Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
GELISAH


__ADS_3

"Ada apa pah? kenapa minta minum kopi disini?" tanya Alan yang tau kalau papanya pasti ingin berbicara dengan dirinya


"Tidak ada apa-apa, hanya ingin mengobrol santai saja sama kamu. jarang-jarang kan, bisa ngobrol barang sama kamu di sore hari kayak gini" ucap pak Sandi meneguk secangkir kopi yang berada ditangannya.


"Iya pa, maafkan Alan ya Pa, karena kesibukan Alan dikantor, jadi membuat Alan jarang ada waktu untuk papa, mama dan Nana" ucap Alan


"Kenapa hanya menyebutkan kami bertiga? kamu kan juga jarang ada waktu untuk Nia?"


"Iya Pa" jawab Alan singkat


"Alan, kalau boleh papa tau, sebenarnya kamu ada masalah apa lagi sama Nia? papa perhatikan sepertinya kalian sedang tidak baik. terutama kamu Alan. papa perhatian kamu sengaja menghindari Nia. sebenarnya ada masalah apa lagi diantara kalian?" Pak Sandi menatap Alan


"Tidak ada apa-apa pah, kami baik-baik saja" ucap Alan tidak ingin membuat orang tuanya pikiran


"Apa kamu sungguh yakin tidak ada apa-apa? bukan papa ingin ikut campur urusan rumah tangga kalian, hanya papa perhatian kalian ini semakin hari semakin jauh, dulu Nia yang selalu marah ketika kamu sibuk, dia ingin kamu lebih perhatian. sekarang Nia ada waktu kamu sepertinya yang tidak begitu senang. sebenarnya ada apa ini Alan. apa yang dicurigakan Nia selama ini tidak benar kan?" tanya pak Sandi


"Maksudnya papa apa?" Alan menatap Papanya


"Kamu tidak sedang bermain api dengan wanita lain diluar sana kan? Alan papa tau diluaran sana banyak berita tentang polisi yang suka bermain wanita. tapi papa harap kamu bukan salah satunya. papa tidak mau mempunyai anak laki-laki yang tidak bisa menghargai perempuan! kamu harus ingin kamu itu terlahir dari seorang perempuan, kamu juga punya anak perempuan. papa harap kamu tidak menyakiti hati istrimu. perbaikilah hubunganmu dengan Nia. tegas pak Sandi


Alan hanya diam tak menjawab pertanyaan papanya. karena Alan juga tidak mungkin mengatakan pada papanya jika istrinya berselingkuh.


"Alan kenapa tidak menjawab pertanyaan papa? semau itu tidak benar kan?"


"Tidak pa, Alan tidak ada main dengan perempuan manapun, papa tenang saja. Alan tidak seperti yang Nia tuduhkan" jawab Alan.


"Syukurlah kalau begitu, papa lega mendengarnya. papa tidak ingin kamu menjadi orang yang menyakiti seorang wanita." nasehatpak Sandi


***


Dimalam hari


Alan merebahkan tubuhnya dikasur, menutupinya dengan selimut. Nia yang baru saja selesai membersihkan diri sudah berganti pakaian dengan baju lingerie merah transparan, berniat ingin menggoda suaminya.

__ADS_1


Perlahan Nia naik tempat tidur merebahkan tubuhnya disamping Alan yang saat ini membelakanginya.


"Mas bangun" Nia menyentuh bahu Alan yang tertutup selimut


Namun Alan yang sudah merasa jijik dengan istrinya enggan untuk menanggapi, Alan sebenarnya tau apa yang akan istrinya lakukan. Nia yang sudah dandan cantik, menggunakan parfum dan menggunakan lingerie malam itu, tapi Alan lebih memilih untuk pura-pura tidur dan tidak menghiraukan Nia. selama ini Nia yang menghindar dari Alan, tapi kali ini Alan yang sudah tidak menginginkan istrinya.


Seorang istri yang sudah tega berselingkuh dari suaminya.


Mendapat penolakan dari Alan membuat Nia kesal merasa diabaikan oleh suaminya


"Mas Alan, aku tau kamu hanya pura-pura tidur kan? sebenarnya kamu kenapa mas? aku salah apa hingga kamu abaikan aku seperti ini? apa kamu sudah tidak mencintai aku lagi?" ucap Nia meneteskan air mata


Alan terbangun dari tidurnya dan mendudukkan tubuhnya menatap istrinya. mengambilkan selimut dan menyelimuti istrinya.


"Apa-apaan ini mas? apa maksud kamu seperti ini?"


Tanpa menjawab Alan segera berdiri mengganti pakaiannya dan menyambar kunci diatas nakasnya.


"Mas Alan mau kemana? mas, mas Alan. mas Alan mau kemana?" teriak Nia


"Alan kamu mau kemana nak?" tanya Bu Indah melihat Alan keluar


"Alan mau kekantor ma" jawab Alan singkat dan mencium tangan mamanya


Bu Indah hanya diam melihat punggung Alan hingga tidak terlihat lagi.


Alan melajukan motornya dengan kecepatan tinggi menuju ke kantornya. Alan lebih nyaman berada di kantor ketimbang harus melihat istri yang sudah berkhianat.


Dikantor Alan mencoba melihat ponselnya yang sudah terhubung dengan ponsel Nia, iya Alan sudah beberapa hari menyadap whatsapp istrinya.


Betapa terkejutnya saat Alan melihat percakapan Nia dan Dokter yang di whatsapp Nia dipanggil dengan "Mas Sigit"


"(Mas Sigit, sepertinya suamiku sudah curiga dengan hubungan kita. bahkan sekarang suamiku mulai menghindari aku,tidak mau lagi menyentuhku)" cha Nia

__ADS_1


"(Lalu sekarang apa rencana kamu?)" balas Dokter Sigit


"(Mungkin sebentar lagi aku akan diceraikan, tapi bukankan itu bagus? jika nanti aku bercerai dari suamiku, kita bisa bersama tanpa harus sembunyi-sembunyi)" chat Nia


"(Nia aku sarankan coba kamu berusaha memperbaiki hubungan kalian dulu, sementara kita tidak usah sering-sering bertemu dulu)"


"(Apa maksud kamu mas? kenapa malah menyuruhku berbaikan dengan suamiku? bukankah harusnya mas Sigit senang jika aku berpisah dari suamiku?)" chat Nia


Tapi tidak ada balasan dari Dokter Sigit


"Arrgghh... " Teriak Alan merasa frustasi dan mengacak-acak rambutnya


"Alan kamu kenapa?" tanya Diki yang melihat Alan berteriak


Alan hanya diam tak menjawab, Alan keluar ruangan dan menatap langit berusaha membendung air matanya agar tidak tumpah.


"Brengs*k.. tega kamu Nia"


Sementara ditempat lain Nia sedang duduk mematung disisi ranjangnya, memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada suaminya dan apa yang sebenarnya terjadi pada Dokter Sigit.


"Apa mas Alan sudah mengetahui hubunganku dengan Dokter Sigit? tapi kalau benar begitu, kenapa Mas Alan hanya diam? kenapa tidak marah? aku tau wataknya. jika memang benar mas Alan tau semuanya pasti saat ini dia akan benar-benar marah. tapi kenapa mas Alan hanya mendiamkan aku? Lalu Mas Sigit, apa maksudnya menyuruhku untuk berusaha berbaikan kembali dengan mas Alan? apa dia tidak ingin menikah denganku? lalu selama ini hubungan apa yang kita jalani? mas Sigit tidak sedang mempermainkan aku kan?" guman Nia


Malam ini Nia dan Alan ditempat yang berbeda tapi keduanya sama-sama tidak bisa memejamkan matanya.


Saat matahari mulai menampakan batang hidungnya, terlihat cahaya jinga dari arah timur, Nia segera mandi dan pergi dengan terburu-buru tanpa berpamitan dengan mertuanya.


Pagi ini Nia ingin meminta kejelasan dari dokter Sigit.


"Tong.. tong..


Suara Nia menekan bel di apartemen Dokter Sigit


"Nia, kenapa pagi-pagi sudah sampai sini?" tanya Dokter Sigit yang masih tampak acak-acakan setelah bangun tidur

__ADS_1


"Nia mau bicara sama mas Sigit" jawab Nia menerobos masuk kedalam apartemen dan duduk disofa


^Happy Reading^


__ADS_2