
Semenjak kejadian Alan mencurigai Riri, mengetahui tentang jati diri yang sebenarnya sikap Bu Indah jadi berubah ke Nia. merasa Nia sudah meracuni otak Alan untuk membenci adiknya sendiri.
Bu indah yang biasanya ramah sekarang lebih sering acuh pada Nia. dan mengetahui hal tersebut tentu saja dimanfaatkan Riri dengan sangat baik untuk membuat Mama nya semakin membenci Nia.
"Hai Kakak Ipar" ucap Riri mengambil makanan yang dibuat Nia untuk Alan
"Dek Riri, maaf tapi itu untuk Mas Alan. kalau dek Riri mau, aku buatin yang baru lagi ya!" ucap Nia
"Aku tidak mau yang lain, aku cuma mau yang ini" ucap Riri
"Iya dek, tapi Mas Alan sebentar lagi harus segera ke kantor. biar ini buat Mas Alan dulu ya, habis nganter ini ke kamar aku segera buat yang baru buat dex Riri"
"Riri minta maaf ya mbak. Riri benar-benar minta maaf lain kali Riri tidak akan mengulangi lagi. dan nanti biar Riri masak sendiri
Nia bingung melihat tingkah adik iparnya yang tiba-tiba berubah.
"Ada apa ini?" Bu indah tiba-tiba datang
"Ma" ucap Nia
"Tidak apa-apa Ma, Riri tidak sengaja makan masakannya mbak Nia. Riri yang salah ma. Ririe tidak tanya-tanya dulu. Riri pikir masakan mbak Nia pasti enak jadi Riri mau coba dikit tapi mbak Nia marah. tapi tidak apa - apa ma. jangan salahin mbak Nia. Riri yang salah" ucap Riri
"Nia, kenapa kamu seperti ini? baru juga beberapa hari jadi istri Alan sudah terlihat sifat aslimu. Nia mama kecewa sama Nia." ucap Bu Indah kesal
"Ma, mama salah sangka. bukan itu maksud Nia. ini tadi Nia masak buru-buru karena mas Alan harus segera berangkat ke kantor. setelah ini baru Nia akan masak untuk semuanya Ma."
"Bukan kah tadi mbak Nia bilang tidak ingin masak untuk kita? ups maaf mbak keceplosan" ucap Riri seraya menutup mulutnya
"Kapan mbak Nia bilang gitu, tidak Ma. percaya sama Nia. Nia tidak pernah bilang seperti itu" mata Nia mulai berkaca - kaca
"Mulai sekarang jangan sentuh dapur mama. biar mama yang masak" ucap Bu indah dengan suara meninggi
Nia merasa sakit hari nya lantara di fitnah oleh adik iparnya
Nia berlari menuju kamar pak Sandi tercengang melihat menantunya menangis
"Ma, ada apa dengan Nia?" tanya oak Sandi
"Baru jadi menantu beberapa hari sudah bikin gaduh rumah" jawab Bu Indah yang masih kesal sementara Riri merasa girang
"Ada apa ini sebenarnya Ma?"
__ADS_1
"Nanti saja Mama akan ceritakan sama Papa" jawab bu Indah
Nia menenggelamkan wajahnya dikasur, air matanya yang sedari tadi ditahan pecah dikamar.
"Sayang, kamu kenapa? bukan nya tadi mau bikinin aku bekal? kok malah nangis?"
Nia yang hanya menangis tak memberi jawaban pada Alan membuatnya kawatir.
"Sayang. mas mau piket malam ini jadi tidak tenang kalau kamu seperti ini" ucap Alan
"Mas"
"Iya, ada apa? cerita sana mas?"
"Boleh tidak kalau kita tinggal dikos Nia?" tanya Nia ragu
"Memang nya ada apa?" Alan yang tadi berada dikamar mandi dan tidak mendengar kehebohan antara istri dan Mama nya
"Nia mau kita mandiri saja" jawab Nia
"Iya, tapi cerita dulu ada apa?" tanya Alan
Nia yang awalnya tidak ingin menceritakan karena desakan dari Alan akirnya pun menceritakan perdebatan antara Nia dan Mama nya. awalnya Nia berpikir Alan akan membela mama nya diluar dugaan. Alan sepenuhnya membela Nia.
Alan dan istrinya malam itu juga pamit pada pak Sandi dan bu Indah untuk hidup mandiri.
"Istri kamu lagi kan ini yang meracuni pikiran kamu?" ucap Bu indah
"Tidak ma, tapi melihat mama yang seprtinya kurang menyukai istri Alan. sebagai suami sebaiknya Alan membawa istri Alan keluar rumah ini biar kami juga belajar mandiri" ucap Alan
"Lihat saja sikap kamu semenjak menikahi Nia. sepertinya Nia benar - benar mencuci otak kamu." bu indah dengan suara tingginya
Tidak ingin berdebat dengan mamanya Alan meninggalkan rumah bersama Nia.
Kini Alan dan Nia berada dikos Nia.
"Mas, maafin Nia ya! karena Nia mas harus ribut sama Mama" ucap Nia dengan mata berkaca - kaca
"Kamu tidak salah, tidak perlu minta maaf Nia" Alan memeluk istrinya
Dikantor Alan tampak tidak fokus, pikirannya melayang memikirkan yang sebenarnya Riri inginkan.
__ADS_1
"Kenapa Lan? pengantin baru kok kayk sudah punya beban berat gitu? harusnya kan lagi bahagia-bahagia nya" tanya Arif
Alan menceritakan apa yang dialami dirinya dab Nia diruma hingga kini mereka harus tinggal dikos untuk menghindari kesalah pahaman antara mama dan istrinya.
"Kamu yang sabar, ini awal ujian cinta kalian. menurutku coba kamu ajak bicara Riri baik-baik. coba pancing saja apakah sebenarnya dia memang tau kalau kalian bukan saudara kandung? apa mungkin memang benar Riri ada perasaan lebih ke kamu. bukan perasaan sepantasnya kakak dan adik" ucap Arif memcoba memberi saran
"Iya Bang, rencana besok Alan akan coba menemui dia disekolahnya." ucap Alan
sedangkan diKos Nia yang sendirian menangis tidak membayangkan akan mengalami semua ini. Nia mencoba menelphon Ane yang suaminya satu regu piket dengan Alan jadi malam ini sama-sama sendirian ditinggal piket
Nia juga menceitakaan apa yang dialami pada sahabatnya itu
"Apa mungkin benar Riri tau kalau dirinya bukan saudara kandung?" ucap Ane
"Kemungkinan seperti itu tapi Mama tidak percaya dan malah menuduh aku yang membuat Alan membenci Riri" tangis Nia
"Kamu yang sabar ya. percaya saja sama Alan. Alan pasti akan menyeselailan kesalah fahaman ini" Ane mencoba menghibur Nia
****
Tidak ingin berlarut-larut siang ini setelah selesai piket. Alan sengaja menunggu Riri didepan sekolahnya.
"Riri" Alan melambaikan tangannya
Riri yang melihat Alan datng kesekolahnya tersenyum dan menghampiri Alan
"Kak Alan, kakak disini. mau jemput Riri?" tanya Riri tersenyum
"Iya, ayo naik" Alan memberikan helm pada Riri
Riri terlihat senang dan segera naik ke moge Alan.
"Kita mau kemana kak?" tanya Riri
"Nanti juga tau" jawab Alan
Alan melajukan motornya dengan kecepatan stabil dan berhenti di sebuah rumah makan andalan keluarga mereka.
"Mau apa kesini kak?" tanya Riri
"Ya mau makan lah, mau apa lagi" jawab Alan
__ADS_1
Alan segera masuk kedalam rumah makan dan Riri mengekori.
Alan memesankan beberapa makanan kesukaan Riri. tentu saja hal ini membuat Riri senang. karena dimata Riri, Alan selalu mengeti dirinya. bahkan apa pun yang diinginkah Riri selama ini selalu dikabulkan sama Alan. hal ini yang membuat dirinya jatuh cinta pada Alan. terlebih saat dirinya mengetahui Alan bukan saudara kandungnya.