Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
JATUH CINTA


__ADS_3

Arif terlihat sangat sibuk dengan berkas - berkas kasus dikantornya hingga tidak menyadari sedari tadi Ane memandang lekat seolah tak ingin melepaskan pandangan itu. melihat suaminya bekerja dengan mengenakan sragam nya tentu saja membuat Ane yang menikah tanpa pacaran ini seolah terhipnotis dan semakin jatuh cinta pada suaminya.


Bagaimana tidak Ane yang memang dari kecil sangat senang melihat seragam polisi, bahkan sampe ingin menjadi Polwan lantara senang dengan seragamnya. siapa sangka Alloh sangat baik terhadapnya. walaupun bukan dirinya yang mengenakan seragam itu tapi setidaknya bisa memiliki suami Polisi sudah cukup puas bagi Ane.


Arif yang kini sadar istrinya didepan pintu dan memandanginya dari kejauhan dengan senyum manisnya segera menghampiri Ane.


"Sayang, kok malah senyum - senyum sendiri didepan pintu" ucap Arif membuyarkan lamunan Ane


"Eh Abang, hehehe... jadi malu ketahuan ya?" ucap Ane malu


"Istri Abang lagi mikir apa kok senyum - senyum sendiri?" goda Arif


"Bukan mikir Bang, tapi seneng aja. rasanya masih tidak menyangka. bener ya Abang ini suami Ane?" ucap Ane membuat Arif tertawa


"Ya benar lah, suami siapa lagi? jawab Arif mengusap kepala istrinya yang tertutup jilbab lembut


" Pengen peluk Abang" ucap Ane manja


"Huustt.. ini kantor, nanti saja dirumah" ucap Arif berbisik ditelinga Ane


"Bu Arif kita pulang bareng yuk, makan siang bersama" ucap Lisa menghampiri Ane


"Kalian mau makan dimana?" sahut Viko


"Gimana bu, kita makan dimana enaknya?" tanya Lisa pada Ane


"Maaf ya bu, sebenarnya saya lagi susah makan nasi. mual kalau makan nasi" ucap Ane


Lisa dan Viko saling pandang berhadap - hadapan


"Lagi isi ya?" tanya Lisa senyum


"Iya Bu" jawab Ane

__ADS_1


"Wah, selamat ya bu, semoga semua sehat sampai hari kelahiran" ucap Lisa


"Selamat ya Bro, bentar lagi jadi Ayah" ucap Viko memeluk sahabatnya merasakan kebhagian Arif


Tanpa sengaja Nina mendengar pembicaraan mereka dan tanpa disadari air matanya tumpah tak terbendung lagi.


Nina yang menengkan diri diruangannya melihat kembali foto - foto di hapenya. begitu banyak foro Arif yang tersimpan dihape nya. Sebenarnya Nina sadar sudah tidak mungkin baginya untuk memiliki Arif. terlebih sekarang Arif sudah begitu bahagia hidupnya bersama Ane dan bahkan sebentar lagi akan menjadi seorang Ayah.


"Mungkin ini memang sudah waktunya untuk aku melupakan Arif. mau sekeras apa aku berusaha Arif tidak akan pernah melihatku lebih, dia selalu melihatku hanya sebagai sahabat" gumam Nina menghapus semua foto - foto Arif yang ada dihape nya


Sekarang Nina sudah benar - benar bertekad untuk melupakan Arif dan akan berusaha menerima cinta Gilang.


Gilang adalah laki - laki yang sudah sangat lama juga mengejar cinta Nina, tapi sayangnya tidak pernah dilihat oleh Nina karena hati dan pikiran Nina selalu untuk Arif. tapi kini Nina akan belajar menerima cinta Gilang laki - laki yang bekerja sebagai pegawai Bank disalah satu Bank swata di Semarang.


Nina mencari nama Gilang dihapenya dan melakukan panggilan telphon untuk mengajak gilang makan siang. tentu saja Gilang dengan senang hati menerima ajakan Nina untuk makan siang bersama.


Siang ini Gilang dan Nina makan siang disalah satu resto yang ada di dekat kantor Nina.


"Kamu mau gak nikah sama aku" ucap Nina santai sambil menyendok nasi yang ada dihapannya


"Kamu ini gak lagi demam kan?" ucap Gilang tidak percaya, pasalnya selama ini Gilang yang mencoba mengejar Nina tapi tidak pernah ditanggapi. bahkan Gilang sudah 2x menyatakan cintanya tapi selalu ditolak sama Nina. dan sekarang tiba - tiba tanpa angin tanpa hujan Nina mengajak dirinya nikah


"Mau gak?" ucap Nina datar


"Ya pasti gak lah" ucap Arif dan Nina diam melihat Arif sejenak


"Gak mungkin nolak maksudnya hahahaha" ucap Gilang menggoda Nina


Ada perasaan lega karena Gilang mau menikah dengan nya. walaupun dirinya tidak mencintai gilang tapi menikah dengan Gilang dirasa adalah pilihan yang terbaik dari pada dirinya harus mencintai suami orang yang jelas tidak mungkin dia miliki dan jelas sekali Alloh melaknat wanita yang dengan sengaja berusaha merusak rumah tangga wanita lain.


"Ini kamu beneran serius kan? gak akan berubah pikiran kan? cerca Gilang


"orang tua kamu suruh segera kerumah melamarku" jawab Nina

__ADS_1


"Okay, sabtu besok Mama dan Papaku aku minta untuk melamarkanmu"ucap Gilang tanpa ragu


***


Ditempat lain Ane yang saat ini sedang menikmati sop buah dengan Lina, Viko dan Arif


"Morning sickness nya parah gak?" tanya Lina pada Ane


"Lumyan Bu Viko cuma ini udah mendingan cuma makan nasi aja belum bisa" jawab Ane


"Pak Arif harus selalu menjaga susana hati Bu Arif biar selalu bahagia, karena suana hati berpengaruh pada janin yang sedang dikandung Bu Arif" ucap Lina


"Dan jadi istri Polisi itu harus dibanyakin sabar nya Bu, jangan mudah baperan hehehe..." ucap Lina dan semua tertawa


"Maklum Bu, Polisi itu walaupaun katanya diluaran sana banyak yang bilang ini itu, tapi kenyataannya banyak juga yang berusaha ingin mendekati Polisi, tentu daja kita sebagai istri sah harus pintar - pintar juga menjaga suami" ucap Lisa


"Kamu apaan sih Ma, nnt Bu Arif malah takut lho" sahut Viko


"Hehehe....tapi Bu Lisa memang benar sih, aku yang masih tergolong pengantin baru saja sudah merasa bu, banyak banget wanita diluar sana yang berusaha menggoda Bang Arif." ucap Ane melihat Arif


"Tapi benar Ne, aku gak pernah tertarik sama mereka, tanya sama Viko.selama kenal sama aku, mana pernah aku nanggepi cewek - cewek itu" ucap Arif


"Iya Bang, kalau itu Ane percaya. Ane percaya Bang Arif laki - laki yang berprinsip" ucap Ane yang tau watak suaminya


"Memang harus begitu Bu Ane, harus percaya sama suami biar suami juga bisa tenang saat bekerja, kalau istri dikit - dikit cemburu kasian suami pasti jadi serba salah dan bisa mengganggu kedinasan. karena namanya Polisi pasti bersinggungan dengan banyak orang yang masalahnya harus ditangani. kalau kita istri para Polisi cemburan, bagaimana nanti jika ada kasus yang laporan wanita. bisa stres sendiri kita Bu dimakan cemburu" sahut Lisa


Karena sejatinya yang namanya pernikahan itu harus ada saling percayaan antara suami dan istri. jangan mudah dibakar cemburu, yakin saja selama kita baik pasti pasangan kita juga akan baik, karena jodoh itu cerminan diri.


"Bu Arif wisudanya kapan?" tanya Lisa mengalihakan pembicaran


"Dua minggu lagi bu" jawab Ane singkat


"Wah selamat ya sebentar lagi akan jadi Bidan" ucap Lisa

__ADS_1


Mohon dukungan dari teman - teman ya, dengan cara Like, coment dan Vote terimakasih


__ADS_2