Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
MELINDUNGI PERNIKAHAN


__ADS_3

Seakan belum sepenuhnya percaya dengan penjelasan suaminya, Ane terus saja mengintrogasi suaminya.


"Tau gak? mungkin benar harusnya kamu itu jadi Polwan" ucap Arif


"Kenapa gitu?Ane mengerutkan dahinya


"Kamu pinter mengintrogasi orang, pantes jadi penyidik.hahaha" Arif mulai bisa ketawa karena tingkah istrinya


"Arif...." terdengar suara yang baru saja masuk ruangan dan keduanya menoleh bersamaan kearah sumber suara


Ane kembali diam melihat siapa yang datang dan hendak keluar meninggalkan ruangan tapi tangannya segera diraih Arif mengitruksikan kalau dirinya jangan keluar.


Ane yang faham maksud suaminya, kembali duduk di samping Arif.


"Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Norma tapi tidak ada yang menjawab. Norma langsung berusaha memegang tangan Arif tapi segera dihalangi Ane.


"Maaf jangan pegang suami Ane" ucap Ane menatap tajam Norma


"Apa kamu tau Artinya diriku untuk Arif? ucap Norma sinis


"Aku tidak perduli apapun arti dirimu untuk suamiku, yang aku tau, aku lah istri sahnya." ucap Ane berusaha mempertahankan haknya sebagai istri.


"Arif lihat wanita ini, dia keterlaluan sama aku. dan apa kamu tau, waktu kamu belum sadar bisa - bisanya dia nampar aku" ucap Norma mengadu


Arif yang mendengar wanita yang selama ini selalu bersikap lembut mampu menampar orang membulatkan matanya menatap Ane


"Aku bisa jelaskan" ucap Ane


"Dia itu keterlaluan Arif, bagaimana bisa kamu menikahi wanita sepeti ini. wanita yang kasar" ucap Norma melirik Ane


"Kamu yang keterlaluan, Bang Arif ini suamiku, berani - berani kamu mau mencium laki - laki yang jelas - jelas bukan mahram kamu, kamu tidak takut dosa ya?" ucap Ane mulai kesal


mendengar kedua kaum hawa ini adu mulut, Arif tentu saja membela wanita yang paling dicintainya.


"Ane, kamu bener menampar Norma? tanya Arif memandang istrinya


"Iya tentu saja benar, tidak mungkin aku bohong sama kamu." sahut Norma


"Aku bertanya sama istriku, jadi tolong biar istriku yang menjawab" ucap Arif


"Iya, Ane tertunduk." Hatinya berkecamuk, akankah suaminya akan marah karena dirinya sudah menampar wanita yang dicintai suaminya itu.

__ADS_1


"Setauku kamu wanita yang lemah lembut, aku gak nyangka aja kamu bisa melakukan nya" Arif yang diam sesaat memandang istrinya dan Ane yang matanya mulai berkaca - kaca tapi berusaha bertahan jangan sampai nangis, dia tidak mau nangis dihadapan wanita yang terang - terangan ingin mengambil suaminya itu.


"Kamu hebat sayang, terimakasih sudah menjagaku sehingga aku tidak dicium wanita yang bukan muhrimku" ucap Arif lagi dan tersenyum. membuat kedua wanita ini kaget, tidak menyangka kata - kata itu yang keluar dari mulut laki - laki dihadapan mereka.


"Sayang....kamu, kamu gak marah?" ucap Ane terbata - bata


"Kenapa aku harus marah?" tanya Arif


"Aku...aku sudah menampar Norma" ucap Ane melihat Norma ragu


Dan Norma yang seakan belum percaya Arif, yang seingat Norma akan sangat marah kalau ada yang menyakitinya. kenapa sekarang berubah.


"Apa benar Arif sudah benar - benar tidak mencintaiku? tidak itu pasti tidak benar. aku tau Arif sangat mencintaiku" Batin Norma.


"Sayang kamu istriku, sudah sewajarnya kita saling menjaga" ucap Arif meraih dan mencium tangan istrinya


Norma yang melihat pemandangan itu, tentu saja marah dan merasa kesal dengan Arif.


laki - laki yang dulu selalu menjadi garda terdepan untuk dirinya sekarang justru membela wanita lain.


"Assalamualikum"


"walaikumsalam" Arif dan Ane kompak memjawab salam


"Iya ndan, kantor serasa sepi tanpa adanya kamandan kami di sana" ucap Diki


"Alhamdulillah sudah baik, tinggal proses pemuliahan saja. terimakasih atas perhatian dari rekan - rekan semua." ucap Arip senyum


"Norma, kenapa kamu disini, bukankah aku sudah bilang jangan ganggu mereka" ucap Viko yang melihat Norma disitu


"Siapa yang mengganggu? kenapa kalian sekrang seperti ini" ucap Norma melihatv tajam Ane


"Kenapa kalian bersikap seperti ini padaku" ucap Norma, kali inj hatinya merasa pedih dan air mata tak mampu lagi dibendung nya.


Dengan derai air mata, tanpa pamit Norma meninggalkan ruangan tempat Arif dirawat.


Nina memperhatikan Norma yang baru saja meninggalkan ruangan


"Jadi itu yang namanya Norma, cinta pertamanya Arif." batin Nina


Jika Nina memperhatikan Norma, lain dengan Ane, Ane justru memperhatiakan gerak gerik Nina yang sebenarnya merasa kalau rekan kerja suaminya ini sepertinya juga memiliki perasaan sama suaminya.

__ADS_1


"Resiko punya suami ganteng kali ya, banyak banget penggemarnaya." batin Ane


"Bro sorry ya, aku yang kasih tau Norma kalau kamu dirawat disini. karena dia nyari kamu dikantor" ucap Viko menjelaskan.


"Iya, santai aja bro. aku tau bukan salah kamu, karena aku tau gimana sifatnya" ucap Arif.


Dan mendengar itu Ane langsung melihat suaminya


"Maksudku sifatnya dulu memang seperti itu" ucap Arif merasa kali ini ucapannya pasti membuat istrinya marah


Viko yang merasa sahabat sekaligus rekan kerjanya ini takut membuat istrinya marah tak kuat menahan tawanya.


"kayaknya ada yang takut sama istri sekarang" celetuk Viko dan semua nya tertawa kecuali Nina.


Tidak bisa dipungkiri hatinya masih mengharapkan Arif. satu - satunya lelaki yang ada dihatinya, bahkan Nina sendiri tidak yakin apakah dia bisa melupakan Arif dan apakah dia bisa membuka hatinya untuk laki - laki lain.


Tanpa disadari Nina terus saja memandangi Arif dan hal itu sempat ketangkap matanya Ane.


"Bu Nina ini di Satfung yang sama Bang Arif?" tanya Ane


"Eh...Iya kami satu Fungsi" jawab Nina kaget karena sejak tadi dirinya fokus memandang Arif.


"Iya dan kami juga satu Liting" sahut Arif


"Oow gitu, dulu pasti Bang Arif ini banyak yang naksir ya? ucap Ane senyum


"Banyak banget dek, idola semua wanita kalau Arif ini" sahut Viko


"Bohong Ne, gak ada kok." jawab Arif


"Ada juga gak papa Bang, toh semua pasti punya cerita masa lalu. gak sah takut gitu, Ane aja sanatai aja kok" Ucap Ane senyum


"Betul itu dek Ane" sahut Viko


"Kak Ane, kalau teman Kakak Nia dulu itu sudah punya pacar belum" tanya Alan


"Kenapa? Naksir ya? " goda Ane


"Kalau belum kan, boleh dong usaha hehehe" ucap Alan


"Setauku dulu punya pacar TNI cuma gak tau sekarang, soalnya semenjak Bang Arif sakit, aku jarang bales chat dari teman - teman jadi gak tau sekarang kabar mereka gimana.coba nanti tak tanyanya" jawab Ane

__ADS_1


"Wah..kalau sudah punya cowok gak usah kak, mundur aja aku. soale aku bukan tipe cowok perebut hahahah...." ucap Alan


"Kalau suka sama cewek itu jangan pakek lama langsung halalin Lan, lebih enak pacaran setelah nikah.


__ADS_2