
"Sya, mama disini memang bukan karena papa kamu, tapi mama disini karena kamu. mama cukup prihatin dengan musibah yang menimpa papa kamu, tapi mama ini sekarang sudah bukan siapa-siapanya papa kamu. tidak pantas kalau mama masih mencemaskan papa kamu" terang dokter Anggun
"Apa benar-benar tidak ada kesempatan lagi untuk papa ma? papa masih sangat menyayangi mama. Tasya ingin keluarga kita bisa kembali seperti dulu lagi ma. Tasya tidak rela mama dekat dengan laki-laki lain. Tasya mau kita kembali seperti dulu ma" rengek Tasya
"Itu tidak mungkin sya, mama tidak bisa kembali dengan papa kamu, hati mama terlalu sakit dan tidak akan pernah ada kesempatan kedua untuk sebuah penghianatan" jawab Dokter Anggun
"Ma, Tasya Mohon. demi Tasya ma, Tasya mohon" ucap Tasya menyatukan kedua tangannya seraya memohon
"Maafkan mama, mama minta maaf. mama tidak bisa mengabulkan permintaan Tasya. mama benar-benar tidak mungkin kembali bersama papa kamu" ucap Dokter Anggun
"Anggun, maafkan keegoisan kami. mungkin kamu berpikir kami ini egois dan tidak bisa mengerti perasaan kamu. tapi kami melakukan semua ini karena kami sayang sama kamu. mama tau perbuatan Sigit sudah sangat menyakiti kamu, walau begitu mama tetap berharap kamu bisa kembali rujuk sama Sigit " sahut mama dokter Sigit
"Ma, Sya jangan seperti ini! tolong jangan paksa Anggun untuk melakukan hal yang tidak mungkin.Anggun hormat sama mama, Anggun menyayangi Tasya, tapi Anggun tidak akan pernah bisa untuk kembali dengan laki-laki yang sudah menyakiti hati Anggun ma" ucap Anggun
***
Pagi ini lepas piket, Alan segera kerumah sakit untuk menjemput Dokter Anggun. tampak senyum diwajahnya menggambarkan isi hatinya saat ini merasa bahagia, karena bertemu dengan wanita yang saat ini mampu mengisi hatinya yang telah kosong.
"Ma, Tasya. Anggun pulang dulu" ucap Anggun pamit pagi ini
tapi tak satu dari mereka menjawab Dokter Anggun, perdebatan semalam masih membuat mereka marah lantaran merasa Dokter Anggun sudah tidak perduli lagi dengan mereka
***
"Assalamualaikum lesu banget, capek ya? ini pakai dulu helmnya" ucap Alan memberikan helm
"Walaikumsalam, iya aku capek tapi bukan capek fisik melainkan hatiku yang capek" jawab Dokter Anggun diparkiran
"Kenapa? apa ada sesuatu yang terjadi?" tanya Alan
"Iya nanti aku ceritakan, antar aku pulang dulu ya" ucap Dokter Anggun
__ADS_1
Alan melajukan motornya menuju apartemen Dokter Anggun.
"Mampir dulu" ucap Dokter Anggun sesampainya didepan apartemen
"Emang boleh?" tanya Alan
"Bolehlah, ayo masuk" jawab Dokter Anggun
Keduanya menuju apartemen Dokter Anggun yg berada di lantai lima.
"Kamu sendirian disini?" tanya Alan
"Iya, aku sendiri disini. papiku tinggal dirumah sama asisten rumah tangga. ini hanya tempat singgah sebenarnya kalau lagi penat. tapi semenjak aku bercerai memang aku lebih sering tinggal disini"
"Kamu tidak kasian papi kamu sendiri dirumah?" tanya Alan
"Ya kasian, tapi semenjak aku menikah, memang papi udah tinggal sendiri sama asisten kami. tapi aku sering pulang kerumah papi kok, dua hari sekali kadang tiga hari sekali aku pulang kerumah Papi."
"Iya, saat itu papi sangat menentang karena perbedaan usia diantara kami dan status mas Sigit yang sudah memiliki anak hampir remaja saat itu. tapi dengan penuh perjuangan aku akhirnya berhasil mendapatkan restu dari papaiku, tapi lihat apa yang terjadi? dia dengan gampangnya berselingkuh tanpa memikirkan bagaimana perjuangan kami untuk mendapatkan restu hingga bisa menikah".
"Oya, tadi waktu pulang dari rumah sakit, kenapa kamu terlihat ada sesuatu yang mengganggu pikiran?" tanya Alan
"Jadi ceritanya, semalam saat kita sedang telponan ternyata Tasya mendengar. dan Tasya marah karena dia tau kalau aku tadi malam tidur disana bukan karena khawatir dengan keadaan papanya melainkan hanya untuk Tasya. lalu Tasya meminta aku untuk kembali memaafkan papanya dan tidak dekat-dekat dengan kamu. begitu juga dengan mamnya mas Sigit yang seolah memaksa aku untuk kembali. mereka tidak berpikir bagaimana sakit aku dihianati, selama ini aku selalu memikirkan perasaan mereka tapi mereka seolah tidak mau mengerti perasaanku" ucap Dokter Anggun berkaca-kaca
"Boleh aku tanya?" Alangkah menatap mata Dokter Anggun
"Tanya apa? jawabnya
"Kalau dari kamu sendiri bagaimana? maksudku, kamu melihat aku bagaimana?" tanya Alan
"Kamu? kamu baik. aku suka" jawab Dokter Anggun polos
__ADS_1
"Suka? maksudnya kamu suka sama aku?" Alan gugup
"Iya kamu kan baik, kenapa aku tidak suka" jawabnya enteng
"Anggun, maksudku_" ucap Alan terputus
"Kenapa? maksudnya apa?" Dokter Anggun menunggu kelanjutan kata dari Alan
"Maksudku, se-semisal aku ada perasaan lebih sama kamu, apa kamu mau menerima?" ucap Anggun memberanikan diri
"Perasaan lebih? maksudnya bagaimana?" Dokter Anggun belum mengerti
"Em.. jujur aku Awalnya juga masih belum yakin, perasaan seperti apa yang saat ini aku rasakan. jujur saja aku merasa nyaman setiap berada di dekat kamu dan selalu merasa ada yang kurang saat belum mengetahui kabar kamu. se-sepertinya aku jatuh cinta sama kamu" ucap Alan
Dokter Anggun terdiam dan menatap Alan lekat.
"Ini maksdnya kamu nembak aku?" tanya Dokter Anggun menyakinkan
"Aku juga tidak tau apakah ini namanya nembak? yang aku tau, aku ingin selalu bersama kamu dan aku ingin menjadi orang terdekat dihidupmu." jawab Alan
"Apa ini bukan karena perasaan kita yang merasa saling dihianati oleh pasangan kita?"
"Itu yang awalnya aku pikirkan. aku takut kalau ini perasaan hanya semata-mata karena kesamaan nasib. tapi belakangan ini aku baru menyadari, ini bukan karena persamaan nasib. tapi sepertinya aku memang jatuh cinta sama kamu. okey katakanlah mungkin awalnya ada perasaan senasib tapi seiring berjalannya waktu dan kita sering bersama, aku yakin perasaan ini sudah berubah menjadi cinta" ucap Alan menyakinkan
"Alan jujur aku juga selalu merasa nyaman bersama kamu, tapi kamu tau kan kita ini orang yang pernah gagal dalam sebuah hubungan. karena itu untuk kembali memulai sebuah hubungan aku ingin benar-benar berhati-hati, aku takut akan mengalami kegagalan yang sama. aku takut dihianati lagi, aku masih ingat bagaimana sakitnya dihianati"ucap Alan
"Hal yang sama seperti yang aku rasakan, kamu kan juga tau kalau aku ini juga korban perselingkuhan. karena aku pun tau bagaimana sakitnya dihianati. maka aku tidak akan pernah menghianati pasanganku nantinya. dan jika kamu mau menjadi pasanganku tentu aku akan berjanji untuk selalu menyayangi kamu dan tidak akan pernah melukaimu" Alan menyakinkan dokter Anggun, karena memang Alan bukanlah tipe laki-laki yang suka mempermainkan wanita.
^Happy Reading^
Jangan lupa like, coment dan Vote ya🙏😍😘
__ADS_1