
Cukup lama Tasya memilih-milih pakaian tetapi tak satupun ada yang cocok dan itu membuat Dokter Anggun mulai mengerti kalau sebenarnya Tasya hanya mencari-cari Alasan untuk menjauhkan Dokter Anggun dari Alan dan Nana.
"Tasya sayang, mama mau bicara boleh?"
"Bicara apa ma?"
"Bagaimana kalau kita ngobrol sambil duduk dan makan es cream? Tasya mau?" tanya dokter Anggun
Kini Dokter Anggun sedang duduk berhadapan dengan Tasya sambil menikmati es cream di mall tersebut.
"(Alan, maaf ya aku mau bicara dulu sama Tasya. kamu jalan-jalan dulu sendiri sama Nana ya)" Dokter Anggun mengirim chat untuk Alan
Dan setelah Alan membaca chat dari Dokter Anggun, Tampaknya Alan mengerti situasi yang saat ini sedang dihadapi Dokter Anggun
"(Iya kamu ngobrol aja dulu dengan Tasya, Nana aman kok. kami sedang ada diarea hiburan)" balas Alan.
Setelah membaca balasan whatsapp dari Alan dokter Anggun meletakkan ponselnya dan menatap kearah Tasya yang sedang menikmati es cream nya.
"Tasya, apa ada yang ingin kamu bicarakan sama mama?" tanya Dokter Anggun.
"Bukannya mama yang mau membicarakan sesuatu sama Tasya ya? kan mama yang mengajak Tasya kesini. tadi mama bilang mau bicara sama Tasya"
"Mama ngajak kamu kesini, karena mama mengira kamu ingin bicara sesuatu sama mama" ucap Dokter Anggun
"Tidak kok ma" jawabnya dan kembali memasukkan sendok ke mulutnya.
"Tasya, mama tau sebenarnya kamu tidak ingin membeli baju yang tadi kamu tunjuk. mama tau kamu sengaja kan menyuruh mama untuk keluar dan menjauh dari Nana dan Alan?" Dokter Anggun menatap mata Tasya dan Tasya menunduk
"Tasya, kamu kenapa jadi seperti ini sayang?"
"Baiklah Tasya jujur, Tasya tidak suka mama dekat-dekat dengan om itu" jawab Tasya menunduk
"Kenapa sayang? salahnya dimana? mama dekat dengan om Alan?"
"Tasya ingin mama kembali bersama dengan papa" jawab Tasya
__ADS_1
"Sayang, itu sesuatu yang tidak mungkin terjadi mama tidak mungkin kembali bersama dengan papa kamu. dan bukankah kamu sudah tau alasannya?"
"Ma, Tasya mohon. mama tolong kembali sama papa. Tasya yakin papa akan segera bercerai dengan wanita itu. papa tidak mencintai wanita itu ma" ucap Tasya
"Tasya, bukankah mama tadi sudah bilang. ini pernikahan sya, bukan sedang main-main. tidak boleh mempermainkan pernikahan dosa dan Alloh membenci semua itu sya. sekalipun benar papa akan bercerai dengan wanita itu, mama tetep tidak akan bisa kembali dengan papa kamu sya, bagi mama penghianatan itu tidak akan pernah bisa maafkan. suatu saat nanti jika kamu sudah dewasa kamu akan mengerti kenapa mama tidak bisa memaafkan papa kamu"
"Ma tolong beri papa satu kali kesempatan. Tasya yakin kali ini papa akan benar-benar berubah. papa sudah menyesali perbuatannya ma" rengek Tasya.
***
Tasya kembali ke rumah dengan wajah ditekuk dan terlihat sangat lesu
"Tasya kamu sudah pulang? bagaimana suka dengan sekolah yang baru?" tanya dokter Sigit
"Lumayan" jawabnya singkat
"Tasya kamu kenapa lesu seperti itu? ada apa sayang?" tanya neneknya
"Tasya tadi bertemu dengan mama Anggun sewaktu di mall" jawab nya sedih
"Mama ke mall dengan laki-laki dan anak kecil"
"Mama sama laki-laki dan seorang anak? siapa dia? apa teman mama?" Dokter Sigit penasaran
"Sepertinya lebih dari teman, karena mereka terlihat begitu akrab. kalau tidak salah namanya A-Alan.iya Alan nama om itu. dia tinggi, ganteng, dan masih muda. igh.. Tasya sebel banget. ini semua gara-gara papa" gerutu Tasya
"Alan? apa tadi kamu bilang Dokter Anggun pergi sama Alan dan anak perempuan kecil?" Tanya Nia yang mendengar pembicaraan Tasya dan papanya.
"Iya, kenapa kamu ingin tau. ini semua gara-gara kamu" ucap Tasya
"Apa bener yang lagi dekat dengan mas Alan itu Dokter Anggun?" gumam Nia tidak percaya
"Apa maksud kamu Alan ini Alan mantan suami kamu?"sahut Dokter Sigit yang mendengar Nia
" Sepertinya seperti itu mas, tapi entahlah aku juga tidak yakin. mana mungkin Dokter Anggun dengan Alan mantan suamiku? apa ini tidak seperti lelucon jika benar?" ucap Nia
__ADS_1
"Apa kamu sengaja ya, mendekati papaku. biar papaku bercerai dari mama Anggun terus mantan suami kamu biar bisa mendekati mama Anggun?"
"Tasya kenapa kamu punya pikiran seperti itu?"
"Bisa saja kan kalian bekerja sama untuk mendaptkan harta kekayaan mama" jawab Tasya sinis
"Mana mungkin mama punya pikiran seperti itu, mama saja tidak tau kalo kalau ternyata apa yang selama ini papa kamu milik mantan istrinya." jawab Nia.
***
Dikamar Nia memikirkan apa yang baru saja anak tirinya ceritakan.
"Apa bener, mas Alan dekat sama mantan istri Dokter Anggun?" gumam Nia lirih
Nia mengambil ponsel dan mencari di kontak nama Ane dan segera menggeser tombol hijau
Tak lama setelah panggilan tersambung Nia memberanikan diri bertanya pada Ane tentang apa yang barusan dirinya dengar. saat ini dirinya hanya bisa bertanya pada Ane karena Alan sudah memblokir kontaknya. dan Nia yakin Ane pasti tau kabar soal Alan karena Ane selama ini dekat dengan Alan.
"Ane jadi benar ya berita yang aku dengar tentang kedekatan Dokter Anggun dan mas Alan?" tanya Nia
"Benar dan tidaknya aku juga kurang tau karena aku sendiri belum sempat bertanya pada Alan. cuma aku memang sudah mendengar masalah kedekatan mantan istri dari suami kamu dengan Alan" jawab Ane
"Kamu juga sudah mendengar? ja-jadi itu bener? kenapa jadi seperti ini? takdir macam apa ini? ini tidak bener, Ne aku mohon tolong aku. tolong kasih tau mas Alan, silahkan dekat dengan siapapun tapi tolong jangan mantan istrinya mas Sigit. apa kata orang, ini seperti bertukar pasangan, apa itu tidak lucu menurut kamu?
"Apa hakku melarang Alan dekat siapa? dan jika pun itu bener. sebenarnya juga tidak ada masalah. kalian kan sudah berpisah begitu juga dengan suami kamu dan mantan istrinya, mereka sudah bercerai, jadi menurutku tidak maslahkan seharusnya?" ucap Ane
"Tapi Ne, apa kata orang. ini seperti lelucon bagiku. mantan suamiku menikah dengan mantan istri suamiku. apa itu tidak lucu?"
"Iya tapi itu juga haknya Alan" jawab Ane
Nia merasa tidak seneng dengan jawaban Ane yang seolah mendukung hubungan Alan dan Dokter Anggun.
Nia juga tidak rela jika Nana nantinya akan diasuh oleh mantan istri dokter Sigit. dan sebenarnya juga tidak rela jika kita Alan dekat wanita lain. ada penyesalan yang mendalam dihati Nia. karena pernikahannya dengan Dokter Sigit tak seperti yang dibayangkan sebelumnya.
^Happy Reading^
__ADS_1