Polisi Idaman Bidan

Polisi Idaman Bidan
CH 249


__ADS_3

Tok.. tok..


Rara mengetuk pintu


"Ada apa Ra?" ucap Nana membuka pintu


"Kakek sudah dirumah kak, tadi menanyakan kakak" jawab Rara


"Iya aku akan kesana, menemui kakek" jawab Nana pergi ke ruang tamu


"Assalamu'alaikum kek" ucap Nana menyalami kakek


"Walaikumsalam, bagaimana perjalanannya?"


"Alhamdulillah lancar kek. oya kek, tadi mama bawakan masakan kesukaan kakek. apa kakek mau makan sekarang?" tanya Nana


"Boleh, masakkan mama kamu pasti enak. kakek sudah tidak sabar makan, masakkan mama kamu" ucap kakek tersenyum


Kakek makan makanan yang dibuatkan Anggun dengan lahap dan ditemani Nana. sedangkan Rara sibuk memindahkan barang-barangnya kekamar sebelah.


"Kakek senang kamu dan Rara menemani kakek disini. sekarang kakek jadi tidak kesepian lagi. ada kalian cucu-cucu kakek, yang menemani kakek disini"


"Iya kek, Nana juga seneng ada disini."


"Kenapa kamu tiba-tiba memutuskan untuk pindah kesini dan apa kamu tidak sayang dengan kuliah kamu disana?"


"Tidak kek, Nana disana pun tidak bisa fokus dengan kuliah Nana, karena Nana disana kepikiran adik disini kek. Nana dan Rara dari kecil selalu bersama. rasanya aneh saat harus jauh dari Rara" ucap Nana


"Iya kakek senang mendengarnya. harapan kakek. kamu dan Rara bisa selalu rukun dan saling menyayangi. kalian adik kakak harus saling kompak dan saling tolong menolong. sampai kapanpun jangan biarkan persaudaraan kalian renggang. apapun itu selalu bersama" pesan kakek


"Iya kek. Nana akan selalu menjaga dek Rara. kita akan selalu bersama" jawab Nana


"Kek, Nana kekamar dulu ya, Nana harus menyiapkan berkas-berkas untuk mengurus keperluan kuliah besok pagi"


"Iya, jangan tidur malam-malam ya"


"Iya kek" jawab Nana berlalu


Nana segera menuju ke kamarnya dan menjatuhkan tubuhnya yang terasa penat keranjang.


Nana tersenyum membayangkan mulai sekarang dirinya akan lebih sering bertemu dengan Amar. Nana segera tidur karena sudah tidak sabar, besok ingin mencari Amar kekampus.


Selepas melepaskan mukena, Rara yang baru saja selesai sholat subuh segera melipat kembali mukenanya dan meletakkan diatas meja.


Rara melihat jam yang menunjukkan pukul lima pagi, dan Rara bergegas kedapur membantu asisten rumah tangga menyiapkan sarapan.


Membantu asisten rumah tangga membuat sarapan adalah kebiasaan Rara dari dulu, karena Rara memang dari kecil terbiasa mendisiplinkan dirinya untuk selalu melakukan kegiatan rumah, walapun dari kecil hidupnya serba kecukupan dan ada banyak asisten rumah tangga. namun Rara yang tidak suka dilayani lebih memilih untuk mengerjakan semua sendiri. setidaknya dirinya ikut membantu asisten rumah tangga menyiapkan keperluan pribadinya.

__ADS_1


Jam setengah tujuh semua sudah siap, Rara juga sudah berganti pakaian dengan seragam sekolahnya.


"Kak, kita sarapan bareng yuk" ucap Rara saat melihat Nana yang baru keluar kamar


"Iya Ra" ucap Nana turun bersama Rara ke lantai bawah


Dimeja makan tampak kakek yang sudah menunggu kedua cucunya untuk sarapan.


"Wah sepertinya enak sekali?" ucap Nana


"Iya pasti enak masakan adik kamu" jawab kakek


"Ini kamu yang masak Ra?" Nana melihat Rara


"Iya kak, Rara yang masak"


"Kamu belum berubah juga ya Ra, padahal sudah ada asisten rumah tangga. tapi masih aja kamu merepotkan diri untuk masak?" ucap Nana


"Gak apa-apa kak, memang Nana suka masak kan?"


"Kamu itu aneh Na" celetuk Nana dan Rara hanya tersenyum


Selesai sarapan, Rara segera berjalan kedepan untuk menunggu taxi. sedangkan Nana lebih memilih berangkat ke kampus diantarkan sopir pribadi kakeknya.


"Ra, kakak duluan ya. sudah siang, kakak buru-buru" ucap Nana saat melintasi Rara di pinggir jalan yang sedang menunggu taxi


***


Hari pertama Nana kekampus, semua mata tertuju dengan Nana yang baru saja keluar dari dalam mobil mewahnya. Nana berjalan dengan anggun menuju ruang kemahasiswaan untuk registrasi ulang.


Selesai mengurus administrasi, Nana berjalan ke fakultas kedokteran, berusaha mencari Amar.


"Maaf kak, apa kakak kenal Amar mahasiswa kedokteran semester tiga?" tanya Nana pada salah satu mahasiswa


"Oow..Amar, iya kenal. ada apa?"


"Apa kakak tau, Amar ada dimana? soalnya saya cari-cari tidak ketemu?"


"Amar kan sedang praktek di malang, ya pastilah tidak ada kamu cari disini. by the way kamu siapa? kenapa mencari Amar?"


"Saya, saya tunangan Amar." jawab Nana bohong


"Hahaha.. mimpi kamu ya? mana mungkin kamu tunangannya Amar? kalau kamu tunangan Amar, harusnya kamu tau, dimana Amar saat ini" ucap beberapa mahasiswa mentertawakan Nana


"Aku ini memang tunangan Amar dari semarang kak, aku sengaja pindah kuliah disini tanpa memberitahu Amar karena ingin memberi Amar kejutan. eh.. malah aku yang dikejutkan" gerutunya


"Terserah kamu ajalah" ucap mahasiswa yang seolah tidak percaya dan segera meninggalkan Nana

__ADS_1


Nana yang tampak kesal pulang, hatinya kecewa karena keinginannya untuk bertemu dengan Amar harus tertunda.


Nana mengambil ponsel ditasnya dan mencoba mengirimkan pesan untuk Amar.


"(Assalamu'alaikum Amar, tadi aku ke fakultas kedokteran mencari kamu, tapi kata orang disana kamu sedang praktek di malang ya? kamu kapan balik ke Surabaya?)" chat dikirim


Namun sampai mobil mewah yang ditumpanginya mengantarkan dirinya tiba dirumah. tidak ada tanda-tanda Amar membalas pesan yang Nana kirim.


Dret.. dret..


SuaraPesan masuk, dengan cepat dan wajah girang Nana mengambil ponselnya berharap ada pesan dari Amar


"(Sayang bagaimana hari pertama kuliah disana?)" chat dari dokter Anggun


"Huftt.. " Nana menghela nafas kesal dan kecewa karena ternyata tidak seperti yang diharapkan


"(Baik ma, semua berjalan dengan lancar)" balas Nana dengan malas dan berjalan gontai menuju kamarnya


"Assalamu'alaikum" Nana mengucapkan salam saat masuk rumah


"Walaikumsalam, kamu sudah pulang? kok cepat sekali kembalinya?" tanya kakek


"Iya kek, hari ini hanya registrasi ulang saja" jawab Nana dengan wajah ditekuk


"Tapi kenapa sepertinya kamu sedang sedih? kamu kenapa Na? apa ada yang mengganggu kamu?" kembali kakek bertanya


"Tidak ada apa-apa kok kek, Nana hanya kecapekan. Nana ke kamar dulu ya kek"


Kakek menghela nafas dan menyadari kalau Nana sedang tidak bahagia


***


"Kamu kenapa lagi Ra?" tanya Arin


"Kakakku pindah kuliah di Surabaya juga sekarang" jawab Rara


"Terus masalahnya apa kalau kakak kamu pindah kesini? malah bagus dong. kamu ada temannya sekarang dirumah" ucap Arin


"Masalahnya tidak sesimpel itu Rin, aku yakin. kak Nana pindah kesini bukan karena merindukan aku. tapi pasti karena ada motif lain. aku tau siapa kakak ku in.


"Apa selama ini kalian tidak akur?" tanya Arin


"Kalau aku sih tidak ada masalah, tapi entah kenapa aku sselalu merasa kalau kakak sepertinya tidak terlalu suka denganku" ucap Rara


^ Happy Reading ^


jangan lupa dukung karya ini sebanyak-banyaknya ya, karena hadiah cantik menantimu. tapi wajib harus follow akun ini. jika kalian menang tapi belum memfollow. maka pemenang akan dinyatakan hangus dan diganti yang lain. terimakasih🙏

__ADS_1


__ADS_2