan pengejaran selama dua hari di luar kota akirnya tindak pelaku kejahatan yang selama ini dicari - cari tertangkap tanpa banyak melakukan perlawanan.


Arif dan anggota tim yang melakukan pengejaran akhirnya bisa kembali pulang. Arif yang sudah sangat kawatir dan rindu dengan istrinya segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Assalamualaikum"


"Walaikumsalam" jawab Bu Imah


"Ane gimana Ma? sudah baikan?" tanya Arif kawatir


"Masih muntah - muntah kalau makan. Mama ajak kedokter tapi Ane tidak mau, nunggu kamu pulang katanya" ucap Bu Imah yang kawatir juga dengan kondisi menantunya yang tidak bisa makan dengan baik


"Arif masuk lihat Ane dulu ya Ma" Arif melangakah menuju kamar


"Sayang" Ucap Arif menghampiri Ane yang sedang tertidur


"Emm...Abang sudah pulang" Ane membuka matanya dan mencium tangan Arif


"Uwek...Uwek.. " Ane berlari muntah kekamar mandi saat Arif akan mencium keningnya


"Sayang kamu kenapa?" tanya Arif kawatir


"Abang jauh - jauh dari Ane, bau Abang tidak enak" ucap Ane menutup hidungnya


Arif mengendus - endus tubuhnya

__ADS_1


"Tidak bau kok sayang" ucap Arif


"Pokoknya Ane gak suka bau Abang"


"Iya baiklah, Abang mandi dulu ya" ucap Arif segera mandi kareana tidak ingin istrinya terganggu


Ane yang sebenarnya juga sudah curiga kalau dirinya hamil tapi belum berani menyampaikan pada suaminya lantara belum dites takutya kalau ternyata tidak nanti malah mengecewakan suaminya.


Dan Arif dikamar mandi memikirkan perkataan Viko, melihat tingkah Ane. Arif semakin berpikir mungkinkah benar Ane Hamil?


"Seandainya benar Ane hamil berarti aku akan jadi seorang bapak dong" gumam Arif senyum memikirkan seandainya benar dirinya akan jadi seorang bapak.


Setelah Mandi Arif kembali mendekati istriya karena rindu dua hati tidak bertemu Arif ingin memeluk istrinya dan kembali Ane muntah setiap didekati suaminya.


"Kamu kenapa sayang kenapa selalu muntah kalau Abang mendekat" Arif sedih


Ane yang masih lemas lantara muntah hanya menjawab pertanyaan Arif dengan menggelengkan kepalanya dan kembali merebahkan tubuhnya dikasur.


"Sayang, kita kedokter yuk" ucap Arif yang sebenarnya penasaran dan ingin segera mengetahui apakah pikirannya benar adanya


"Iya Bang" jawab Ane lirih badannya semaki lamas tidak ada asupan nutrisi yang masuk, karena hampir setiap makanan yang masuk kedalam tubuhnya selalu dimuntahkan


Ane digondong Arif menuju mobilnya, tubuhnya lemas, wajahnya pucat.


Sesampainya diRS Ane segera dibawa ke IGD untuk mendapatkan infus lantara sudah dua hari tubuhnya tidak kemasukan nutrisi dah terjadi dehidrasi.


Setelah melakukan serangkaian tes pemeriksaan, betapa terkejutnya Arif saat dokter membacakan hasil periksaan Ane


"Ini kondisi yang wajar dialami ibu hamil muda, bapak tidak perlu kawatir. setelah infusnya habis Bu Ane bisa pulang" Ucap Dokter Rika


"Jadi bener istri saya hamil Dok?" tanya Arif yang masih belum percaya sepenuhnya dirinya akan menjadi seorang bapak.


"Iya pak, istri bapak hamil empat minggu, ini usia kandungan yang masih sangat rawan jadi saya sarankan bapak menjaga istri bapak. jangn aktifitas berat dulu" nasehat Dokter Rika


"Sayang kamu hamil, aku akan jadi seorang bapak. terimakasih ya sayang" ucap Arif senang dan ingin mencium Ane tapi segera ditahan dengan tangan Ane


"Stop Bang, jangan mendekat" cegah Ane


"Hugh...iya dech, Abang gak dekat - dekat" Arif mengerutkan dahinya


Arif menemani Ane dengan membuat jarak agak jauh, meskipum Arif sangat ingin mendekati istriya tapi Arif menahan dirinya karena menyadari kondisi orang hamil hormonnya tidak setabil. Bagi Arif yang terpenting istri dan calon anaknya sehat.


"Arif"


"Norma, kamu kenapa?" ucap Arif melihat kondisi Norma dengan memar diwajahnya


Norma tidak menjawab dan tertunduk menangis menghampiri Arif dan memeluk Arif.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah membaca, dukungan dari kalian sangat berarti bagi Author. like, coment dan Vote ya


__ADS_2