Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 203


__ADS_3

Alan yang sudah menyelesaikan pekerjaan berjalan keluar untuk sekedar meregangkan tubuhnya yang terasa kaku setelah berjam-jam berada di depan komputer.


"Sekarang aku perhatikan udah kemabali lagi ni semangatnya" ucap Nina


"Iya dong Bu, sudah cukup bersedihnya. hidup kan harusnya terus berjalan gak boleh berhenti ditempatkan bu?" jawab Alan


"Bener banget, perempuan gak cuma satu, kamu masih muda, ganteng punya pekerjaan. buat apa larut dalam kesedihan untuk perempuan yang tidak bisa menghargai suami." ucap Nina


"Siap bu komandanku, panutanku pokoknya komandan-komandanku dalam karir ataupun keluarga" ucap Alan


"Panutan apa ini?" sahut Arif yang baru keluar


"Ini lho, barusan aku nasehati Alan, agar tidak usah lagi memikirkan wanita yang tidak bisa menghargai suami. punya suami ganteng, pekerjaan ada kok disia-siakan" Nina tersenyum


"Bener itu kata bu Nina Lan, kita laki-laki punya pekerjaan juga, jangan mau diremehin sama wanita yang tidak bisa menghargai suami. apalagi wanita yang telah bisa menghargai pekerjaan kita." ucap Arif menepuk pundak Alan


Setelah Arif dan Nina meninggalkan Alan sendiri didepan kantor, Alan mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada Dokter Anggun


"(Assalamu'alaikum, lagi apa? pasti lagi sibuk dengan pasiennya ya? sesibuk apapun jangan sampai telat makannya)" Chat dari Alan untuk Dokter Anggun


"(Waalaikumsalam Lan, kebetulan ini udah gak ada pasien. kamu sendiri udah makan?)" balas Dokter Anggun


"(Belum juga, ini lagi istirahat. tapi bingung mau makan apa. enaknya makan apa ya?" chat Alan


"(Yang mengingatkan untuk makan tapi belum makan sendiri, mau makan bareng gak? kalau gak sibuk?)" chat Dokter Anggun


"Boleh, pekerjaan aku juga udah selesai kok. udah lumayan longgar juga waktunya. aku jemput kesana mau?)" Alan mengirim chatnya dan tersenyum


"( Boleh, aku tunggu ya. kalau udah sampe parkiran kamu WA aja. nanti aku turun kebawah)" Chat Dokter Anggun


Senyum Alan tampak menghiasi bibirnya dan memasukkan ponsel kesananya bergegas menuju parkiran untuk menjemput Dokter Anggun kerumah sakit.


Hal ini mengingatkan akan kejadian beberapa tahun lalu saat dirinya juga menjemput kerumah sakit yang sama untuk menjemput Nia.


Tapi Alan segera menepis kenangan itu, karena sekarang hidupnya sudah mulai berwarna kembali semenjak perkenalannya dengan Dokter Anggun. biarpun Dokter Anggun adalah wanita yang sangat kaya, cantik, pintar dan seorang Dokter yang memiliki segalanya tapi kepribadian Dokter Anggun sangatlah sederhana dan murah hati kepada siapapun. itulah yang membuat Alan mulai mengagumi sifat sederhana Anggun.


"(Aku udah sampai parkiran nih)" Chat Alan


"(Okay aku kesana. tunggu sebentar ya)" chat Dokter Anggun


Dokter Anggun segera melepaskan jas putih kebesarannya dan meletakkan di kursinya. melihat dirinya dari pantulan cermin dan mengaplikasikan sedikit make up diwajahnya hingga membuatnya tampak semakin cantik.


Dokter Anggun segera berjalan keluar dan menyapa setiap perawat yang dia lewati dengan senyuman manis yang tak pernah lepas dari bibirnya.

__ADS_1


"Hai..Lan, kamu bawa motor?" ucap Dokter Anggun menyapa Alan diparkiran


"Iya, aku kalau kekantor memang lebih sering bawa motor" ucap Alan tersenyum dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal lantaran melihat penampilan Dokter Anggun. melihatnya dari atas sampai bawah.


Dokter Anggun yang tampak cantik dengan rok panjang warna ungu tua, atasnya hem dengan pita dibagian atas warna ungu muda dan jilbab yang senada.


"Terus gimana aku cara boncengnya hahaha..." Dokter Anggun tertawa


"Bisa gak kalau kamu boncengnya miring gitu?" ucap Alan


"Emang gak papa? aku kok takut ya?" ucap Dokter Anggun


"Gak papa, kita coba dulu saja. ini pakek?" Alan memberikan helm


"Pakai ini juga?" tanya Dokter Anggun


"Iya, kalau pakek motor kan emang harus pakek helm. kamu tau kan?" tanya Alan


"Iya tau, tapi belum pernah pakek"


"Apa? kamu belum pernah pakek helm?" Alan membulatkan matanya tidak percaya dan Dokter Anggun menggelengkan kepalanya


"Jadi beneran belum pernah pakek Helm? emang gak pernah naik motor?" tanya Alan dan lagi-lagi Dokter Anggun menggelengkan kepalanya


"Ya sudah. sini mendekat" Alan memakaikan helm dikepala Dokter Anggun sejenak mata mereka saling bertemu dan Alan segera mengalihkan pandangannya karena merasa grogi berada dijarak yang sangat dekat dengan Dokter Anggun.


Udah ayo naik" ucap Alan menaiki motornya terlebih dulu dan kemudian menyuruh Dokter Anggun naik


"Ini beneran aku naik keatas situ" ucap Dokter Anggun sedikit takut


"Iya beneran, tidak apa-apa. seru lho naik motor. ayo" Alan tersenyum menyuruh Dokter Anggun naik


"Maaf ya" ucap Dokter Anggun karena memegang pundak Alan sebagai tumpuan saat naik keatas moge Alan yang lumayan tinggi.


"Iya tidak apa-apa" jawab Alan tersenyum


Dokter Anggun sudah duduk diatas moge Alan dengan membonceng miring karena menggunakan rok.


"Sudah siap" tanya Alan yang menyalakan mesin motornya


"I-iya" jawab Dokter Anggun ketakutan


Alan segera melajukan motornya dengan kecepatan sedang dan sekilas melihat ekspresi wajah Dokter Anggun yang tampak tegang dari kaca spion motornya

__ADS_1


"Kalau kamu takut kamu boleh pegangan kok" ucap Alan tersenyum


"Tidak, aku tidak apa-apa" jawab Dokter Anggun berusaha menyembunyikan ketakutannya


Tapi Alan yang mengetahui kalau Dokter Anggun ketakutan segera menarik tangan Dokter Anggun dan melingkarkan tangan Dokter Anggun ke pinggang Alan.


Dokter tersenyum malu-malu tapi juga tidak berusaha melepaskan saat Alan melingkarkan tangannya dipinggang Alan.


Alan memberhentikan mogenya disebut warung makan yang sederhana.


"Kita makan disini ya?" ucap Alan


"Iya" jawab Dokter Anggun berusaha turun dari mogenya


Alan memarkirkan mogenya dan mempersilahkan Dokter Anggun untuk masuk terlebih dulu dan mempersilahkan duduk.


"Kamu mau pesen apa?" tanya Alan


"Apa aja, aku ngikuti kamu saja" ucap Dokter Anggun


"Beneran, kalau aku pesankan gado-gado mau?" tanya Alan


"Iya boleh, sama es teh satu ya" jawab Dokter Anggun tersenyum


Alan pun memesan dengan pesanan yang sama


"Kamu sering makan disini?" tanya Dokter Anggun


"Iya lumayan. kamu pasti tidak biasa ya makan ditempat seperti ini? kamu jangan khawatir disini bersih kok, makannya juga lumayan enak sih menurutku" ucap Alan


"Sejujurnya memang iya aku tidak biasa. tapi menarik juga. sepertinya" jawab Dokter Anggun


"Oya, kamu tadi kerumah sakit bawa mobil?" tanya Alan


"Iya" jawab dokter Anggun singkat


"Lalu kenapa tadi waktu aku ajakin kamu naik motor, kamu tidak minta bawa mobil kamu saja? padahal aku tau, kamu ketakutan waktu naik motor" tanya Alan


"Karena aku menghargai kamu, aku tau laki-laki itu pasti memiliki harga diri. jika aku menyuruh kamu menggunakan mobil hanya karena pakaian yang aku gunakan sepertinya aku terlalu meremehkan kamu. dan tidak menghargai apa yang kamu miliki" ucap Dokter Anggun tersenyum


^Happy Reading^


Jangan Lupa Like, Coment dan Vote ya🥰😘🙏

__ADS_1


__ADS_2