Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
PENGAKUAN RIRI


__ADS_3

"Riri, boleh kakak tanya?" ucap Alan


"Tanya apa kak?" Riri deg-degan


"Apa alasan Riri tidak suka sama Kak Nia?" tanya Alan menatap Riri


"Siapa yang tidak suka, Riri suka kok sama siapa saja yang memang menjadi jodoh kakak, hanya saja kak Nia yang sepertinya kurang menyukai Riri" ucap Riri


"Menurut kamu seperti itu kah? lalu apa alasan kak Nia tidak suka sama kamu? kamu kan adik kakak


tidak ada alasan bagi kak Nia untuk tidak suka sama kamu kan?" ucap Alan


"Entah lah kak, mungkin kak Nia cemburu?" jawab Riri santai


"Kak nia cemburu? sama kamu? semakin tidak masuk akal lagi itu dek" ucap Alan


"Ya, siapa yang tau kak, mungkin karena kedekatan kita. kakak jangan percaya gitu aja dong sama kak Nia. jangan sampai hubungan kita rusak hanya karena orang yang baru saja masuk dalam hidup kak Alan. jangan sampai Mama sedih karena masalah ini kak" ucap Riri


"Iya dek, kakak faham. sepertinya terjadi kesalah fahaman diantara kalian berdua" ucap Alan


"Karena itu, kakak sebaiknya segera kembali kerumah. kasian mama kak, kepikiran sama kakak terus. Riri janji deh, Riri akan minta maaf sama kak Nia. tapi kakak pulang" ucap Riri manja


"Untuk sementara biar kakak temani Kak Nia dikos dulu dek. biar kak Nia tenang." ucap Alan


"Permisi ini pesanannya" ucap pelayan membawakan pesanan Alan.


"Wah Riri jadi laper, makanan di resto ini emang paling enak. apa lagi es krim nya." ucap Riri


"Kamu suka dek?" tanya Alan senyum


"Em..suka banget" jawab Riri menyendok es krim didepannya.


"Kamu lucu banget sih dek?" ucap Alan senyum


"Cantik juga kan?" tanya Riri senyum


"Cantik lah. adik kakak pastinya cantik." ucap Alan


"Kak, semisal kita bukan saudara apa kakak akan jatuh cinta sama Riri?"


Deg...


Pertanyaan Riri membuat tercengang, ternyata benar Riri mempunyai pemikiran seperti itu.

__ADS_1


"Kenapa tanya seperti itu dek? itu kan pertanyaan yang tidak mungkin, kamu itu kan adiknya kakak." ucap Alan


"Iya kan, Riri cuma bilang seandainya. Riri kan cantik jadi Riri berpikir Kalau kita bukan saudara pasti kakak akan jatuh cinta sama Riri. bener gak?" ucap Riri berusaha terlihat seperti candaan


"Bisa jadi" ucap Alan senyum menyeringai


"Bener kak?" Riri membulatkan matanya mendengar ucapan Alan


"Bener apanya!" Alan pura-pura bodoh


"Bener kakak akan jatuh cinta sama Riri kalau kita bukan saudara?" ucap Riri


"Ya, kakak rasa nantinya akan banyak cowol yang akan jatuh cinta sama kamu dek. kamu kan cantik" ucap Alan


"Riri tidak menanyakan cowok lain kak, Riri tanya kakak"


"Iya, mungkin kalau kita bukan saudara bisa saja kakak jatuh cinta sama kamu. tapi kan tidak mungkin. jadi buat apa mikir sesuatu yang tidak mungkin" ucap Alan


"Tidak ada yang tidak mungkin didunia ini kak" ucap Nia


"Maksud nya apa ini Ri?" ucap Alan pura-pura tidak mengerti


"Kak, Riri sudah tau kebenarannya" ucap Riri


"Kebenaran apa dek?" tanya Alan


"Uhuk..uhuk..." Alan tersedak


"Apa maksud kamu dek?"


"Apa benar kak Alan tidak tau kalau kita bukan saudara kandung?" tanya Riri dengan tatapan tidak percaya


"Dari mana kamu tau soal itu?"


"Jawab saja kak, apa itu berarti kita bisa bersama?" tanya Riri


"Riri, kamu adik kakak, dan sampai kapan pun kamu tetap adik kakak. tidak akan ada yang merubah fakta kalau kamu adik kakak" ucap Alan.


"Tidak kak, aku bukan adik kakak dan aku mau menjadi wanita kakak bukan adik kakak" Riri meninggikan suara


"Riri, sadar dek. selamanya kita hanya akan jadi adik kakak. apa lagi kamu tau, kakak sudah menikah dengan kak Nia. dan kakak mencintai kak Nia" ucap Alan menyakinkan Riri


"Kak, Riri tidak minta lebih. Riri hanya mau kakak balas perasaan Riri. tidak masalah Riri jadi yang kedua asal Riri bisa menjadi wanita kakak, bagi Riri itu sudah cukup"

__ADS_1


"Jangan Gila Riri, kamu adik kakak. dan kakak menyayangi kamu. kakak ingin suatu saat nanti kamu akan dapat jodoh yang terbaik" ucap Alan


"Riri tidak butuh jodoh yang lain kak, Riri cuma mau kakak." ucap Riri


"Percuma kakak ngomong sama kamu, tapi kamu tidak mengerti apa yang kakak maksud. biar mama dan papa saja yang bicara sama kamu" ucap Alan


"Kakak mau papa sakit lagi? kakak tau kan jantung papa bermasalah. selama ini Riri diam karena tidak ingin sampai papa kenapa- napa. tapi kalau kakak mau mengatakan yang sebenarnya sama papa dan mama itu hak kakak. satu yang perlu kakak ingat. Riri tidak akan pernah berhenti mencintai kakak" ucap Riri berdiri meninggalkan Alan


Alan masih terdiam ditempat duduknya. pikirannya benar-benar kalut. bagaimana cara menyadarkan Riri.


Alan menyayangi Riri dan selama ini selalu memanjakan Riri namun tidak disangka kebaikannya disalah artikan oleh Riri.


***


Ane malam ini begitu ingin makan jajanan yang ada disepanjang jalan alun-alun.


Sebagai suami yang baik tentu saja Arif dengan senang hati menurutinya.


Berjalan memutari indahnya kota Semarang dimalam hari.


Menikmati jajanan yang ada disepanjang jalan.


"Dulu, Ane sempat berpikir ingin segera meninggalkan kota ini. karena rasa frustasi yang Ane alami. siapa sangka malam ini Ane justru merasa bersukur berada dikota ini. kota yang mempertemukan Ane dan Abang." ucap Ane sambil mengelus-elus perut buncitnya


"Abang lahir disini, besar juga disini. saat harus tugas jauh dari kota ini rasanya kayak pengen segera kembali. bagi abang yang sering penempatan tugas luar kota. kota Semarang ini kayak rumah. dimana saat kita keluar untuk kerja dan pulang untuk istirahat." ucap Arif


"Apa nanti Abang juga bisa tugas luar kota lagi?" tanya Ane


"Tidak menutup kemungkinan, karena karir abang masih jauh. sewaktu-waktu kemungkinan Abang bisa saja pindah tugas ke kota lain. rasanya sebelum pensiun Masih banyak kemungkinan Abang akan pindah tugas luar kota. ucap Arif


"Terus Ane gimana?"


"Karena kamu istri Abang, tentu saja Abang berharap kemanapun nantinya Abang bertugas, kamu selalu menemani Abang. mana bisa Abang jauh dari kamu" ucap Arif


"Oh..so sweet banget suami aku ini" ucap Ane senyum


"Oya bang, berarti nanti kalau anak kita sudah mulai sekolah, harus pindah-pindah dong sekolahnya" tanya Nia


"Em..kebanyakan seperti itu dek. karena harus mengikuti ayahnya kan."


"Tapi kasian ya kalau harus pindah-pindah sekolahnya"


"Iya resiko anak perwira polisi dek" Ucap Arif senyum

__ADS_1


Haiii readers.... terimaksih dukungan dari kalian. jangan lupa tinggalkan jejak ya. dengan Like, coment dan Syukur2 mau Vote hehehe...tetimakasih


^Happy reading^


__ADS_2