
Pagi ini Arif yang sudah merencanakan liburan bersama keluarga kecilnya, terpaksa membatalkan acaranya lantaran pekerjaan yang tiba-tiba mengharuskannya mendatangi TKP.
"Maaf ya sayang, kali ini liburannya gagal lagi" ucap Arif menyesal
"Tidak apa-apa bang, pekerjaan tidak boleh diabaikan" jawab Ane
"Tolong kasih Amar pengertian ya sayang, sepertinya dia kecewa"
"Iya bang, Ane akan kasih Amar pengertian. sudah abang segera berangkat. biar Ane yang memberi Amar pengertian" ucap Ane dan Arif mencium keningnya merasa bersalah seperti memberi harapan palsu. padahal acara liburan ini sudah lama mereka rencanakan.
Ane masuk kekamar Amar dan melihat putranya tengkurap dikasur dan membenamkan wajahnya dibantal
"Amar sini sayang duduk disamping bunda, Bunda mau bicara"
"Gak mau" jawab Amar menahan tangisnya
"Amar kenapa? Amar sedih ya? sini sayang bicara dulu sama bunda" ucap Ane lagi membujuk Putranya
Amar pun patuh dan duduk didepan Ane menundukkan wajahnya, terlihat matanya yang sembab karena menangis.
"Sayang, Bunda tau. Amar kecewa sama Ayah karena acara liburan kita batal. tapi nak, sebenarnya bukan hanya kita yang sedih, Ayah juga sedih. Amar tau kan ayah juga sangat berharap bisa pergi berlibur, tapi Amar tau kan pekerjaan polisi itu apa? Amar tau kan? coba bunda tanya pekerjaan polisi itu apa?"
"Menangkap penjahat dan melindungi masyarakat bun"
"Itu Amar tau, saat ini sedang ada penjahat dan masyarakat membutuhkan bantuan Ayah untuk menangkap penjahatnya sayang. anak bunda kan pintar pasti bisa memahami pekerjaan Ayah"
"Iya Bunda, Amar ngerti" ucap Amar mengangguk
"Kalau Amar ngerti berarti Amar sudah tidak marah lagi dong sama Ayah?"
"Tidak bini, Amar tidak marah. Ayah Amar kan menyelamatkan masyarakat seperti spiderman hehehe.. dimana ada ayah pasti tidak akan ada kejahatan" ucap Amar bangga
"Anak pintar" Ane mengacak-acak rambut Amar
__ADS_1
"Jangan diacak-acak Bunda, nanti gantengnya ilang. Amar kan ingin jadi seperti ayah ganteng dan menjadi super hero yang kuat seperti ayah"
"Wkwkwk... " Ane tertawa mendengar celotehan Amar yang begitu mengemaskan
"Amar kalau udah besar mau jadi Polisi seperti Ayah?"
"Em..sebenarnya mau sih bun, tapi kakek bilang disuruh jadi pengusaha saja"
"Mau jadi apa saja boleh, bunda akan mendukung semuanya tapi yang penting Amar harus jadi Anak yang sholih dulu, ingat ya nak sesukses apapun seseorang tidak akan ada artinya jika dia tidak bertakwa kepada Alloh. ingat itu ya nak"
"Iya bunda, Peluk bunda" ucap Amar manja minta dipeluk
"Iya sayang, sini bunda peluk! sekarang Amar tidur ya, besok kalau ayah pulang kita jadwalkan ulang acara liburannya ya" ucap Ane memeluk Amar hingga akhirnya Amar tertidur dalam pelukan bundanya.
"Amar sudah tidur Ne?" tanya papa
"Sudah pa" jawab Ane
"Kasihan Amar, dia sudah senang banget padahal waktu Arif bilang mau ngajak liburan" ucap Bu Imah
"Syukurlah mama lege kalau Amar sudah bisa memahami pekerjaan ayahnya yang bisa dibutuhkan oleh kantor sewaktu-waktu"
Sebagai seorang anak Polisi, Amar memang harus diberi pemahaman sejak dini tentang pekerjaan ayahnya. agar tidak iri dengan teman-temanya yang lain, yang bisa selalu liburan setiap akhir pekan. berbeda dengan anak yang memiliki ayah seorang Polisi, dimana waktunya mungkin akan lebih banyak dihabiskan untuk pekerjaan dibandingkan dengan keluarga
***
"Ma Alan mau ajak Nana jalan-jalan dulu ya" ucap Alan pamit pada bu Indah
"Mau kamu ajak kemana Nana? tumben mau pergi sendiri? biasanya kalau mau jalan-jalan sama Nana ngajak mama" Bu indah merasa curiga dan menatap putranya dari atas sampai bawah
"Mama apaan sih? nglihatin Alan sampai segitunya? kan Alan jadi merasa tidak enak" ucap Alan senyum
"Enggak bukan gitu, sepertinya ada yang aneh gitu sama kamu."
__ADS_1
"Aneh gimana ma? perasaan Alan biasa aja ma" Alan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal
"Coba jujur dulu sama mama, ini Nana mau kamu ajak kemana sebenarnya?" selidik bu Indah
"Mau jalan-jalan aja ma, kasihan Nana kan dirumah terus, nanti Nana bosen gimana" jawab Alan
"Oow jadi gitu, mau ajak Nana jalan-jalan saja. kalau gitu mama ikut kalian ya, kan biar ada yang bisa bantuin kamu jagain Nana"
"Em.. eh.. gimana ya ma, bukan tidak boleh. tapi Alan lagi ingin menghabiskan waktu cuma antara ayah dan anak saja"
"Wah.. wah.. gak bener ini. gak bisanya mama sampai gak. boleh ikut, sebenarnya mau kemana sih anak mama ini?" goda bu Indah
"Ternyata bohong sama mama ini benar-benar gak mudah ya" Alan ketawa
"Tu kan mulai ya mau bohongin mamanya" Bu Indah menjewer telinga Alan
"Awww.. ampun ma, ampun ma. gak berani bohongin mamaku yang cantik ini lagi. ampun ma" ucap Alan seraya menyatukan tangannya kedepan memohon agar telinganya dilepaskan
"Sekarang jujur sama mama, sebenarnya Nana mau kamu ajak kemana dan sama siapa?"
"Tau aja sih mama, kalau Alan mau ngajak Nana bertemu dengan seseorang" Alan menggaruk kepalanya lagi dan tersenyum menunjukkan gigi putihnya
"Ayo sekarang jujur, mau kamu ajak kemana Nana?"
Karena didesak terus sama mamanya. akhirnya Alan jujur kalau akan mengajak Nana bertemu dengan Dokter Angun. awalnya Bu Indah sempat ragu untuk memberikan ijin kepada Alan membawa Nana bertemu dengan Dokter Anggun. karena didalam benak Bu Indah Dokter Anggun itu pasti sudah tua dan tidak pantas untuk Alan yang masih muda. terlebih yang menjadi bahan pertimbangan Bu Indah melarang karena takut Alan hanya menuruti egonya dan ingin balas dendam dengan Nia.
Tapi dengan bujukan dari Alan akhirnya Bu Indah dengan terpaksa memberi ijin kepada Alan untuk membawa Nana bertemu dengan Dokter Anggun.
"Tapi hanya untuk makan saja ya, jangan macem-macem kamu. mama gak mau karena sakit hati kamu sama Nia membuat otak kamu tidak berpikir dengan jernih. mama tidak mau punya menantu tua. apa kata teman-teman mama kalau mereka sampai tau setelah anak mama dihianati istrinya sekarang dapat pengganti wanita tua dan mantan istri dari laki-laki yang diselingkuhin Nia. mau ditarik mana muka mama didepan teman-teman?" gerutu Bu indah
"Apaan sih ma, mikirnya kejauhan. tapi ada yang harus Alan luruskan sepertinya ma, kalau Dokter Anggun mantan istri dari laki-laki selingkuhan Nia benar tapi kalau tua mama salah. Dokter Anggun tidak seperti yang mama bayangkan. Dokter Anggun masih muda ma, seumuran sama Alan" terang Alan
"Mana mungkin seumuran? katanya selingkuhan Nia itu sudah tua?" tanya Bu indah
__ADS_1
^ Happy Reading ^
Terimakasih dukungannya sayangku, jangan lupa like, coment dan Vote 🙏🥰😘