
Hari ini disebuah cafe Ane, Nia dan Nur berkumpul. Nur ingin berpamitan dengan teman-temannya dan mengucapkan terimakasih karena mereka sudah banyak membantu Nur dan Almira selama ini.
Nur menyampaikan permintaan maaf yang diiringi dengan tangisan mereka bertiga.
"Jujur aku sebenarnya malu sama kalian. aku begitu tidak berperasaan tapi kalian sekali pun tidak pernah meninggalkan aku sendiri. seandainya aku bisa memutar waktu, aku tidak akan pernah lagi menghianati persahabatan kita. kita bersahabat, kalian memperlakukan aku dengan baik tapi apa yang sudah aku lakukan? aku melukai perasaan kalian. terutama kamu Nia. aku sudah merusak kepercayaan kamu. jujur sebenarnya aku tidak layak mendapatkan maaf dari kalian" Nur terisak
"Apa yang kamu bicarakan? kita sudah sepakat untuk tidak membahas ini lagi? dan kita kesini bukan untuk bersedih-sedihan lagi. kita kesini untuk bersenang-senang sama seperti waktu kita masih kuliah dulu. ngemall bareng, nongkrong bareng. agh... jadi rindu masa itu" ucap Ane
"Iya, iya bener banget. kangen jaman saat-saat kita belum mikir harga minyak goreng mahal ya hahaha... " Nia ketawa
"Kalau dulu yang dipikirkan harga minyak wangi yang ori biar tahan lama. uang habis tinggal telpon mama, masuk deh uang di rekening" sahut Ane
"Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu. aku harap persahabatan kita ini bisa terus terjalin dengan baik." ucap Nur
"Eh.. Vidio call Wawa dan Yeni dong biar rame" ucap Ane
Nia mengambil hapenya dan menggeser tombol mencari kontak bernama Wawa dan Yeni
"Assalamu'alaikum"
"Walaikumsalam, ya ampun kangen banget pengen bisa ikut ngumpul bareng kalian" ucap Wawa
"Kapan pulang kejawanya?" tanya Ane
"Do'ain ya, semoga lima bulan lagi bisa pulang. udah rindu banget sama kalian." ucap Wawa
"Kalau Yeni gimana? pulang kapan?" tanya Nia
"Aku mungkin lebaran tahun depan baru bisa pulang. masih lama" Yeni sedih
"Jangan sedih dong, nanti kita ikut sedih. pokoknya nanti begitu semua ada dijawab kita meetup ya" ucap Nia
"Hai.. Nur, kok diam saja dari tadi. gimana keadaan kamu? maafkan aku ya tidak bisa menjenguk kamu saat kamu sakit" ucap Wawa
"Iya tidak apa-apa, kalau saat itu kalian jenguk pun aku juga tidak bisa mengenali kalian. saat itu sepertinya pikiran ku tidak waras" ucap Nur
__ADS_1
"Jangan bicara seperti itu, kami tau kok saat itu kamu hanya terlalu tertekan saja. sudahlah yang sudah berlalu tidak perlu diingat. dijadikan bahan pembelajaran untuk kedepannya agar menjadi lebih baik lagi." ucap Wawa
"Oya.. apa benar kamu mau ke pesantren Nur?" tanya Yeni
"Iya, InsyaAlloh aku sudah membulatkan niatku untuk ke pesantren memperdalam ilmu agama. aku sadar betul, selama ini aku sudah terlalu jauh melalaikan ajaran agama. mungkin ini caranya untuk aku bisa menebus dosa-dosaku" jawab Nur
"Bagaimana dengan anak kamu? kamu yakin tidak ingin merawatnya sendiri?"
"Kalau aku bilang tidak ingin pasti bohonglah, ibu mana yang mau terpisah dari anaknya. namanya seorang ibu pasti ingin bisa selalu bersama dengan anaknya. dan namanya seorang ibu pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. itulah yang aku lakukan. aku hanya ingin yang terbaik untuk Almira. dan saat ini yang terbaik adalah membiarkan Almira bahagia dengan ayahnya dan Tika. Kalau aku memaksakan untuk memisahkan Almira dan Tika, itu sama halnya aku menyakiti Almira. Almira begitu dekat dengan Tika mereka saling menyayangi" ucap Nur dengan mata berkaca-kaca
"Apa yang kamu lakukan sudah benar Nur, InsyaAlloh akan ada hikmah dibalik semua ini. dan kami semua berdoa semoga nanti kamu dipertemukan dengan orang yang yang benar-benar tulus menyayangi kamu. dan bisa menjadi imam yang terbaik buat kamu" Ane menggenggam tangan Nur
"Kamu wanita hebat Nur, kamu pasti bisa melewati ujian ini" sahut Yeni
"Terimakasih ya teman-teman, kalian semua sudah selalu ada buat aku. kalian tidak pernah meninggalkan aku, apapun kesalahan yang pernah aku lakukan" Nur terisak
Ane dan Nia segera memeluk Nur.
***
Arif yang sekarang juga menjadi Direktur di perusahaan keluarga yang bergerak dibidang furniture. meskipun tidak setiap hari Arif berada di kantor. hanya sesekali Arif datang ke kantor untuk mengontrol secara langsung pekerjaan para karyawan. perusahaan sudah cukup berjalan dengan baik meskipun Direktur Utama nya tidak setiap hari kekantor. sudah ada orang kepercayaan yang mengurus semua. hanya hal-hal tertentu saja perusahaan membutuhkan kedatangan Arif secara langsung.
seperti hari ini dimana Arif sendiri yang harus menandatangani kontrak kerja sama dengan PT. Sinar Jaya grup.
"Tok.. tok.. "
"Masuk"
"Maaf Pak, kehadiran bapak sudah ditunggu diruang meeting. untuk menandatangani kontrak kerja sama dengan PT. Sinar Jaya grup" ucap Ayu sekertaris Arif
"Baik, sebentar lagi saya kesana" Arif menutup dokumen yang saat ini ada di depannya.
"Assalamu'alaikum" ucap Arif membuka pintu ruang meeting
"Walaikumsalam" Jawab Irma perwakilan dari PT. Sinar Jaya dan pewaris tunggal PT. Sinar Jaya grup.
__ADS_1
"Selamat siang Pak, perkenalkan nama saya Irma perwakilan dari PT sinar Jaya grup" ucap Irma mengulurkan tangan
"Siang, saya Arif selaku Direktur Utama dan penanggung Jawa atas proyek ini" Arif membalas uluran tangan Irma
"Baik silakan duduk" Arif mempersilahkan Irma untuk duduk
"Terimakasih pak" jawab Irma dan matanya terus menatap Arif hingga membuat Arif merasa risih
"Oke, bisa kita mulai saja untuk langsung menandatangani kontraknya" ucap Arif
"Ooh.. iya bisa, maaf Pak" Irma menyodorkan map berisi perjanjian kontrak kerja
Dengan seksama Arif mempelajari isi dari kontraknya dan merasa semua sudah sesuai kesepakatan, Arif mengambil penanya untuk membubuhkan tanda tangan diatasnya.
Sekarang kesepakatan kerja sama sudah terjalin. keduanya berjabat tangan kembali
"Semoga kerja sama ini lancar dan berkah" ucap Arif
"Amin" jawab Irma
"Kalau begitu saya pergi dulu" ucap Arif ingin segera keluar dari ruangan meeting
"Maaf Pak bisa tunggu sebentar" ucap Irma menghentikan langkah Arif
"Ada apa lagi ya? apa masih ada yang salah?" tanya Arif
"Oow.. tidak Pak, tidak ada. masalah penandatanganan kontrak sudah selesai. tapi kalau boleh saya ingin mentraktir bapak untuk sekedar makan malam mungkin?" ucap Irma senyum
"Untuk apa ya?" tanya Arif
"Sebagai tanda terimakasih karena bapak sudah menandatangani perjanjian kontrak dengan perusahaan kami." jawab Irma
"Saya rasa tidak perlu, perusahaan kalian memang layak. saya sudah mempelajarinya dan memang perusahaan kalianlah yang layak bekerjasama dengan kami" jawab Arif
"Iya, tapi tidak ada salahnya kan Pak kalau kita sekedar makan malam bersama untuk membahas kelangsungan kerja sama kita misalnya. bukankah akan lebih nyaman bekerja sama dengan orang yang secara emosional sudah merasa dekat dibandingkan dengan orang yang belum dikanal. bukankah ada pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang Pak? dalam hal pekerjaan saya rasa juga seperti itu" ucap Irma menyakinkan
__ADS_1