
Sesampainya dirumah, Ane sudah disambut dengan kedatangan Nana yang saat ini sedang berbincang dengan perempuan paruh baya namun masih terlihat enerjik, siapa lagi kalau bukan bu Imah. meskipun sudah lanjut usia namun bu Imah masih terlihat sangat enerjik dan sehat.
"Nana kamu disini? apa tidak ada kuliah?" tanya Ane setelah mencium tangan bu Imah.
"Iya tante, Nana tidak ada kuliah dan Nana senang disini" jawab Nana
"Nana, sebenarnya tante senang kamu disini. tapi tante ini juga dulunya seorang bidan. tante tau kuliah kebidanan itu seperti apa. dan jujur ini tidak masuk diakal tante, kalau kamu hampir setiap siang berada disini dengan alasan tidak ada dosennya. ini aneh Na. tante ini juga pernah kuliah di kebidanan."
"Apa tante keberatan Nana sering kesini?" tanya Nana
"Bukan Nana, kamu jangan salah faham dulu sama tante. tante sama sekali tidak pernah keberatan kamu disini hanya saja tante berharap kamu kuliah dengan benar. jangan kecewakan orang tua yang sudah membiayai kamu. kamu harus banyak-banyak bersyukur Nana, kamu bisa kuliah. banyak orang diluar sana yang ingin kuliah tapi tidak bisa. jangan kamu sia-siakan kesempatan itu"
Nana merasa malu dengan apa yang dikatakan Ane. selama ini Nana memang tidak pernah serius untuk kuliah.
"Jujur tante, Nana sebenarnya memang tidak serius dengan kuliah Nana" ucap Nana menundukkan kepala
"Kenapa seperti ini Na?" sahut bu Imah
"Sebenarnya Nana kuliah di kebidanan. memang awalnya karena seseorang tapi ternyata orang itu sekarang malah tidak ada lagi disini. itu yang membuat Nana tidak semangat."
"Jadi kamu kuliah, karena seseorang? maksudnya kamu suka gitu dengan orang itu?" tanya Ane
"Em.. iya tante. jujur Nana suka sama Amar nte, Nana kira awalnya Amar akan daftar polisi. karena itu Nana kuliah disini. biar bisa dekat dengan Amar. tapi ternyata Amar malah ke Surabaya"
"Amar? maksud kamu? kamu suka dengan Amar anak tante?" Ane tercengang
"I-iya tante" jawab Nana malu-malu
"Nana, seharusnya tidak seperti itu. kamu harus tetep memprioritaskan masa depan kamu. jangan kuliah hanya karena kamu menyukai seseorang"
"Apa tante tidak keberatan jika Nana menyukai Amar?"
__ADS_1
"Nana, maafkan tante ya. untuk hal itu tante tidak bisa menjawab. tante tidak mau ikut campur dalam hal pasangan Amar. siapapun wanita yang nantinya dipilih Amar, tentu tante juga akan menyukainya. tante tidak akan ikut campur masalah perasaan Amar. lagian saat ini sepertinya Amar belum berpikir kearah sana. jadi saran tante kuliah dengan benar dulu. kamu sendiri tau Amar itu bagaimana. perasaannya tidak bisa ditebak"
"Jadi, tante tidak mau membantu Nana untuk dekat dengan Amar. Amar kan nurut sama tante, pasti Amar akan mengikuti semua kata-kata tante"
"Maaf Na. tante tidak mau memaksakan Amar untuk masalah perasaan. dan seperti apa yang tadi tante katakan kalau saat ini. terlalu dini kamu membahas perasaan pada Amar. Amar tidak akan melihat kamu saat ini, karena yang ada dalam benak Amar hanya kuliah saat ini. kamu tau kan, kuliah di kedokteran itu bukan hal yang mudah, jadi tante tidak ingin menambah beban pikiran Amar dengan hal seperti ini. biar Amar jady Dokter dulu. apalagi ini baru semester awal. masih jauh untuk membahas masalah itu"ucap Ane
Nana tampak sedih dan kecewa dengan jawaban Ane. tapi Nana juga tau dengan sifat Amar yang seperti itu, memang tidak akan mudah baginya untuk mendapatkan perhatian dari Amar.
Nana memutuskan untuk duduk di taman dekat rumahnya sebelum dirinya pulang ke rumah.
"Nana kamu disini" ucap Nia menghampiri
"Tante, kok tante juga disini?"
"Iya tante kebetulan lewat tadi, terus lihat kamu disini. kamu apa kabar?"
"Baik tante, tapi hati Nana sedang tidak baik" jawabannya
"Siapa lagi tante" jawab Nana terlihat menekuk wajahnya
"Sudah sejauh mana hubungan kamu dengan laki-laki yang kamu sukai itu?" tanya Nia
"Sejauh mana apanya tan? boro-boro jauh. dilihat aja tidak"
"Hah.. emang Laki-lakinya seperti apa sampai tidak bisa melihat wanita secantik ini?"
"Dia itu laki-laki yang sangat sempurna tanpa, ganteng, pinter pkoknya sempurna banget" jawab Nana membayangkan wajah Amar
"Kalau tante boleh tau, memang laki-laki itu siapa? apa dia teman sekolah kamu?" tanya Nia
"Bukan tan, dia itu anak atasan papa Nana dikantor, tapi sayang dia tidak pernah melihat aku ada" jawabnya
__ADS_1
"Anak atasan papa kamu? apa dia itu anaknya pak Arif?" tanya Nia tampak ragu
"Tante kenal om Arif?
"Tidak, tante tidak kenal. tapi kebetulan tante pernah buat laporan dipoles dan tau kalau Pak Arif itu pimpinan papa kamu" ucap Nia berusaha menyembunyikan yang sebenarnya
"Oow gitu, iya tan. Nana suka sama anak om Arif. tapi sepertinya dia tidak mau memandang Nana"
"Memang sekarang dia ada dimana?" tanya Nia
"Sekarang Amar ada di Surabaya, kuliah kedokteran" jawab Nana
"Ya mungkin saja kan, saat ini Amar ingin fokus pada kuliah dan tidak ingin mengenal cinta dulu" jawab Nia
"Ya Alloh ternyata anakku menyukai anak sahabatku sendiri. tapi dengan masa laluku apa Ane dan Arif akan menerima Nana? maafkan mama ya nak, keluarga dari laki-laki yang kamu cintai mengetahui masa lalu mamamu. mungkin itu akan membuat mereka tidak mau menerima kamu" batin Nia merasa nelangsa
"Kamu sangat mencintai laki-laki itu ya?" tanya Nia
"Iya tante. Nana sangat mencintai Amar sudah sejak lama" jawab Nana
"Terkadang sesuatu yang kita anggap baik, itu belum tentu baik"
"Maksud tante apa?" tanya Nana
"Maksud tante, jangan terlalu diperbudak cinta. saat sedang jatuh cinta mungkin kita menganggap apa yang kita lakukan benar dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan cinta itu dengan segala cara meskipun itu salah. tapi kita lupa, kalau jodoh itu rahasia Alloh. mau sekeras apapun berusaha kalau memang Alloh tidak mentakdirkan berjodoh maka semau pasti akan sia-sia. lain cerita jika kita meminta jodoh yang terbaik menurut Alloh. kita sandarkan semua pada Alloh InsyaAlloh Alloh akan menuntunmu menemukan jodoh yang terbaik untuk kamu. pesan tante, kamu fokus juga dengan kuliah kamu. kamu harus bisa menunjukkan kamu kamu itu wanita yang pantas untuk dicintai. kamu pintar, rajin dan mandiri"
"Apa menurut tante, jika Nana berubah dan kuliah dengan benar, Amar akan mencintai Nana?"
"Tante tidak bilang seperti itu, tapi setidaknya kamu sudah berusaha. jika Amar memang Jodoh kamu, tantu saja semau akan dipermudah. tapi jika pun tidak kamu harus tetep legowo dan menerima ke tetapan yang sudah Alloh tentukan.
Mendengar anaknya menyukai anak Ane, Nia jadi kepikiran dan ingin bisa membantu anaknya untuk bisa mendapatkan apa yang menjadi keinginannya.
__ADS_1
^ Happy Reading^