
Setelah melakukan beberapa penyidikan kasus Norma ini memang semakin mengerucut, Adam mantan suami Norma yang ada dibalik perbuatan Norma. walaupun begitu tetap saja Norma tidak akan bisa lari dari jeratan hukum, karena Norma turut serta membantu bahkan mengedarkan Norkoba dikalangan Pelajar.
Hari ini sebuah kamar Hotel Norma berhasil dibekul oleh Polisi
Brak..
Suara pintu hotel didobrak Polisi
"Angkat tangan kalian sudah dikepung" ucap Arif dan beberapa anggota Polisi yang berdiri didepan pintu mengacungkan senjata ke arah Norma dah tiga laki - lak disana termasuk Adam mantan suamj Norma, mata Arif mentap tajam Norma
"Arif" gumam Norma lirih
"Sialan, wanita laknat" ucap Adam menatap Norma dan tangannya mengepal menaham amarah merasa Norma sudah berkhianat.
Tanpa mlakukan banyak perlawan, Polisi yang disana langsung berhasil memborgol Norma dan yang lainnya menggiring mereka ke kantor Polisi.
Dikantor Polisi Norma yang merasa malu pada Arif menundukan kepalanya kebawah tidak berani membalas tatapan mata Arif
Diruang penyidikan yang dilakukan secara terpisah, Norma dicecar dengan beberapa pertanyaan.
"Arif apa kamu sengaja mendekati aku karena ini?" ucap Norma dengan mata berkaca - kaca
"Kamu sedang dalam masa penyidikan jadi pisahkan saja dulu masalah pribadi dan penyidikan" jawab Arif
"Aku tidak menyangka Arif kamu tega memanfaatkan rasa sayangku untuk menjebloskan aku kepenjara" tangis Norma
"Tolong bekerjasama lah yang baik dalam penyidikan ini" ucap Arif
*Flasback*
Dikafe saat mereka sedang makan bersama.Arif yang baru saja dari kamar mandi secara tidak sengaja menyenggol tangan Norma yang saat itu sedang menyeruput cappucinonya.
"Aaww.." teriak Norma
"Maaf Norma aku tidak sengaja, tiba - tiba kepalaku agak pusing tadi" ucap Arif
"Kamu sakit?" tanya Norma mengusap - usap bajunya yang basah karena tersiram kopinya
"Entah lah kepalaku agak pusing, semenjak q sadar dari koma ku dulu, kadang memang seperti ini" ucap Arif bohong
"Ya sudah tunggu sebentar ya, aku bersihin bajuku dulu" ucap Norma
"Maaf Norma, maaf banget. gara - gara aku ceroboh baju kamu basah" ucap Arif pura - pura menyesal
"It's okay, aku ke kamar mandi dulu" ucap Norma kekamar mandi
__ADS_1
Melihat Norma yang sudah tidak terlihat lagi punggungnya Arif segera mengambil hape Norma yang berada ditasnya dan menyadap hape nya guna penyidikan.
"Maaf lama ya Rif" ucap Norma yang baru selesai membersihkan baju
"Gak papa kok, cuma ini kepalaku pusing banget, apa sebaiknya kita pulang dulu
next time kita ketemu lagi" ucap Arif yang sudah buru - buru ingin menjauh dari Norma
"Okay, tapi apa kamu bisa mengendari motor dalam keadaan kayak gini?" tanya Norma kawatir
"Tenang saja, aku pelan - pelan kok. nanti semisal sakit lagi aku menepi dulu. soalnya sakitnya itu kadang muncul kadang hilang" kilah Arif
"Okay tapi hati - hati ya" jawab Norma dan Arif segera berdiri meninggalkan Norma
*Flashback Off"
Dari penyadapan hape Norma lah akirnya terungkap dalang dibalik semua ini adalah Adam, bahkan rencana pertemuan mereka dihotel sehari sebelumnya sudah diketahui Arif, hingga tak butuh waktu lama untuk membekuk mereka dan menjebloskan nya kepenjara.
***
Dua minggu kemudian
Dirumah Arif saat makan malam bersama
"Kasusnya Norma perkembangannya gimana Rif?" tanya Papa Arif
"Jujur Papa gak nyangka Norma bisa terlibat kasus seperti itu" ucap Papa Arif sambil memasukan sendok ke mulutnya
"Sama Pa, Mama juga gak nyangka" sahut Bu Imah
"Sebenarnya kalau dipikir - pikir Norma itu juga kasian Ma, sebenarnya awal dia bisa terlibat kasus ini karena paksaan dari mantan suaminya, jadi ceritanya Selama nikah sama suaminya Norma ini sering mendapat perlakuan KDRT dan lagi suaminya ini memang bisa dikatakan mafia penyelundupan Narkoba. dari sini Norma tidak berani membantah perintah suaminya termasuk menjaring anak - anak sekolah untuk membeli Narkoba dari Norma. makanya walaupun berhasil cerai dari suaminya tapi sama saja masih hidup dalam tekanan suaminya karena Norma juga sering dicekoki narkoba sama suaminya hingga kecanduan dan tidak bisa lepas dari barang haram tersebut." Arif menceritakan
"Kasian juga ya mbak Norma" ucap Ane
"Iya, hidupnya cukup memprihatinkan" ucap Arif yang sebenrnya juga sedih dengan apa yang dialami Norma
"Terus sekarang gimana bang nasib mbak Norma?" tanya Ane
"Saat ini sedang direhabilitasi tapi tetap, walaupun seperti apa hukum tetap berlaku, Norma akan dijatuhi hukuman nanti setelah kasusnya disidangkan. sekarang berkas perkara sudah masuk dikejaksaan tinggal menunggu sidang. terang Arif
"Apa tidak bisa dapat keringanan hukuman Bang kayak gitu?" tanya Ane
"Karena kasus nya sudah dilimpahkan dikejaksaan, nanti semua tergantung keputusan dari hakim yang menyidangkan. tapi setau Abang Norna juga meminta didampingi pengacara" ucap Arif
"Semoga saja mbak Norma bisa dapat keringan Hukumannya, kalau dipikir - pikir mbak Norma ini juga kasian" ucap Norma sedih
__ADS_1
"Kok kamu malah sedih? sudah jangan ikut mikir masalah orang nanti kalau kamu pikiran anak kita juga akan ikut sedih" ucap Arif
"Iya Bang, oya besok Abang lepas dinas kan?" tanya Ane
"Iya besok Abang lepas Dinas gimana? mau jalan - jalan?" tanya Arif senyum
"Besok jadwal kontrol kandungan dan tadi Ane sudah buat janji sama bu Anggi" ucap Ane
"Iya sayang, besok kita ketemu ya nak" ucap Arif mengelus - elus perut Ane, Papa Arif dan Bu Imah tersenyum bahagia melihat nya.
"Semoga kalian bisa saling menyangi selamanya" ucap Bu Imah senyum
"Amin" jawab semuanya
****
Dret..dret...
Panggilan Masuk dari Alan dihape Nia
"Assalamualaikum" Nia salam
"Walikumsalam dek Nia" ucap Alan
"Hahahaaha... sejak kapan kamu manggil Nia dek?" Nia ketawa
"Sejak hari ini" jawab Alan malu - malu dari sebrang telphon
"Iya ada apa?"ucap Nia menahan tawa
"Kalau masih mau ketawa tidak usah ditahan ketawa saja" ucap Alan
"Tidak kok, tidak. ada apa Lan?" tanya Nia
"Kamu juga jangan panggil Lan, Lan lagi dong, panggil Abang, Mas, Apa sayang gitu. sebentar lagi kalau Alloh mengijinkan kita akan jadi suami istri. masak kamu mau manggil aku Lan, Lan tarus. walaupun kita seumuran, aku kan tetap calon suami kamu" gerutu Alan
"Wkwkwk...." terdengar Nia tertawa terbahak - bahak
"Kok malah ketawa terus? tidak mau ya menghormati calaon suami?" ucap Alan
"Bukan, bukan gitu maksudnya. tapi rasanya geli aja gitu dengar panggilan itu" ucap Nia yang masih ketawa
"Ya sudah kalau tidak mau menghormati calon suami tidak apa - apa" ucap Alan ngambek
"Baik Mas, Maaf ya Nia tadi cuma bercanda" ucap Nia lembut menahan tawa
__ADS_1
"Lha gitu kan enak didengarnya terlihat menghargai calon suami" ucap Alan
Terimaksih teman - teman, mohon like dan vote jika ada ya. kasih rating bintang lima juga ya. dukungan kalian sangat berarti bagi Author